The Lovely Bones

Friday, July 16, 2010 at 2:18 AM

Gue sepertinya masuk kategori penonton yang terkadang suka terbawa emosi dengan sebuah film, bahkan terkadang tak jarang beberapa karakternya pun gue benci, hal ini berlaku ketika Saoirse Ronan bermain di Atonement dan lumayan membuat jengkel, hal ini malah mengurangi simpati gue ketika dia dibunuh secara sadis di film The Lovely Bones, memang gue penoton yang LABIL.

Mari masuki sebuah tempat antara surga dan dunia nyata lewat mata seorang Susie Salmon, seorang abg berusia 14 tahun, yang dibunuh secara sadis oleh seorang pedofilia, keadaan seperti ini membuat Susie Salmon seperti berada di dunia fantasi yang dikreasikan oleh imajinasinya, bukan dunia bukan pula surga, dari tempat itu ia menyaksikan keluarganya berduka. Satu satunya cara supaya dia telepas dan berangkat menuju tempat terakhir adalah Mayatnya harus diketemukan.

Peter Jackson hadir kembali, namun maaf kali ini bukan sebuah karya master piece yang dipersembahkan, Lord of the Ring adalah mahakarya-nya, menonton The Lovely Bones searasa ada yang kurang buat gue, secara visual Peter Jackson memang paling jago, tapi dari segi karakter entah kenapa tidak ada yang berkesan, dimulai dari Saoirse Ronan, Mark Walbergh dan Rachel Weisz, deretan tiga aktor ini seakan kurang melengkapi alias hambar.
Ditambah tokoh pedofilnya yang kurang tergarap dan kurang pas.

My Rate : 3,1/5

Sent From my iPhone 3GS

1 Responses to The Lovely Bones

  1. Anonymous Says:

    penonton yg 'labil'.....
    tu tandany berhati lembut.....jd bs nerima film pa ja dn bs ngasih penilaian (subjektif?)

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com