Garuda di Dadaku

Monday, March 1, 2010 at 10:59 PM

Sudah lama banget rasanya gue gak nonton film anak anak, kalau tidak salah terakhir adalah Denias , dan yang satu ini seperti film anak anak lainnya memberikan sejumlah pesan yang baik dengan visualisasi ringan yang dapat dicerna oleh anak anak.

Bayu dan Heri adalah dua sahabat yang hobi sekali dengan sepakbola, Bayu sebagai pesepak bolanya sedangkan Heri dengan "keterbatasan" bertindak layaknya seorang manager, konflik datang ketika kakek Bayu tidak senang dengan cucunya yang terlalu hobby sepakbola, itu dilakukan karena trauma anaknya (ayah bayu) yang kurang sukses karena profesinya sebagai pemain biola, main kucing kucingan dilakukan Bayu dan Heri untuk dapat masuk ke club sepakbola anak Arsenal.

Banyak pesan bagus, buat orang tua seharusnya mengerti kemampuan dan hobby anak dan tidak mempush mereka kearah yang di inginkan, membenai mereka dengan les sana sini.

Pesan persahabatan juga ada di sini, janganlah gara gara bola persahabatan bisa berantakan.

Maudy Koesnaidy menjadi ibu Bayu, porsinya tidak banyak di film ini, IkrarNagara sebagai kakek menjadi potret orang tua yang kaku dan trauma.

Secara tekhnis film ini biasa saja, tidak ada scene scene istimewa ditawarkan, malah scene di stadium bola sangat sepi penonton, sehingga kesan prestige masuk klub bola itu jadi berkurang, itu mengingat usaha bayu dan heri yang mati matian masuk ke club itu.

Bravo buat tim produksi yang telah mempersembahkan sesuatu buat anak anak Indonesia.


Sent From my iPhone 3GS

0 comments

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com