Kambing Jantan

Friday, April 30, 2010 at 1:06 AM

Pertama, gue gak baca blognya, kedua, pun gue gak baca bukunya, jadi mungkin kesalahan gue donk kalau film ini tidak lucu di mata gue, walau ada poin poin seger, tetep aja merasakan dua jam yang melelahkan.

Raditya Dika berperan sebagai penulis dan aktor di film ini, ada Mouly Surya dan Salman Aristo juga sech dibarisan penulis, tapi kolaborasi ketiganya kurang manknyusss yah ? Kurang lucu aja dimata gue secara kalau dibilang Kambing Jantan itu adalah Komedi, namun setengah film pun berganti genre ke drama.

Wondering apakah semua character di film ini nyata adanya, orang tua dan adek adeknya Raditya Dika, si kebo dan band mereka, cowok asala Kediri (lupa nama character yang diperanin sama Edric Tjandra) mana yang nyata dan mana rekaan yah ???

Ok gue bikin list poin lucunya yah, LDR bukanlan Long Distance Relationship melainkan Long Dick Reduction, walaupun sungguh nggak masuk akal buat anak Jakarta mengalami salah pengertian seperti ini, ya bolehlah usaha ngelucunya, si Kebo yang punya karakter menarik dimata gue, seems like cewek begini emang real dikehidupan nyata, scene telpon telponan yang divisualisasikan dengan meja besar dimana kambing dan kebo duduk diujung meja dengan jendela terbuka memperlihatkan bulan, romantis dan keren aja visualisasi yang ini, plus poin berikutnya adalah imajinasi Raditya Dika yang mengubah semua dosen bule dan mahasiswa dapat berbahasa Indonesia dengan lancar.

Minusnya adalah scene adenya Kambing yang kesulitan mengendalikan "saluran pembuangan" entah kenapa gue merasa ini sama sekali gak lucu, dan yang kedua adalah Karakter Edric Tjandra yang sangat "mustahil" digambarkan pinter bikin robot, namun sangat lugu dalam kehidupan bayangkan dia ke asrama kambing membawa priuk nasi dan meminta beras dengan settingan Addelaide, setahu gue rice cooker sudah ditemukan sejak lama, mungkin lebih masuk akal kalo dia membawa rice cooker atau kantongan, terkadang memang hal lucu mempunyai perbedaan tipis dengan kebodohan .. Lol.
Dan entah kenapa tokoh Edric sangat bodoh bodoh menjengkelkan buat gue.

Banyak hal positif juga yang gue dapet, seperti kata Kebo ketika latihan Band "Gue pengen total .... " Walaupun kalimat itu digantung, tapi mengena buat gue, so far gue belum pernah total dalam melakukan apapun juga ... :(


My Rate : 2,7 / 5


Sent From my iPhone 3GS

Read More..

Balibo

Thursday, April 29, 2010 at 2:23 AM

Baru kali ini gue menonton film yang memposisikan negara Indonesia sebagai negara penjajah. Indonesia yang semrawut keadaan ekonomi dan politiknya ini ternyata pada tahun 1975 mampu meng-invasi sebuah daerah kecil bekas jajahan Portugis bernama Timor Leste.

Berawal dari lepasnya kekuasaan portugis di timor leste tahun 1975, hal ini di gunakan oleh Indonesia untuk menginvasi Timor Leste, tentu saja invasi mengakibatkan pertumpahan darah di Balibo, setidaknya puluhan ribu rakyat timor Leste dan 6 jurnalis Australia menjadi korban. Dan Fretilin dibawah pimpinan Jose Ramos Horta akhirnya mengungsikan diri.
Bagi rakyat Timor Leste dan sebagian Australia, peristiwa Balibo meninggalkan kesan buruk buat Indonesia, karena sampai detik ini belum ada peradilan hukum atas peristiwa Balibo ini.

Film berdurasi kurang lebih 100 menit ini jelas jelas hanya mengambil sudut pandang warga Timor Leste dan hasil riset warga Australia, dan gue sebagai penonton hanya digiring untuk melihat apa yang terjadi di Balibo pada saat itu, nah jadi inget Zaman SD, gue hanya diberitahu oleh guru bahwa Timor Timor dengan ibukota Dili bergabung sebagai propinsi termuda di negara Kedaulatan Republik Indonesia, dan hanya sekelumit info itulah yang gue terima.

Lihatlah beberapa scene di film ini ketika pasukan Indonesia yang berpakaian bebas menginvasi, dan seorang journalist keluar dari rumah dan berteriak kalau mereka adalah Journalist Australia, namun seorang jenderal yang perawakannya dimiripkan dengan seorang mantan pemimpin di negara ini langsung menghujamkan tembakan tepat dikepala journalist tersebut, bener bener sebuah pelanggaran hebat.
Dan lihat pula ketika Balibo atau Dili (lupa lokasi tepatnya) di invasi, Roger East salah satu journalist diseret seret di aspal pelabuhan, teriakannya "I am a journalist, I'm an Australian" di indahkan para tentara Indonesia.

Sebagai drama politik, film ini memang menjemukan diawal namun berangsur seru diakhir, lengkap dengan footage kedatangan kembali Rose Ramos Horta ke Dili dan pengibaran kembali bendera Fretilin, dsbnya, gambarnya pun seadanya, gak ada scene scene indah, kemungkinan untuk pengambaran suasana Timor Leste pada saat itu.

Lantas setelah menonton film ini siapa yang harus gue percaya ? Well no one ... I just enjoy the movie kok. Lol

My Rate : 2,9/5

Sent From my iPhone 3GS

Read More..

The Grudge, Old Lady in White

Wednesday, April 28, 2010 at 2:26 AM

Rumusan baku horror Jepang masih diterapkan disini tapi dengan pace lebih cepet dibandingkan dengan drama Jepun lainnya, elemen elemen penting horror jepang pun masih ada, seperti wanita Rambut panjang, anak kecil yang pucat putih dibedakin, well agak malu sech mengakui : it works for me.

Film ini dibagi beberapa babak, pertama adalah tukang pizza yang kesasar dirumah kosong berhantu, babak kedua adalah sopir taksi yang sial membawa penumpang aneh, yang ketika adalah cewek sma yang dikerjain di toilet, diujung film semua babak tersebut mempunyai hubungan masing masing (hubungan yang terlalu dipaksakan) sech ..:)

Diawal film penonton dihadapkan pada hantu nenek yang memegang bola basket (aneh ya ? Kok bola?) Selanjutnya ketegangan mulai berangsur angsur kendor, tidak ada momen yang sangup membuat gue bergidik, timeline yang gak beraturan, bikin gue pusing dengan beberapa scenenya, pertanyaan penting dari film ini adalah, apa penyebab dari kemunculan hantu hantu itu ?? That's my basic question ? Atau karena gue bukan fan The Grudge makanya banyak missing link.
Anyone care to explain ?

My Rate : 2,2/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Hot Fuzz

Monday, April 26, 2010 at 1:42 AM

Telat yeah gue nontonnya ??? Padahal TV nasional udah berapa kali nayangin film ini. Tapi balik lagi ke visi dan misi awal, gak ada istilah telat dalam hal menonton film film bagus.

Dan ini adalah kolaborasi antara Simon Pegg dan Nick Frost, setelah heboh banget dengan "Shaun of Dead" di tahun 2004, maka Hot Fuzz yang rilis 2007 ini serasa kurang "mengena" buat gue.

Adalah Nicholas Angel, seorang polisi yang berprestasi di kepolisian Inggris Raya, bertugas di London, namun prestasinya itu menjadikan teman temannya seperti pecundang di kepolisian London. Teman temannya melakukan kerjasama untuk memindah tugaskan Nicholas Angel ke sebuah daerah pinggiran dengan tingkat kejahatan paling rendah di seantero Inggris raya.
Di kota kecil itu dia menemukan sesuatu yang sangat berbeda, semuanya serba kekeluargaan, tapi instingnya sebagai polisi menganggap ada yang kurang beres apalagi beberapa pembunuhanpun mulai terjadi.

Film Komedi UK emang punya warna yang beda dengan Hollywood yang dimata gue mulai sangat membosankan, apalagi kalau Slapstick, tampak seperti film film bodoh, dan melihat Simon Pegg, dia gak perlu menjadi mr.bean dengan memasang mimik bodoh supaya lucu, tampil apa adanya sudah bikin gue ngakak.
Dan sekarang Simon Pegg sepertinya tengah menjelajah Amerika, lihat saja Star Trex, How to loose a friend and alliniate people jadi jembatannya untuk menjadi terkenal.

My Rate : 3,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Happy-Go-Lucky

Sunday, April 25, 2010 at 1:57 AM

Wondering, apakah ada character seperti Poppy (Sally Hawkins) di dunia nyata ? Easy going, selalu tersenyum, dan menganggap semua permasalahan didunia ini adalah Jokes, tokoh rekaan Mike Leigh ini terasa sangat absurd buat gue. Tapi sangat memberi inspirasi tentang bagaimana menjalani hidup tanpa stress.

Meet Poppy (Sally Hawkins) seorang wanita berusia 30 bekerja sebagai guru TK, tinggal bersama seorang teman, hidup tanpa ada stress dan selalu tertawa, suatu hari berniat belajar menyetir, maka hadirlah karakter Scott, the enharah guys, yang serius dan sadis tapi sanggup bikin gue ngakak guling guling. Beberapa kali pertemuan belajar nyetir ternyata membuat Scott naksir Poppy tapi tetep dengan gaya judesnya, watak dan pemikiran Poppy pun mulai berubah karena merasa terancam dengan sikap Scott.

Diawal sampai pertengahan film Poppy memang sosok yang ceria, walau terkadang keceriaanya dianggap annoying oleh beberapa orang, bahkan ketika sepedanya hilangpun dia hanya tersenyum. Namun ketika merasa terancam poppy ternyata bisa meledak ledak, at least she is still human.

Gue gak terlalu familiar dengan film film Mike Leigh dan ini sepertinya pengalaman pertama, dan gue lumayan puas. Saatnya mencari film Vera Drake yang katanya lumayan bagus juga.

My Rate : 3,5/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Sweet Rain aka Suwito Rein: Shinigami No Sheido (Japan)

Friday, April 23, 2010 at 8:46 PM

Sudah lama sekali tidak menonton film Jepang apalagi aktor Takeshi Kanishiro, one of my favorite actor from Japan.

Film unik ini bercerita tentang Malaikat Maut yang datang pada manusia yang akan dicabut nyawanya, sang malaikat yang digambarkan bersosok manusia (Takeshi Kaneshiro) ini akan berjalan di sebuah jembatan dengan background langit warna gelap dan memasuki pintu yang akan menghubungkannya dengan dunia, ditemani seekor anjing hitam yang selalu berdiskusi apakah tugas mencabut nyawa ini dilanjutkan atau tidak ???

Ada 3 babak dalam film ini, seorang operator kesepian, ketua mafia dan wanita tua barber, ketiganya mempunyai kaitan yang akan dijelaskan diakhir film, uniknya jangan pernah menyentuh tangan si Malaikat Maut atau anda akan mendadak pingsan, untuk menghindari itu para malaikat malaikat ini mengenakan sarung tangan putih.

Layaknya film jepang yang lain, film ini mempunyai pace yang lambat, tapi sinematografinya lumayan keren di beberapa scene, Takeshi Kaneshiro tampil dalam bermacam macam gaya, yang agak menganggu adalah anjing hitam yang selalu mengikuti sang Malaikat maut kemanapun ia pergi, agak janggal aja buat gue menempatkan anjing diantara hal hal suci, (dalam kasus ini adalah malaikat), kelemahan berikutnya timeline yang agak rancu, pada babak pertama operator yang kesepian, sangat bersetting jepang saat ini, namun ketika beranjak ke babak kedua settingannya tidak ada berubah dari babak pertama, dan yang ketiga bersetting massa depan, gambaran masa depan hanya diperlihatkan dengan kehadiran robot pembantu rumah tangga, selebihnya tidak ada perubahan.

Bagi yang tak terbiasa dengan film ala jepun ini, maka akan merasa sangat surreal dan absurd, malaikat maut dengan anjing hitam, entah berasal dari kepercayaan mana ? Gue pun nggak ngerti. Tapi film ini layak masuk ke sebuah film berkategori art house, begitu kata Tommy Tjokro (Host MetroTV) ... :)

My Rate : 3,7 / 5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Cove

at 1:57 AM

I don't eat Dolphin and I wanna keep it that way, bayangkan lumba lumba yang lucu ini di bantai dan dikonsumsi, rasa rasanya gak tega melihat binatang paling pintar ini menjadi buruan masyarakat Taiji di Jepang sana.

Film dokumentari yang mencengangkan ini sepertinya gak bakal masuk ke Jepang, mengingat film ini sangat menyudutkan Jepang sebagai negara pembantai lumba lumba terbesar didunia, lebih dari 23.000 lumba lumba di bantai dan diperdagangkan di Taiji.

Meet Ric O Barry, seorang activist pecinta lumba lumba, bersama dengan kawan kawannya melakukan ekspedisi ke Taiji jepang dimana terdapat sebuah tempat pembantaian lumba lumba, mereka memasang kamera di beberapa sudut dan mendokumentasikan semua hal yang terjadi disana, hasilnya diputer ketika sebuah konferensi lumba lumba diadakan dan inilah scene yang membuat gue merinding dan terharu atas segala usaha Ric O Barry.

So if you think dolphin is delicious than watch this documentary .. :(

My Rate : 3,5/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Dexter Season 1

Wednesday, April 21, 2010 at 9:23 PM

Dexter really jedi mind trick me, diawal episode gue merasa belum dapet titik "nagih"nya sebuah series, tapi ketika masuk episode berikutnya, Dexter memberikan sebuah pengalaman baru, Seorang polisi yang juga pelaku kriminal, membunuh para penjahat yang luput dari mata hukum.

Meet Dexter, seorang ahli Blood Spatter dikepolisian Miami, tugasnya adalah mereka ulang Tempat Kejadian Perkara, memperkirakan bagaimana sebuah pembunuhan bisa terjadi, namun diluar jam kantor Dexter adalah seorang serial killer yang membasmi penjahat yang luput dari kacamata hukum, dan diseason 1 ini Miami Police Department berkonsentrasi pada "Ice Truck killer" dimana sang pembunuh mengamputasi dan mengeringkan darah dari tubuh yang telah diamputasinya, uniknya "ice truck killer" ini seakan tahu kegiatan illegal dexter dimalam hari, di akhir season penonton di hadapkan pada twist twist menarik.

Walau twist yang dihadirkan cukup mencengangkan namun gue merasa ada missing link antara keterangan korban tentang siapa "Ice Truck Killer" yang suka meminum obat batuk, namun setelah itu tidak ada gambaran yang menjurus kesana, kedua mengingat ada hubungan darah antara Dexter dan "ice truck killer" ooopppsss spoiler yah ??? Namun terlihat perbedaan ras diantara keduanya, kesannya jadi "maksa". Semoga di season 2 nya bakal lebih keren.

My Rate : 3,8/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Law Abiding Citizen

Tuesday, April 20, 2010 at 11:02 PM

Hollywood kembali datang dengan formula yang sama, bahkan satu plotnya mengingatkan gue dengan film Shawshank Redemption, Gerald Butler menjadi ayah yang balas dendam akan pembunuhan anak dan istrinya, sedangkan Jamie Foxx menjadi seorang pengacara yang diawal film seperti mempunyai terlalu banyak pemikiran atas kasus yang ditanganinya.

Balas dendam adalah topik paling universal dalam sejaran film, pun difilm ini, adalah Gerrald Butler (forget his character name) anaknya dan istrinya dibunuh didepan matanya oleh seorang penjahat, namun pengadilan memutuskan tidak bersalah, banyak celah didalam hukum yang bisa diacak acak ternyata, waktu berlalu 10 tahun kemudian, disinilah Gerald Butler membalas dendam kesemua pihak yang telah membuatnya berduka.

Gue selalu suka dengan film balas dendam, apalagi balas dendamnya memakai taktik aneh yang membuat mulut gue sanggup berkata "wow", pun film ini mempunyai cara taktik yang keren, walau terkadang gue merasa taktiknya terlalu lebay, tapi ini khan film jadi ya terima beres aja. Lol.

My Rate : 3,1 / 5
Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 65 #365shots Batu Besar

Sunday, April 18, 2010 at 10:50 PM

I found the perfect place to reminiscing, atau juga buat mancing ikan ikan kecil yang bersarang dibawah batu batu besar ini. Love this.

Sent From my iPhone 3GS

Read More..

Passengers

at 10:13 PM

Beginilah jadinya kalau twist sebuah film sudah terlebih dahulu gue tahu, alhasil kesan "surprise"-nya jadi sangat sangat berkurang, dan lebih enegnya lagi twist itupun terasa sangat bodoh dan dipaksakan maka jadilah film ini sebagai film Anne Hathaway dan Patrick Wilson terburuk yang pernah gue tonton.

Seorang therapist bernama Claire (Anne Hathaway) ditugaskan oleh mentornya untuk menangani penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat terbang yang uniknya tak ada satu orang pun dari mereka menderita patah tulang atau pun lecet, bahkan di film ini pun tak membahas masalah ini, dibiarkan menjadi plot hole, selanjutnya para penumpang tersebut hilang secara misterius, sedangkan Claire terlibat hubungan asrama dengan salah satu pasiennya.

Sutradara terlalu tergopoh gopoh dengan film ini, mengabaikan hal hal kecil, lihat saja scene ketika Claire marah pada pilot pesawat di airport semua orang melihatnya, sesaat kemudian 2 orang yang memancing emosinya hilang dan semua yang ada dibandara mengira iya gila, kalau akhirnya kita penonton digiring ke twist itu maka scene ini bener bener jadi plot hole.

Anne Hathaway punya wajah sangat digital, lol. Kemaren ada yang nanya ke gue, "apa arti wajah digital itu ?" Kalo versi gue artinya adalah wajah terlalu cantik, kalau diem jadi emotionless, cocok sekali untuk jadi icon produk futuristik.

My rate 2/5 tapi karena Anne Hathaway sangat cantik sekali ratenya jadi 2,5/5. Lol.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Provoked: A True Story

Saturday, April 17, 2010 at 11:03 PM

Walaupun film ini mengangkat kehidupan wanita India, tapi tidak ada unsur nyanyian, tarian dan melodrama berat layaknya sebuah film Bollywood lainnya, itu karena setting film ini di UK dan crew serta sutradaranya adalah bule.

Meet Kiranjit Ahluwalia yang diperankan the most beautifull woman in Universe Aishwarya Rai, seorang wanita Punjabi, yang menikahi Deepak Ahluwalia (Naveen Andrews from Lost Series) imigran asal India yang telah menetap di UK. Awal pernikahan baik baik saja hingga Deepak mulai berubah dan melmperlihatkan belangnya, gampang marah dan melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) Kekesalan Kiranjit pada suaminya berujung dengan membakar suaminya yang tengah tidur, selanjutnya hukum berbicara, Kiranjit dipenjara hingga sebuah keajaiban terjadi.

Kesalahan fatal dalam film ini adalah casting, seorang wanita keturunan India yang bekerja di lembaga bantuan hukum, melihat backgroundnya lahir dan besar di UK, tapi aksen nya sangat english nehi nehi, what a yuck, and she said she doesn't know how to speak Punjabi. Lol. Character selebihnya sech ok ok saja.

Film ini sebenarnya bisa berpotensi lebih bagus, namun dengan penggarapan standar maka film ini terlalu datar.

My Rate : 3/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Julie & Julia

Friday, April 16, 2010 at 2:56 AM

I found Amy Adams sexy, women who can cook is sexy, walau tampil sebagai wanita muda yang rada labil akan tujuan hidupnya mau ngapain, but I still found her sexy in the kitchen. Lol.

Meet Julie and Julia, dua wanita yang berada pada dua waktu yang berbeda, punya hobby yang sama yaitu masak. Film ini dibagi 2 latar belakang, yaitu France and US. Julie yang stay di Amerika ini adalah ibu rumah tangga biasa, pekerjaan biasa biasa saja, dan terkadang labil, karena suka masak dan menggemari seorang Julia Child dengan masakan perancisnya, maka Julie pun membuat project pribadi sebuah blog di internet dimana ia akan memasak semua resep masakan Julia Child dan menuliskan pengalamannya di sebuah blog, wah projectnya bener bener menyindir gue dengan project pribadi #365shots.

Merryl Streep hadir sebagai Julia Child, wanita yang pinter masak dan menulis sebuah buku masak yang sangat terkenal hingga saat ini, punya suara yang sangat unik.

Melihat castnya jadi inget Film doubt yang juga mempertemukan Amy Adams dan Merryl Streep, tapi yang ini lebih ringan, so kalau kamu suka masak dan semangat hidup, film ini sangatlah wajib.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 64 #365shots We Bridged The Nation

Thursday, April 15, 2010 at 10:17 PM

Kalimat itu terpampang diatas kapal besar yang sanggup memuat beberapa mobil dan truk dengan jalur sibolga pulau tello, tapi sebenarnya yang menarik perhatian gue adalah langit cerah diatasnya ... Lol.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Where the Wild Things are

at 12:29 AM

Film ini membuat gue berkaca, ada banyak sisi kepribadian dalam satu karakter manusia, pun gue punya sisi baik dan sisi jelek, dan inilah yang membuat hidup mempunyai plot plot aneh yang tidak dimengerti oleh manusia itu sendiri, plot itu menghasilkan drama kehidupan, dan apalah warna hidup tanpa drama. :)

Meet Max, bocah labil yang diasuh oleh seorang ibu single parent, hobbynya adalah membuat goa dalam tumpukan salju, di opening scene di gambarkan bagaimana ia bercanda dengan teman teman kakaknya yang berujung hancurnya goa salju buatannya, aksi balas dendam dilakukan dengan merusak kamar kakaknya, aksi labil berikutnya berujung pada emosi sang ibu "you need to control your self", Max lari dari rumahnya dan berlabuh pada sebuah dunia imaginary ala Spike Jonze, dimana terdapat beberapa makhluk aneh berkoloni disebuah pulau, mereka mempunyai karakter atau sifat layaknya manusia, punya amarah rasa dendam,kasih sayang dsb. Di pulau itu Max berhasil jadi Raja buat komunitas itu, tapi apakah dia berhasil menjadi pemimpin ?

Film dengan plot cerita sangat sederhana, namun mempunyai pesan yang bagus, di visualisasikan dengan baik oleh Spike Jonze, gue belum baca novelnya jadi gak bisa membandingkan apakah creatures itu hasil imajinasi Jonze atau dia hanya mengimplementasikan apa yang ada di novel. Great music score menambah nilai plus film ini.
Punya ponakan atau anak yang bandel, silahkan nonton film ini bersama sama ... :)

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Surrogates

Wednesday, April 14, 2010 at 12:25 AM

Menonton film ini membuat gue pengen mempunyai robot surrogate sendiri, bebas melakukan apa saja, tanpa harus memikirkan resiko berbahaya dalam melakukan kegiatan sehari hari. Idenya adalah tubuh asli kita dihubungkan dengan sebuah peralatan canggih yang kemudian mentransfer jiwa (soul or whateverlah) kesebuah robot yang dibuat seperfect mungkin, setelah ditransfer sang robot pun dapat melakukan apapun juga seperti layaknya manusia, including sex ... :)

Adalah Tom Greer (Bruce Willis) dan partnernya mengusut kasus tentang pembunuhan surrogates yang berdampak terbunuh juga manusia asli yang berada dirumah (ribet ya bahasa gue), kasus ini membawa mereka ke daerah non surrogates yang hanya di huni oleh manusia asli, bentrokan antara surrogates dan manusiapun pecah, dicurigai pelakunya mempunyai senjata super canggih yang tentu saja dapat menghancurkan masa depan surrogates dan manusia yang mempergunakannya.

Gue bukanlah fans berat film dengan genre genre futuristik, pun film ini gak bakal masuk daftar favourite gue, gue hanya suka ide surrie atau surrogates, manusia seperti diberi pilihan akan hidup, mempunyai bentuk yang sempurna, dan mempunyai rasa aman dalam melakukan apa pun juga, tapi apalah artinya hidup tanpa drama, bener khan ???

Surrogates Bruce Willis tampil lebih muda dengan kulit super kenceng, pun dengan Radha Mitchel dan Rossamund Pike, sempurna. tim make up sepertinya melapisi kulit mereka persis seperti plastik, I like this.

The bad thing about this movie adalah endingnya yang kurang greget dan seperti dipaksakan untuk cepet selesai. I guess this movie won't stuck in my mind.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 63 #365shots Monster Nyamuk

Tuesday, April 13, 2010 at 10:30 PM

Lihat saja bekas gigitan nyamuk monster di kulit Annisa ini, bentol bentol merah dan sudah pasti lengkap dengan gatelnya, kesian sekali dia.


Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Men Who Stares At Goats

Sunday, April 11, 2010 at 10:44 PM

Lihat posternya, Kambing naik pangkat dan disejajarkan dengan George Clooney, Ewan McGreggor, Jeff Bridges, Kevin Spacey, lantas apa keistimewaan Kambing ini ??? TIDAK ADA.

Menonton film ini membuat saraf saraf diotak gue tersumbat, pusing memikirkan apa makna dari film ini, terlalu phylosofikah ? Terlalu science kah ? Gak ngerti, satu kata buat film ini, Absrud. Lol.

Meet Reporter Bob Wilton (Ewan McGregor) yang bela belain ke Iraq untuk mencari Lyn Cassidy (George Clooney) yang tergabung dalam satu pasukan amerika divisi Pyschic, gak tahu juga kalau divisi ini emang bener bener ada atau khayalan semata ?, divisi Pyschic ini disebut juga sebagai "Jedi Warriors" mereka dilatih keahlian parapsychological, (???) Ow ok gue nggak ngerti apa maksud kata itu. Lol.

Film ini mempunyai alur maju mundur, dua jaman digabungkan, pertama adalah scene petualangan McGregor dengan Clooney di Iraq, plus scene yang menceritakan awal mulanya pembentukan pasukan amerika divisi Psychic ini pada tahun 1970 oleh Jeff Bridges.

Lantas apa hubungan Kambing dengan semua ini ??? Untuk penjelasan sedikit, kambing ini adalah object experimental divisi tersebut, dan scene hanya dijelaskan pada babak terakhir film ini.

Banyak sekali elemen elemen yang sulit gue mengerti dari film ini, sepertinya emang butuh penjelasan lebih lanjutsss ... Anyone? Anytwo ? Anythree ? ... :)

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Volver

at 1:21 AM

Pedro Almodovar never fail me, Tujuh filmnya udah gue tonton, mulai dari jAtame (Tie Me up, Tie Me down), Kika, La flor de mi Secreto (The Flower of my secret), Todo Sobre mi Madre (All About my Mother), Hable Con Ela (Talk to her) La Mala Education (Bad Education) dan Volver (Return) pun membuat gue puas.

Meet Raimunda (Penelope Cruz) dan adiknya, mereka mengunjungi kampung halaman dan sekalian nyekar di makam ibu tercinta, dan menyambangi rumah mereka yang dihuni oleh sang tante yang sudah tua, aneh rumah itu tertata rapi, dan lebih aneh lagi Ibu mereka yang telah lama meninggal tiba tiba hadir kembali ... Serem khan.

Pedro Almodovar berhasil membuat film ini jadi gado gado dengan bumbu yang tepat, ada horor, lihat saja scene ketika Ibunya "datang", ada komedi ketika ibunya berpura pura menjadi orang cina, atau ada thriller ketika Raimunda membersihkan mayat suaminya yang dibunuh oleh anak kandungnya.

Dan lihat pula angle kamera yang indah ketika Penelope Cruz tengah mecuci piring, secara frontal Almodovar mengambil angle dari atas, maka terlihat indah dan besar sekali "Pay****a" Cruz, lol.

Penelope seperti biasa tampil cantik dan menarik, akting ala wanita spanyol dan bicara panjang lebar dengan memasukkan unsur emosi detiap kalimatnya, wondering bahasa spanyol itu emang keras dan tak terlalu romantis yah.

Uniknya ada beberapa twist yang dihadirkan Almodovar, mulai dari status sang anak Raimunda, penjelasan kehadiran Ibu yang telah lama meninggal, semuanya dijelaskan secara logic.

Nah ... Film ini emang sangat wajib ditonton.


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 62 #365shots Becak Motor

Saturday, April 10, 2010 at 5:24 AM

Hayo siapa yang meu ikut saya naik becak keliling keliling kota .... Tapi duduknya di ban belakang yah ... Lol.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Whip It

at 12:17 AM

Dan inilah debut penyutradaraan perdana dari Drew Barrymore, congratz ya sis, lol. Berasa ribet sebenarnya melihat sutradara ikut nongol juga di filmnya, double job istilahnya, tapi untuk Whip it, bolehlah kita tepuk tangan sebesar besarnya untuk Drew Barrymore ini.

Meet Bliss Cavendar (Ellen Page) abege tomboy yang oleh ibunya (Marcia Gay Harden) selalu di cekokin untuk ikut pemilihan putri-putrian, Bliss yang agak berkarakter pemberontak ini sebenarnya manut manut saja dengan peran dominan sang ibu, tapi tunggu ketika dia menemukan passionnya di Roller.

Ellen page emang selalu jadi magnet buat gue, say Juno, Smart People, The Tracey Fragments (walau gue puyeng lihat sequence sequence aneh), X man (gak penting juga sech dia disini), dan Hard Candy, semuanya memberi kesan cewek ini emang layak diperhitungkan, akting natural, punya ciri khas dan unlike any other girls macam Lohan dkk.

Film ini dipenuhi dengan aksi roller didalam sebuah gudang tua, asik juga sech melihat para weyce weyce bertarung dalam pertaringan Roller, dan walau sampe detik ini gue belum ngeh tata cara permainan roller ini.

Film ini sangatlah ringan, jadi gak perlu juga nonton pake mengernyitkan wajah.
Enjoy guys.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 61 #365shots Twitter

Wednesday, April 7, 2010 at 11:26 PM

dibanding facebook gue lebih demen dengan twitter, nggak ada waktu yang terlewati tanpa twitter, friendster dan facebook is so last year ... :)
Sent From my iPhone 3GS Read More..

Almost Famous

at 9:57 PM

Yupe, film tahun 2001 ini baru gue tonton 4 hari yang lalu, menyesal, kenapa tidak dari dulu gue menonton film ini, good music, good storyline, it makes me wanna live as a Journalist, covered band tour, write a story about them, and of course Penny Lane by my side.

Bersetting tahun 70-an, meet William Miller seorang pelajar SMA dengan kepintarannya berhasil digaet oleh majalah Rolling Stone untuk meliput tour sebuah band bernama StillWater, William Miller sesungguhnya masih anak mama, sepanjang tour sang ibu selalu menelusuri keberadaaan sang anak, menelpon hotel tempat menginap dsb, disaat bersamaan kehadiran Groupies atau kata sopannya Band Aids membuat suasana lebih Meriah, Penny Lane adalah band aid yang sanggup menarik perhatian vocalist Stillwater dan pun William Miller.

Tahun 70-an di Amerika sepertinya menjadi era kebangkitan Rock and Roll namun gak jarang orang tua Amerika merasa band rock menjadi semacam pengaruh buruk, pun nyokap William Miller merasa ketar ketir ketika melepas anaknya dengan band Stillwater tsb.

Buat gue perjalanan William Miller bersama band adalah proses pendewasaan diri, secara mental dan pemikiran, menemukan cinta pertama, I wish I had his life .. :)

Kate Hudson sangat gemilang dan cantik di film ini, setelah itu entah kenapa filmnya ambruk seambruknya, terakhir nonton Fools Gold, dan film itu bener bener fools.

Kesimpulan, film ini sangat wajib di tonton, one of the best sedekade yang lalu.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Management

Tuesday, April 6, 2010 at 11:31 PM

Belum pernah Jennifer Aniston sebegitu mengecewakannya buat saya, mari kita lihat daftar daftar filmnya yang pernah gue tonton, Picture Perfect, walaupun tidak booming tapi lumayan menghibur, The Good Girl masih bisa gue terima, Bruce Almighty lumayan lah, Allong came Polly gue suka, Derailed jawaranya, Marley and Me sangat menyentuh, He's just not that into you bagus banget, Tapi di film "Management" bareng Steve Zahn ini emosi gue memuncak, ingin rasanya men-skip film ini secepat kilat dan masuk ke endingnya. Sigh.

Meet Sue (Jennifer Aniston) seorang sales benda benda seni yang tugasnya selalu berpindah pindah, suatu saat menginap di sebuah motel, anak pemilik hotel (Steve Zhan) yang menjadi Night shift manager motel itu jatuh cinta, dan melakukan hal hal konyol untuk dapat berbicara dan menggoda Sue, usahanya berhasil, tapi Sue menganggap bahwa hubungan mereka hanyalah casual sex semata, dilain pihak Steve Zhan ( I forgot his character name) merasa tertantang dan terus mengejar Sue ... :)

Jennifer Aniston duduk dibarisan aktris sekaligus executive Producer film ini, langkah yang tepat untuk naik posisi, cuman kenapa harus film ini yah jadi debut produksinya ???

Steve Zahn, di beberapa scene emang lucu sech, cuman tetep aja nggak memorable, gue menemukan film ini seperti nanggung disegala hal, dan yang pasti adalah tidak ada chemistry antara Steve Zahn dan Jennifer Aniston. Basi basi dan Basi ... :)

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Hurt Locker

at 2:18 AM

Jauh sebelum menang Oscar, dvd nya tersimpan rapi dalam kantong belanjaan dvd bajakan, gak ada ajakan manis untuk menonton film ini, pun setelah menang oscar, dvd nya masih tersimpam rapi, dan baru punya kesempatan nonton beberapa hari lalu, better late than never khan ... :)

Meet Sergeant First Class William James, seorang prajurit Amerika yang bertugas di Iraq, tugasnya adalah yang paling berbahaya, menjinakkan bom, selalu berada disituasi menegangkan, hal ini sedikit mengubah character mereka dan mempengaruhi kerja tim.

Agak ribet membayangkan Katherine Biggelow harus men direct film perang semacam ini, scene bom meledak di visualisaikan secara detil, plus camera bergaya handheld (baca goyang goyang) walaupun agak kurang mengenakkan mata gue, tapi seorang teman beralasan shaky ini lebih kearah pendekatan biggelow ttg suasana perasaan para prajurit tersebut ketika berhadapan dengan bom (baca maut).

Semua character difilm ini adalah laki laki, so ini jadi tantangan juga buat Biggellow men-direct aktor aktor pria, dan dikasus ini sepertinya dia berhasil, Oscar ditangan sudah pasti membuktikan ini semua.

So, apakah film ini berhasil dimata gue? Untuk sementara waktu gue jawab "enggak" itu karena baru sedikit film oscar 2010 yang gue tonton. Sangat tidak bijak yah kalau gue nilai sekarang. :)


Sent From my iPhone 3GS Read More..

This Is It

Sunday, April 4, 2010 at 10:33 PM

Nggak bakal gue pungkiri kalau Michael Jackson memanglah seorang King of Pop, lupakan scandal, lupakan gossip, lupakan rumor, lupakan semua misteri yang ada, nikmati hasil karyanya yang telah banyak mengubah dunia.

This is it adalah dukemuntari yang berkonsentrasi pada latihan Michael Jackson untuk konsertnya dan itu diambil beberapa jam sebelum "kepergiannya", nggak nyangka aja di sesi latihan, MJ terlihat baik baik saja.

Ada banyak lagu terkenal yang selalu masuk dalam playlist gue diantara, "They don't really care about us, Bad, Smooth Criminal, History, Human Nature, The Way you make me feel, I'll be there, Thriller, who is it, beat it, Black or White, Earth Song, Billie Jean dan Man in the mirror, selebihnya gue kurang familiar.

Concert yang disutradarai oleh Kenny Ortega ini sepertinya bakal menjadi konser mewah dan terbesar, dengan tata panggung yang super wah, dancers yang diaudisi dari berbagai negara, kalo dilihat dari gaya pemngambilan gambarnya memang gak terlalu bagus dan teratur, tapi cukup dimaklumi juga memgingat ini adalah dokumen pribadi MJ yang memang bukan untuk viewing ke public.

Finally, Good Bye MJ, you're still the King in my heart. Senang bisa tumbuh dengan lagu lagu mu.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 61 #365shots Pipi Gembul

at 1:24 AM

Meet Nisa Wardah, anak sodara gue, pipinya super tembem, kulitnya putih, tidak cengeng, dan kerjanya hanya tidur main dan mimik cucu ... Lol

Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Informant

at 12:58 AM

Di cover DVD bajakan yang gue beli terpampang sosok Matt Damon berpose seperti Agen Rahasia dan dibelakangnya ada 2 orang cewek berpose ala model dengan baju ala agen rahasia dengan beberapa bagian terungkap, lol. Dan setelah menonton film ini hampir 2 jam, gue bener bener merasa dibodohi dengan extra figure dua cewek di cover DVD, oh ternyata mereka hanya meramaikan cover dvd saja .... Sigh.

Tanpa pernah membaca review sebelumnya, gue pun menonton film ini, sumpah nggak ngerti diawal, Mark Whitacre ini mau nya apa ??? Jalan pikirannya seperti apa ??? Tapi gue akuin kehebatannya dalam berbicara, semua orang pasti percaya. Bahkan detector pengecek kebohongan pun dapat dikelabui, nah selanjutnya silahkan tonton sendiri, agak sulit buat gue mereview plotnya.

Buat gue film nya sendiri terlalu banyak omong dan lelet, Steven Sodebergh lebih konsentrasi pada inti cerita walaupun gue cukup puas dengan endingnya. Apalagi dapat satu pengetahuan tentang Price Fixing dalam sebuah Industri, detilnya adalah beberapa perusahaan yang memproduksi satu jenis produk menetapkan harga jual yang tinggi secara bersamaan, dengan begitu konsumen tidak punya pilihan lain, yang menang bukan konsumen tapi produsen. Begitu kira kira pengertian Price Fixing.

Kesimpulan, not the best from Steven Sodebergh dan Matt Damon. Imho loh.


Sent From my iPhone 3GS Read More..

True Blood Season 1

Saturday, April 3, 2010 at 1:12 AM

Gue emang kena kutuk Vampire Bon Temps, bayangin aja sampe avatar pun gue bela belain mirip Vampir, Lol. Padahal gue gak terlalu suka dengan film film bergenre Vampire, pun New Moon belum ada gue sentuh. Lol.

Meet Sookie Stackhouse (Anna Paquin) seorang cewek yang bekerja sebagai pelayan bar di Loisiana, punya bakat khusus dapat mendengarkan pikiran orang lain, dan pada suatu saat kedatangan seorang Vampire bernama Bill, nah sejak saat itu banyak terjadi pembunuhan di Bon Temps, Sookie dan Bill disudutkan, masyarakat menuduh bahwa dalang semua kejadian aneh adalah Vampire. Cerita simplenya sech begitu, tapi banyak dibumbui pernak pernik lain yang dapat membuat gue addict dengan series ini.

The good thing about this series ini adalah Anna Paquin sudah tentu, terakhir melihat dia hanya di X-Man, banyak adegan vulgar ... Lol sejadi jadinya, banyak istilah istilah unik, fang bangers, true blood dengan varian o positif or o negative, V juice, shape lifter, dll.
Opening song dari Jace Everrett - Bad Things dan sekarang lagu ini udah masuk di playlist gue.

The Bad thing about True Blood, aksen louisiana-nya yang sangat kental dan menganggu telinga gue, rasanya ngomong selalu pake emosi, dan kedua tentu saja ending season 1 yang terlalu maksain.

Dan sekarang gue udah gak sabar "I wanna do bad things with season 2" lol ... Maksa banget yah.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 60 #365shots Another Sunset

Friday, April 2, 2010 at 6:54 AM

Kali ini ngambil lokasi yang beda, tapi tetep aja kehilangan moment dan terhalang oleh pulau kecil, besok besok cari spot lain ah .. :)

Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Ramen Girl

at 6:13 AM

Akkhhh film ini tidak seenak ramen, malah lebih enak mie ayam yamin dan bakso, lol.

Untuk mengenang almarhum Brittany Murphy maka beberapa malam lalu gue menonton film "The Ramen Girl" ini, sayangnya ekspektasi yang terlalu tinggi membuat gue terhempas dan serasa melahap ramen tanpa bumbu sedap.

Meet Abby (Britanny Murphy) seorang wanita muda kaya yang bela belain ke Jepang untuk bertemu pacarnya yang bekerja disana, namun kedatangannya disambut kurang ramah oleh sang pacar dan malahan ditinggal begitu saja ke kota lain, ditengah rasa kesal, Abby masuk ke sebuah Restoran Ramen, yang ajaibnya makanan ini bisa membuat orang merasa bahagia, sejak saat itu, Abby pun bertekat belajar memasak Ramen, segala usaha dilakukan supaya pemilik restoran mau mengajarinya Masak.
Dan plotnya pun ditambah dengan menghadirkan cowok Jepun yang sanggup memikat hati Abby.

Tag line nya adalah "in food as in life, sometimes the missing ingridients is love" sepertinya membuat film ini terpuruk dimata gue, bayangkan tag nya malah tidak sesuai dengan film ini, alasan gue adalah Abby belajar pada Seorang Sinshe yang ahli ramen, salah satu ingridients yang membuat Ramen adalah Cinta, padahal sinshe itu sendiri malah membenci anak kandungnya dan hobi minuman keras, mestinya kalau ingridients ramen adalah Love, maka hasil masakan sinshe itu tidak akan membuat orang tertawa dan bahagia memakannya. Plot yang sangat lemah.

Akting Brittany pun tak kalah buruknya, nangis dengan gaya komikal lebay, menye menye. Kehilangan selera gue menonton The Ramen Girl. Au ah ... Jadi laper mending beli Mie Yamin dulu ... Lol.


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Day 59 #365shots TrueBlood Fans

Thursday, April 1, 2010 at 7:10 AM

I am True Blood fans, dan koprek koprek camera di ipun maka jadilah Vampire wannabe ini .. Lol


Sent From my iPhone 3GS Read More..

An Education

at 12:14 AM

Kalau film ini di Indonesiakan maka judul yang paling tepat adalah "ABG yang Terpedaya" lol atau mungkin "Ki5aH 53dIh Al4y" .. Lol lagi.

Melihat film ini jadi inget zaman SMA dimana beberapa temen gue pacaran dengan pria matang atau lebih tua, ada yang kuliah ada juga yang sudah kerja, dan tak jarang hanya menjadi cinta satu semester, entah apa alasannya banyak yang putus, nah film ini mengulas abis kisah cewek SMA yang terlibat asmara dengan pria lebih tua.

Meet Jenny (Carey Mulligan) seorang anak SMA di London berusia 16 tahun, pinter dan berprestasi, dan tujuan hidupnya adalah "Read English in Oxford" but wait until she meets David (Peter Sarsgaard) seorang pria matang berusia 2 kali umur Jenny, dengan charm dan kelihaiannya berhasil menundukkan hati Jenny dan orang tuanya, membawa abg itu makan direstoran mewah, berjalan jalan ke Paris, dan akhirnya mengajak menikah, semua berjalan indah buat Jenny, namun sekolah merasa terganggu dengan hubungan Jenny dan David.

For me, Carey Mulligan punya wajah yang unik, tidak ada riasan lebay, bahkan ketawa nya pun enak sekali didengar di film ini, yang malah menganggu adalah Peter Sarsgaard, aksennya kurang british disini.

Walaupun film ini punya pace yang lumayan datar dan lama, tapi film ini wajin ditonton para abegeh, buat pembelajaran hidup ... Lol.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com