300 Days of Summer

Wednesday, December 23, 2009 at 5:58 AM

Author's Note : This following review is a works of fiction, Any resemblance to person living or dead, is purely coincidental, especially you Jenny Beckman, Bitch.

Ngakak guling guling baca opening film ini ??? Who the hell is Jenny Beckman ??? Is she Summer in real life ??? Guess I have to google it now.

I'm gonna make a confession, I like Zoey Deschannel but I don't like her performance (baca gaya actingnya) di beberapa film. I mean this girl is always "cengengesan" even she got serious character, liat saja The Happeningnya M.Night Syhamalan, udah jelas jelas dunia kena virus aneh dia masih sanggup cengengesan dan sok imut ketika orang orang berusaha menyelamatkan diri, tapi sekarang gue berpikir sepertinya bentuk dan mimik wajahnya saja yang begitu, OK gue berusaha mengerti deh ... At least because she is pretty.

Nonton film ini gue gak baca reviewnya tentang apa, yang ada dipikiran adalah Summer is the season dan berlangsung hampir setahun ... Wekss, ternyata salah Cause Summer adalah seorang wanita cantik yang sanggup bikin Tom Hansen (Joseph Gordon Levitt)stress bingung dan frustasi.

Summer ini sebenarnya tipe independent, I have so many friend yang so independent like her, and sometime she doesn't believe in love and relationship. Sementara itu Tom Hansen tipe yang pengen "terikat" bukan hanya sebagai sex partner. Dan karena inilah hubungan yang berlangsung 300 hari diwarnai tensi yang turun naik tak jelas.

I love flash back dan fast forward scene difilm ini, hari 1 bisa terskip ke hari 200 dan kemudian turun ke hari 100 dengan plot yang tetap terjaga. Belum lagi sequence sequence aneh yang ditampilkan terkadang dalam warna hitam dan putih dan semuanya disesuaikan dengan mood Tom Hansen.

Gue seneng ketika my old time favourite movies The Graduate dihadirkan diawal dan diakhir scene, it was so MILF. Kwkwkw. Dan kocak ketika dijelaskan bahwa Tom Hansen memiliki pengertian yang salah tentang film ini.

Beberapa hari lalu gue sempat berpikir untuk membandingkan film ini dengan Eternal Sunshine of spotless mind, dan maaf sepertinya 300 days is way better.

Marc Webber bener bener bikin gebrakan di film ini, wondering apakah dia mau bikin sequel dengan judul 300 days of Winter ??? *ngarep

And as for the ending , tidak seperti comedy romantis Hollywood lainnya, film ini bener bener real, dan setelah nonton film ini you can say film ini kok kayak gue banget yah ..... Cause life is not about happy ending.

One of my favourite.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

1 Responses to 300 Days of Summer

  1. Kania Says:

    kk ciel.. itu 500, bukan 300 :D

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com