Sent From my iPhone 3GS Read More..
Day 58 #365shots Sunset
|
0
comments
|
Paa
Seperti biasa film Bollywood emang selalu berdurasi diatas 2 jam, pun dengan film ini, menghadirkan Amitha Bachan dan Abhishek Bachan, Ayah dan anak di dunia nyata, tapi di film Paa ini peran mereka diputer, Abhisek menjadi ayah, dan Amitha jadi anak. Film yang mengulas hubungan Ayah dan anak ini terkesan lambat, bahkan mencapai titik permasalahan baru dimulai ketika film sudah berjalan satu jam, bayangkan satu jam pertama hanya mengulik latar belakang semua masalah, good thing adalah tidak ada scene dimana para aktornya akan menari nari ditaman atau berlari larian, apakah Film Bollywood tengah berbenah dan memperluas pasarnya, at least setahu gue My name is Khan dan 3 idiots dapat tempat dihati banyak penonton.
Tim Make up berhasil mempersembahkan Amitha Baachan dengan kepala plontos dan wajah yang dipermak total, you wouldn't even recognice him, tapi masalahnya jika ada scene dengan teman teman sdnya maka agak janggal melihat tubuh Amitha Baachan lebih tinggi dan besar padahal mestinya dia sama dengan teman temannya yang lain.
Ekspektasi yang terlalu besar bikin gue lumayan kecewa dengan hasil film ini.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 57 #365shots Stairway to Heaven
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Rec 2
Masih bersetting di apartment yang sama seperti di Rec 1, film ini secara timeline bener bener melanjutkan Rec 1, namun kali ini menghadirkan Tim SWAT yang dipimpin oleh seorang komando dimana dia yang bisa membatalkan atau melanjutkan misi tersebut, misi mereka adalah mengambil sample darah seorang wanita yang diduga sebagai dalang penularan virus zombies. Beda dengan Rec 1 dimana tidak ada penangkal zombie, maka di Rec 2 ini Salib dan ayat ayat suci menjadi penangkalnya.
I like handhel movie, tak kurang Cloverfield, Rec dan produksi Indonesia 'Keramat' pun gue suka, kelebihan Rec 2 ini adalah banyaknya angle kamera yang dihadirkan, itu karena setiap orang dipasangin kamera di helmet yang langsung mengirimkan sinyal ke kamera induk, alhasil kita bisa melihat point of view masing masing karakter.
Melihat endingnya, terbuka kemungkinan bakal ada Rec 3 dengan harapan punya kualitas lebih menyeramkan dari Rec sebelumnya.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 56 #365shots Nabati
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
The Blind Side
Layaknya Juno, film ini tampil apa adanya, gak ada polesan drama lebay nan mengharu biru, semua ditampilkan natural, walaupun begitu gue gak melihat akting sempurnanya Sandra Bullock, setidaknya gue membandingkan aktingnya Marrion Cottilard di La Vien En Rose tahun lalu yang cukup bikin merinding. Ya sudahlah mungkin keberuntungan lagi berpihak sama Sandra Bullock.
Film ini adalah biography Big Mike atau Michael Oher seorang pemain NFL amerika, berasal dari keluarga kulit hitam yang berantakan, pada saat SMA tinggal di gedung olah raga, dan di cap bodoh oleh para guru-gurunya, namun tangan hangat seorang wanita kulit putih membuat hidupnya cerah.
Based on true story, malah di ending footagenya diselipin foto asli Michael Oher berserta keluarga angkatnya, cerita ini menanamkan rasa kasih sayang kepada sesama membuahkan hasil yang indah.
Walaupun gak masuk daftar favourite saya tapi film ini wajib ditonton .. So HeartWarming.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 55 #365shots Kelereng
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Romeo Juliet
Dari judulnya aja sudah pasti film ini diadaptasi dari karya William Shakespeare, yang membedakannya adalah settingan dan ending, bersetting dijakarta dan bandung, dan berlatar belakang cinta terlarang dengan ending yang berpihak pada kekerasan para supporternya.
Disutradarai oleh Andy Bachtiar Yusuf, film yang menceritakan cinta terlarang dua supporter bola, oooppsss ini bukan cinta maho maho yah, tapi cinta cewek dan cowok yang kebetulan supporter bola. Layaknya Green Street Hooligans film ini tidak memperlihatkan permainan bola dilapangan tapi lebih terkonsentrasi pada kebringasan para supporternya, jadi yang ngarepin ada scene "main bola"nya ya siap siap aja kecewa.
Menonton film ini membuat gue menyimpulkan seberapa fanatiknya seseorang terhadap bola dapat mengubah jalur hidup dan pandangan hidup, dimana grup kesayangan seperti menjadi menu makan setiap hari, berkutat pada hal hal itu saja, kefanatikan dan sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. I guess I'm not gonna do something like that. Amien.
Tadinya gue berpikir sex scene di film indonesia yang paling hot yang pernah gue tonton hanya ada di "Mereka bilang, saya monyet" tapi kenyataannya penggabungan scene riuh supporter dan sex scene di sebuah ruangan distadion bener bener bikin hot, thums up buat dua aktornya yang sanggup melakukan scene scene itu.
Tapi tak kurang blooperpun hadir, mic yang bergelantungan tiba tiba hadir di scene ketika emak melepas kepergian Desi di depan pintu, kesalahan sederhana tapi cukup ganggu.
Denger khabar sang Sutradara sekarang lagi bersiap siap dengan project terbarunya berjudul "Hope" yuk sama sama berharap ada peningkatan kualitas ... :)
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
1 comments
|
Meraih Mimpi
Animasi sebenarnya bukan genre favourite gue, jadi ketika menonton film ini I put my face on a flat expression, but sometime I enjoy Gita Gutawa's song, she is so talented, selebihnya .... I really wanna skip the movie at all.
Adalah dua saudara, dimana kampung halaman mereka akan dihancurkan oleh sekelompok orang, dua saudara yang bahu membahu dengan para hewan hewan yang dapat berbicara menghalangi semua usaha itu, cerita yang sangat simple.
Secara grafis mungkin tidak terlalu luar biasa jika dibandingkan dengan produk Pixar, tapi kalo ini emang awal buat animasi Indonesia sepertinya lumayan menjanjikan, as far as I know Dia Dinata rela menjadi Producer untuk film ini.
Beberapa character ditampilkan menyerupai wajah aktornya sendiri, dan Cut Mini lagi lagi tampil dengan bahasa Melayunya. Entah alasan apa harus memakai aksen ini.
Kesimpulan: I don't think I'm going to watch it again.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 53 #365shots Pesawat NBA
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
2
comments
|
Karma
Awalnya gue meletakkan ekpektasi yang cukup berlebihan di film ini, maklum melihat judulnya yang simple dan tidak norak, bisa dibilang punya kelas dibandingkan dengan film horror kacangan macam ; "Hantu binal jembatan semanggi", "Hantu Puncak Datang Bulan" dsb.
Bagi gue Karma mengandung arti pembayaran atas dosa dosa yang pernah dilakukan, pun di film ini punya gambaran yang sama, terkonsentrasi pada keluarga keturunan Tionghoa yang seperti dikutuk, mengingat tidak ada satu pun dalam keluarga itu perempuan yang hadir, lantas perbuatan apa yang mengakibatkan karma ini terjadi ???
Gue lupa semua nama karakter dalam film ini, so gue nyebut nama aktornya saja yah, Dominique dan Joe Taslim adalah pasangan yang akan berencana menikah di jakarta, setelah pergi ke Melbourne pasca kerusuhan mei 98, Dominique yang tengah hamil datang dengan sambutan gelas dari kakek mertuanya, selanjutnya bisa ditebak, hantu hantu perempuan mulai bergantian menghantuinya, betenya hantu itu bak banci taman lawang tampil dengan make up an standard hantu plus intense kehadirannya terlalu sering, terus terang gue sama sekali merasa tidak serem.
Tapi uniknya adalah film ini lumayan punya kekuatan cerita dan unik, ada info seputar kebudayaan Tionghoa Indonesia yang gue dapat, dan sedikit menakjubkan adalah opening titlenya yang keren, tapi setelah itu kebanting, karena tidak ada scene scene istimewa ditampilkan.
So masih worth it kah menonton Karma ini ??? Bagi gue film ini masih layak kok jika dibandingkan Horror komedi yang gak jelas juntrungannya.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 52 #365shots Rancu
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
1 comments
|
Day 51 #365shots TapLau
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 50 #365shots Tajamnya Bagonjong
Melihat ujungnya yang sangat tajam, ngeri juga kalau lagi memperbaiki genteng tiba tiba nyangkut di ujungnya .. Lol
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
King
Dengan plot yang hampir sama dengan Garuda di Dadaku, menceritakan dua anak kecil yang bersahabat, punya hobby olah raga yang sama, Badminton, punya orang tua yang keras, terus dibumbui dengan cewek cantik sebagai pelengkap yang manis, dan sudah tentu usaha kedua sahabat itu menggapai cita cita mereka, bener bener mirip khan ???
Pembeda keduanya adalah output yang lebih indah di KING, menampilkan keindahan alam Bondowoso dengan rusa rusanya, ditambah angle indah dari berbagai sudut termasuk view from top yang pake helicopter kayaknya, semua disajikan sama Ari Sihasale, menurut gue sutradara yang lumayan menjanjikan.
Music score dikerjakan oleh Aksjan Syuman dan Titi Sjuman, hasilnya film ini jadi lebih berbobot.
Yang sedikit menganggu gue adalah pemilihan main cast yang kurang bikin simpatik, I don't know there is something in his face yang kurang aja, lol. Walaupun secara akting is way better than Garuda di Dadaku.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 49 #365shots Angkot Gaul
Sepertinya disini semua berlomba untuk menjadi mobil angkot paling gaul, wondering ... Bakal balik modal gak sech ???
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 48 #365shots Sandal Alay
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 47 #365shots Jam Gadang
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 46 #365shots Barbershop
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 45 #365shot My Late Dinner
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 44 #365shots Rayhan
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Identitas
Dari awal sampe akhir film gue dijejalin dengan curhatan yang berkepanjangan oleh sutradara dengan long shot yang lumayan bagus, saking banyaknya curhatan itu gue sama sekali gak menemukan fokus curhatannya, bayangkan rumah sakit yang bobrok, penjualan organ tubuh manusia, penggusuran pemukiman, keluh kesah masyarakat minoritas keturunan cina, identitas ktp, sistem birokrasi pemerintahan yang berbelat belit, prostitusi, janji politik partai, dan banyak plot lainnya yang membuat gue pusing setengah mati.
Cerita seorang pembersih (?) Mayat dirumah sakit, tinggal dipemukimam kumuh dan bertemu dengan gadis keturunan cina yang tak punya tempat tinggal, ayahnya mengidap penyakit aneh, persahabatan mereka terjalin, namun tragedi dalam menemukan sebuah identitas berujung naas di film ini.
Ada apa dengan Aria Kusumadewa dan John De Rantau sampai sampai JDR punya scene khusus ??? JDR di maki maki dan characternya dibikin mati di film ini, so ini semacam jokes antar sutradarakah ??? ada yang menjelaskan gak ???
Yang gue kurang suka adalah gaya penyampaiannya yang aneh semisal scene dirumah sakit, operator bicara : "kepada pemilik kijang tua berwarna telor asin untuk dapat memindahkan kendaraannya karena ambulans gak bisa bergerak padahal pasien mau mati tau ... " Ow ok I don't find this funny. Dan banyak script ketir lainnya.
Scene spektakuler adalah long shot Rumah Sakit yang bagus, tertata rapi. Kedua sudah tentu adegan telanjang Leony, menurut gue cerdas, walaupun kemungkinan tidak full naked tapi efek blur yang dilakukan membuat gue sempat berpikir .. Wah leony Telanjang! Ini lebih baik daripada membuat scene dengan angle menipu. Great.
Jadi layak nggak sech film ini jadi yang terbaik, menurut gue "Nggak Sama Sekali", music score yang seadanya, tema yang gak fokus, bayangan kamera yang banci tampil dan banyak minus pointnya.
Film ini emang terlalu absurd buat gue.
Sent From my iPhone 3GS
Read More..
|
0
comments
|
Day 43 #365shots Kopi dan Lalat
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
American Idol Season 8
Juri jurinya, Randy Jackson, Simon Cowell, Paula Abdul, dan juri baru Kara DioGuardi yang lumayan memberikan warna baru, I like her style, I like her voice .. :)
And here are Top 10 American Idol season 8 :
1. Kriss Allen
2. Adam Lambert
3. Danny Gokey
4. Allison Irehata
5. Matt Girraud
6. Lil Rounds
7. Annop Desai
8. Scott McIntyre
9. Michael Sarver
10. Megan Joy
Correct me if I'm wrong yah .. :)
Everyone have their own unique voice. Kriss Allen bagus tapi suaranya sangat pop menurut gue, so kemungkinan dikarir musiknya yang akan datang, album pop would fit on him.
Lain halnya dengam Adam Lambert, Megan joy, Matt Giraud, mereka punya suara yang bener bener unik, gue bener bener kaget dan kagum dengan kemampuan suara mereka.
Jangan lupa juga drama ala American idol dihadirkan di Hollywood week oleh Tatiana del Toro dan kawan kawan, I laugh and I cried with them.
Kalau melihat para juri, sepertinya there's something between Paula Abdul and Simon Cowell, lucu melihat tingkah polah mereka, namun gak sebaliknya dengan Randy and Kara, they were good but sometime too nice.
Malam finale adalah malam yang paling seru, banyak sekali bintang tamu yang dihadirkan, not to mention penampilan "istimewa" dari Kara DioGuardi .. Nggak nyangka dia bisa melepaskan pakaiannya diatas panggung, bener bener menghibur.
Dan sekarang duduk manis menunggu season 9 nya selesai, lalu marathon sejadi jadinya.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Entourage Season 4
Masih ada Vincent Chase, Drama, Turtle dan E. 4 sekawan yang udah kayak biji, kemana mana pasti bersama, di season 4 ini tim entourage berkonsentrasi pada pembuatan dan marketing film terbaru Vincent Chase berjudul "Medellin". Ari Gold masih punya andil besar terhadap karir Vinnie, sayangnya porsi Sloan yang cantik dikurangi sama sekali ... Sigh.
Menonton film ini membuat gue punya point of view bagaimana sistem kerja aktor agen sutradara dsb di Hollywood sana, gak sesimpel ketika film film mereka kita tonton dibioskop ataupun di TV.
My favourite character sudah pasti Ari Gold yang diperankan sangat bagus oleh Jeremy Piven, kakarakter yang punya banyak energy, big mouth dan sangat hyper ... Lol.
Duka terbesar di film ini adalah film Medellin yang jadi andalan karir Vincent Chase gagal total di festival film Cannes, dan sekarang gue udah gak sabar pengen nonton season 5 nya, sudah tersedia kah ??? :)
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 42 #365shots Bakwan Kuah
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 41 #365shots Mey Lon
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 40 #365shots Kawasaki
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Jermal
Jermal adalah film yang mengusung sisi lain dari remaja remaja kurang beruntung di Indonesia serta mengupas hubungan antara bapak dan anak.
Adalah Jaya, seorang anak smp yang dibawa ketengah laut (Jermal) untuk dipersatukan kembali bersama ayah yang gak pernah diketahui keberadaanya, dalam Jermal yang diisi lebih dari 20 anak Jaya mendapatkan tekanan hebat dari para penghuni yang lain, di plonco, dilecehkan, dan lebih parah lagi tidak diakui oleh Ayahnya sendiri.
Dijermal tersebut Jaya berusaha bertahan, hasilnya adalah transformasi karakter dari lemah menjadi lebih keras dan pemberontak.
Sedih melihat keadaan anak anak jermal yang buta huruf, bekerja keras menangkap dan membersihkan ikan, potret yang jarang dikupas di televisi nasional. Malah gue terkesima pada salah satu scene dimana polisi datang memeriksa keadaan Jermal, memeriksa apakah ada anak dibawah umur yang bekerja, dengan santainya polisi dapat dikecoh atau pula polisi seakan menutup mata dan mendapat suap dari pemilik Jermal, who knows ... :)
Ini adalah film gelap, film lelaki, tidak ada cast perempuan di film ini, walaupun ada itu hanya diwakilkan dengan foto dan suara, 95 persen setting film berada ditengah laut, tidak ada script basa basi atau di dramatisasi, semuanya natural, bangga melihat akting Jaya yang berhasil disandingkan dengan om Didi Petet, pertarungan karakter ayah dan anak. Hasilnya seimbang.
Bravo buat semua pihak yang berani mengangkat tema berat semacam ini.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 39 #365shots Trolololololololo
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 38 #365shots Sekelumit Bajakan
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Fiksi
Meet Alisha, seorang anak orang kaya yang punya trauma melihat ibu kandungnya bunuh diri didepan matanya sendiri, seorang yang penyendiri, dan tentu saja Psikopat.
Ketika Barry (Donny Alamsyah) bekerja dirumah Alisha membersihkan kolam renang, saat itu pula dia naksir berat, sampe sampe menjadi stalker Barry, konflik hebat dimulai ketika Alisa pindah kesebelah kamar barry dirumah susun, satu satu tetangga mereka mulai terbunuh.
Melihat karakter Alisha yang modis, sepertinya dibuat sebagai penyeimbang karakternya yang gelap, sedangkan Barri layaknya anak muda kebanyakan punya cita cita sebagai penulis, titik lemahnya adalah sebagai penulis mestinya dia dapat menafsirkan ada sesuatu yang kurang beres dengan Alisa.
Banyak selipan selipan cerita semisal seorang bapak yang tidak mau memasuki rumah susunnya, karena kalau ia masuk berarti ia kalah dengan pertarungan dirinya dengan pemerintah yang semena mena merampas tanahnya dan dijadikan rumah susun. Atau kehidupan para Gay yang lumayan terbuka.
What I like about this movie adalah music score-nya yang sangat keren dan menyatu dengan film malah salah satunya stuck di otak gue.
Ada satu scene dimana Alisa menembak dirinya sendiri (dalam wujud alisa kecil) sepertinya banyak penafsiran disitu, gue masih belum ngeh, apa itu simbolisasi dari jiwanya yang memang sudah lama mati ... ???
One of my fave neh .. :)
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 37 #365shots Home Theater
Sent From my iPhone 3GS
Read More..
|
0
comments
|
Day 36 #365shots Capung Sekarat
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 35 #365shots Pohon Mati
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
The Photograph
Adalah Sita (Shanty) seorang penyanyi bar bernasib malang, dipalak teman sekampung gara gara utang, hidup terpisah dari anak semata wayang, dan kesulitan keuangan, lengkap yah, karena satu hal Sita harus pindah kost ke tempat sebuah rumah Pak Johan, seorang pria tua keturunan cina yang berprofesi sebagai photograper, kebersamaan mereka membuka banyak misteri tentang kehidupan Pak Johan yang sebatang kara didunia ini.
Shanty menjelma menjadi penyanyi bar yang terkesan murahan dan kampungan, penampilan terbaik diberikan oleh Pak Johan (Lim Kay Thong) aktor asal singapore cmmiw, yang bertransformasi menjadi Pak Johan, pria tua, photographer, penyendiri, menjalankan kepercayaannya dengan sangat kuat, dia pantas diganjar penghargaan untuk kategori akting terbaik. Imho loh.
Dengan durasi hampir dua jam Nan T Achnas gak bikin gue bosen, warna filter film yang terkesan suram menyatu dengan plot cerita, setting bangunan tua yang eksotis menambah kuat cerita, dan sudah tentu penampilan akting yang bagus dari para aktornya.
Definetly one of my fave.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 34 #365shots Tukang Lembur
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 33 #365shots Convert and Play
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Garuda di Dadaku
Bayu dan Heri adalah dua sahabat yang hobi sekali dengan sepakbola, Bayu sebagai pesepak bolanya sedangkan Heri dengan "keterbatasan" bertindak layaknya seorang manager, konflik datang ketika kakek Bayu tidak senang dengan cucunya yang terlalu hobby sepakbola, itu dilakukan karena trauma anaknya (ayah bayu) yang kurang sukses karena profesinya sebagai pemain biola, main kucing kucingan dilakukan Bayu dan Heri untuk dapat masuk ke club sepakbola anak Arsenal.
Banyak pesan bagus, buat orang tua seharusnya mengerti kemampuan dan hobby anak dan tidak mempush mereka kearah yang di inginkan, membenai mereka dengan les sana sini.
Pesan persahabatan juga ada di sini, janganlah gara gara bola persahabatan bisa berantakan.
Maudy Koesnaidy menjadi ibu Bayu, porsinya tidak banyak di film ini, IkrarNagara sebagai kakek menjadi potret orang tua yang kaku dan trauma.
Secara tekhnis film ini biasa saja, tidak ada scene scene istimewa ditawarkan, malah scene di stadium bola sangat sepi penonton, sehingga kesan prestige masuk klub bola itu jadi berkurang, itu mengingat usaha bayu dan heri yang mati matian masuk ke club itu.
Bravo buat tim produksi yang telah mempersembahkan sesuatu buat anak anak Indonesia.
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|
Day 32 #365shots Lampu Jalan
Sent From my iPhone 3GS Read More..
|
0
comments
|