Cinta Setaman

Saturday, June 26, 2010 at 2:22 AM

Tidak seperti "Pachinko" yang lumayan susah gue telaah, karya Hari Dagoe satu ini lebih dapat diterima semua kalangan, berjalan dengan mulus tanpa memberikan hambatan dalam pemahaman jalan ceritanya. Atau bisa dibilang lebih "ngepop".

Cinta Setaman adalah Sebuah film utuh yang dibagi banyak segment, namun semua karakter mempunyai tautan satu sama lain, walaupun beberapa diantaranya tidak memiliki tautan secara langsung tapi diending mereka dihadirkan dalam satu setting. (Agak maksa sech sebenarnya)

Cinta Setaman adalah cerita cinta universal, yuk gue review dikit persegmentnya yah :

Segment Pertama:
Seorang anak kecil yang bekerja sebagai tukang angkat barang dipasar, disegment ini belum jelas arah cinta yang dituturkan, tunggu sampe segment terakhir ketika sang anak terbengong bengong menyaksikan seorang wanita muda yang tengah senam.

Segment Kedua:
Dua saudara penjual dvd bajakan, salah satu diantara mereka sangat addict dengan kopi, kemungkinan ini bentuk cinta terhadap kopi (benda).

Segment Ketiga:
Seorang siswi SMA yang naksir berat sama gurunya, berkat kehidupan "bebas" Ibunya, siswi tersebutpun belajar cara menggoda sang guru, jangan lupa untuk menyaksikan segment ini karena ada scene istimewa dari Djenar MaesaAyu yang cukup membelalakan mata.

Segment keempat:
Seorang Jepang yang sangat mencintai seorang wanita Indonesia, dan rela melakukan hal terbodoh dalam hidupnya.

Segment kelima:
Seorang crew TV beranak 4 yang selalu dicerewetin sang istri ketika berada dirumah.

Segment Keenam:
Seorang kepala sekolah TK yang dirundung kerempongan pagi hari tiba tiba suaminya minta menikah lagi alias poligami.

Segment ketujuh:
Nah disegment ini sutradara kekurangan pemain sehingga memberdayakan dirinya sendiri, cerita berfokus pada seekor ikan arwana.

segment kedelapan:
Seorang Pria gay yang menjual diri dan uangnya diberikan pada ibu tercinta untuk naik haji.

Film ini bertabur bintang, sungguh agak rempong kalau menyebutkan satu persatu, yang lumayan dapat perhatian adalah Julia Perez yang menurut gue dia punya kemampuan berakting, penampilan berani oleh Djenar Maesa, Marsha Timoty yang tampil sangat cantik dengan jilbabnya, Atiqah Hasiloan yang juga tampil bagus.

Yang kurang menyenangkan buat gue adalah posternya yang sumpah tidak menarik sama sekali, dan terbukti Harry Dagoe kembali membuat poster "Melodi" persis seperti film film Hongkong kelas Z, segment yang terlalu banyak sehingga gue gak tahu harus fokus kemana, berikutnya adalah ending yang menyelipkan penjual kaki lima yang berkoar koar seputar keadaan bangsa yang mulai hancur dan diakhiri dengan kedatangan polisi, sungguh gak ada hubungannya dengan jalan cerita, entah apa maksud si Harry dengan scene ini.

Diantara komplenan seputar film ini, tetep gue respect, karena masih ada film yang bagus yang terus diproduksi di negeri ini.

My Rate : 3,1/5

Sent From my iPhone 3GS

0 comments

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com