Hannah Montana The Movie

Saturday, August 29, 2009 at 9:04 PM

A good thing about this movie is Hoedown Throwdon song and dance, selebihnya yah ...... :sigh:

OK ... Put your expectation as low as it could be, karena toh plotnya sederhana ala film film ABG Disney Channel. Milley Steward or Hannah Montana, seorang cewek abg yang hidup dalam dua dunia, dunia normal dan dunia gemerlap selebrity, dua identitas yang harus diusung kemanapun dia pergi. Sesaat sebelum berangkat ke NewYork untuk menghadiri acara award, sang ayah yang juga real father di dunia nyata malah membawa Hannah Montana ke Tennesse untuk menghadiri ultah sang nenek, I like the country thing in Tennesse especially the music, dalam keadaan terpaksa maka mau tak mau Hannah Montana harus berubah menjadi Miley Steward and enjoy her life for two weeks at Tennesse, biar lebih enak dan seru plotnya dihadirkan wartawan papparazi yang mengejar Hannah Montana kemanapun dia pergi.

ABG banget emang filmnya, I like the girls who sing country song at the stage, suaranya nendang abis dan sudah tentu lagu dan dancenya Hoedown Trowdown.

Well .... Suka film macam Terminator Salvation segeralah bakar dvd ini.
Ciao
Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

I am Sam

Friday, August 28, 2009 at 7:29 PM

Sam is a mentally retarded man yang berjuang mendapatkan kembali hak asuh putri semata wayangnya, dengan keterbatasan kemampuan dan cinta dia menyewa seorang pengacara, namun perjuangannya tidak membuahkan hasil yang baik.

Two thumbs up buat Sean Penn yang bener bener berhasil menampilkan character retarded yang bisa membuat kita simpati tanpa harus menertawakan. Dakota Fanning masih kecil banget dan imut tapi kualitas aktingnya bagus dan mendewasa. Michelle Pfeifer juga tak kalah garangnya tampil difilm ini.

I love everything about the movie especially when Lucy (Dakota Fanning) says : 'I want no daddy but him, write it down" then suddenly it bring tears to my eyes .... :( :(

Must watch movie.


Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Paris, Je T'aime

Thursday, August 27, 2009 at 9:02 PM

There are 22 directors in this movie, tapi hanya ada 7 yang cukup familiar di otak gue, let's say : Ethan and Joel Coen, Wes Craven, Alfonso Cuaron, Gerard Depardiue, Tom Twyker and Gus Van Sant, sisanya kemungkin film film mereka pernah gue tonton tapi lupa dengan sutradaranya.

Filmnya sendiri cukup unik, film yang berdurasi hampir 2 jam ini dibagi bagi menjadi lebih dari sepuluh segmen, dan setiap segmen mempunyai cerita tunggal yang tak berhubungan dengan cerita lainnya serta ditangani oleh sutradara yang beda pula, mostly menceritakan kisah cinta dan kehidupan para karakternya.

Agak ribet juga sech mereview satu persatu segment yang ada, dari yang sangat real sampe yang absurb macam segmentnya Elijah Wood.

One thing for sure semua segment bersetting di Paris. Ya iya lah.

And now I'm in love with Paris, Je T'aime.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

He's Just Not Into You

Monday, August 24, 2009 at 1:53 AM

What are the odds ??? Ditengah banyak keluhan bahwa film ini jelek, gue merasa enjoy enjoy aja.

Multiple plot dan banyak karakter, ada yang desperate pengen ketemu Mr. Right, ada yang tak bisa melupakan mantan pacar, ada pasangan yang berada dalam keadaan saling tak percaya, hidup serumah tanpa menikah. Film ini menggambarkan betapa idioticnya kamu perempuan dalam menilai suatu hubungan dan melihat pria berada satu level diatas wanita, contohnya adalah second date will happen jika si cowok suka dengan si cewek, walaupun pada kenyataannya si cewek udah 'ngebet' bener. Keputusan tetap berada ditangan cowok.

Bertabur bintang : Jennifer Aniston, Justin Long, Jennifer Connelly, Bradley Cooper, Drew Barrymore, dbl. Setidaknya menjual nama nama besar yatzzz, walaupun filmnya tidak seberbobot Love Actually dan Defenetly maybe , but I still love it.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Eternal Sunshine of The Spotless Mind

Sunday, August 23, 2009 at 10:58 PM

This movie don't jedi mind-trick me enough, ok.. I like Michel Gondrys, especially La science des rêves and Be Kind Rewind, tapi ada sesuatu yang rasanya kurang pas aja di gue.

I do like every sequence yang emang selalu absurd seperti film film Michel Gondry yang lain, but I don't really feel the chemistry between Carey and Winslett, atau tepatnya kurang chemistry.

Ide menghapus memory tentang seseorang sepertinya cukup brilian yah, apalagi kalau kita pernah merasa trauma akan seseorang, nah difilm ini dikisahkan sepasang kekasih yang salah satunya merasa bosan dan akhirnya mendatangi sebuah usaha jasa penghapusan memory, walhasil kedua pasangan itu berhasil menghapus memory bahwa mereka pernah pacaran, namun yang namanya hati tentu tidak akan dapat terhapus seperti tag linenya : You can erase someone from your mind. Getting them out of your heart is another story.

Seperti di postingan sebelumnya, I always don't like Jim Carey, especially his plastic face. Walaupun berusaha jadi aktor film serius macam di film ini dan di film the number 23, Man on the Moon, tetap aja tak memberi simpati, dan lagi lagi di film ini juga Jim Carey menampilkan akting konyolnya, lihat saja scene dimana dia berusaha menarik perhatian Clementine (Kate Winslet) dia pura pura pingsan dan meletakkan saos merah di lehernya... Ooouuccchhh worst scene in my eyes.

But thumbs up buat Winslett yang emang selalu hadir dengan matang disetiap filmnya.

Akhir kata ... This movie is so overated.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Happy Ramadhan Everyone

Friday, August 21, 2009 at 11:57 PM
Buat semua teman teman yang masuk ke blog gue ini, gue mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa 1430 Hijriah, semoga lancar sampe lebaran, tahan godaan, tahan lapar dan haus, dan yang penting tahan hawa nafsu .... :D

And as for me semoga gue sanggup puasa sampe lebaran juga, berhubung 2 tahun kemaren rada bolong bolong karena demam, dan tahun kemaren gak kuat gara gara tremor hypoglikemia ... :malu:

Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT. Amieennnnn
Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Merantau

at 11:31 PM

Film Indonesia terakhir yang gue tonton dibioskop adalah Laskar Pelangi, setelah itu tak ada satupun yang memikat hati sampai banyak sekali review Merantau bertaburan, rata rata positif semua, well gak ada salahnya dicoba yah. Dan hasilnya sangat tidak mengecewakan.



Rencana awalanya adalah menonton film ini di Padang, berhubung temanya masih berhubungan dengan adat minangkabau sendiri. Namun sangat disayangkan tidak ada gaungnya sama sekali, poster atau iklan dijalanpun tidak ada, padahal kalo dipikir film ini mengangkat budaya minang yang seharusnya dapat memikat masyarakat padang sendiri.



Tiga puluh menit awal film hanya menyajikan drama, tapi separuh film kita disajikan dengan adegan berantem yang kelihatannya cukup real.



Sedikit menganggu adalah para aktornya : aksen minang Christine Hakim, Donny Alamsyah dan Yayan sangat kaku sekali, wondering apa mereka tidak di beri coach ???

Dari aktor bulepun pemeran Luc bahasa englishnya masih terpengaruh aksen perancis, jadinya aneh, berhubung max koudal lancar jaya bahasa englishnya.



What I like about this movie adalah sad endingnya ... Better that way, dibanding membuat film dengan ending yang selalu happy ending.



Film ini jelas pengebrak film dengan genre action di indonesia yang hanya diisi dengan film comedy sex dan drama.



Hidup perfilman Indonesia.





Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Haunting in Connecticut

Sunday, August 9, 2009 at 11:38 PM

30 menit awal film cukup membuat gue merinding disko menonton film ini, suasana bener bener dibangun seseram mungkin, sisanya seperti film film Hollywood lainya dimana fx hantunya dibikin seperfect mungkin, maka sirnalah keseramannya.

Sebuah keluarga dengan anak tertuanya menderita penyakit Kanker pindah kesebuah rumah di Connecticut dengan perhitungan biaya karena tidak kuat bolak balik RS yang jauh dari rumah mereka, Rumah yang disewa sangat murah itu ternyata berhantu, hampir satu keluarga diganggu. Perlahan lahan rahasia rumah itu pun mulai terkuak.

What I like about this movie adalah adanya selipan drama diantara horrornya, dan sudah tentu sejam pertama dimana hantunya masih malu malu kucing untuk tampil dan hasilnya serem bener, tapi setengah terakhir ech hantunya jadi banci tampil maka sirnalah keseraman film ini.

Kalau bener sungguh film ini based on true events gue gak sanggup ngebayangin kejadian sebenarnya, SEREM GILLLaaaaaaaa

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Angels and Demons

at 7:52 AM

I hate this movie, especially Robert Langdon character, mengingatkan gue pada Nicholas Cage di film National Treasurenya, gue tidak suka dengan character yang selalu berada pada kondisi beruntung dan selalu dengan gampang menganalisa sesuatu dan analisanya pun selalu tepat, sangat tidak manusiawi. Dan pada kasus Robert Langdon dia selalu bisa menganalisa script script tua Vatican dan selalu benar, walaupun dia emang "Pakar", cuman dimata gue character kayak gitu gak bikin gue simpati.

Berkisah ancaman bom tepat disaat pelantikan pope yang baru, 4 orang cardinal diculik dan satu persatu dibunuh dan ditatoo iluminati, Robert Langdon pun ditugasi menganalisa kasus ini dan terjebak dalam permainan gila sipembunuh.

Ribetnya lagi bajakan yang gue tonton substilenya masih kacau balau, apalagi pada saat ada bahasa italy-nya tidak ada subtitle sama sekali.

Gue gak nonton Da Vinci Code dan sepertinya akan gue tunda dulu sampe nanti nanti.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Kingdom of Heaven

at 3:37 AM

Is this based on true events ??? Atau direkayasa oleh sang penulis ???

Bersetting di Jerusalem pada awal abad 10, seorang pandai besi yang baru saja ditinggal mati oleh anak dan isterinya yang bunuh diri didatangi oleh seorang Ksatria yang tak lain adalah ayah kandungnya dan diajak menuju Jerusalem.

Sesampai di Jerusalem, sang Ksatria pun meninggal dan mewasiatkan sang anak bergabung menjadi Ksatria dibawah pimpinan sang Raja yang menderita penyakit Kusta. Pasca wafatnya sang Rajan diangkatlah kakak iparnya yang doyan perang, disinilah ketegangan antara islam dan kristen dimulai, Islam dibawah kepemimpinan Salahudin akhirnya berperang melawan Kristen.

Dunno what to say apakah gue suka atau enggak sama film ini, coz, I do like the history but not really enjoy the movie, bahkan perang kolosal nan indahpun kurang menarik perhatian gue.

Kalo film ini benar adanya setidaknya ada beberapa point yang terekam diotak gue tentang perseteruan islam dan kristen yang telah terjadi berabad abad lamanya.

Wajib tonton ??? Ya nggak juga sech ... :D

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Chocolat

at 3:13 AM

Pertanyaan penting buat gue adalah kemana gue pada saat film ini keluar ??? Gue bener bener melewatkan film ini sejak dulu karena gue pikir palingan film ini hanya film drama biasa.

Seorang wanita dan anak tunggalnya yang hidup nomaden tiba disebuah desa kecil di Perancis, disana sang ibu membuka sebuah toko coklat, konflik dimulai ketika seorang pendeta merasa kehadiran wanita dan anaknya itu hanya menganggu saja, berdasarkan investigasinya sang anak wanita tersebut adalah anak haram, apalagi ketika diajak datang ke gereja, sang ibu menolak. Pergolakan terjadi antara sang wanita vs penduduk desa. Tapi dengan coklat semuanya dapat terselesaikan.

Sayang sekali film ini memakai bahasa english, coba kalau pake bahasa perancis, pasti lebih sexy, apalagi ditambah dengan manisnya coklat menambah manisnya film ini.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

The Graduate

Wednesday, August 5, 2009 at 10:26 PM

This is really MILF movie.

Kocak juga melihat Dustin Hoffman ketika masih ABG di seduce oleh emak emak cantik, lah kok malah gue yang kembang kempis ketika melihat scene demi scene.

Seorang ABG baru saja mendapatkan scholarship dan malamnya sang ortu mengadakan pesta dan mengundang teman teman mereka datang dan salah satunya adalah Mr and Mrs Robinson, petualangan dimulai ketika Mrs Robinson berusaha menggoda sang ABG namun akhirnya ditolak, tapi beberapa hari kemudian sang ABG malah berbalik, kemungkinan tidak kuat kali ya. Wakakakakaka.

Affairpun dimulai, kucing kucingan dengan ortu, bercinta dihotel, sampai suatu saat Mr Robinson menyarankan sang ABG untuk mengajak kencan anaknya, Elaine Robinson, sang nyokap aka pacar ABG pun marah besar ... Selanjutnya siapakah yang harus dipilih sang ABG ???

Film jadul nan kocak in a good way, scriptnya mantap bikin gue ngakak ngakak. Dustin Hoffman masih anak muda bener di film ini. Soundtracknya juga mantap abis apalagi lagu Sound of Silence (siapa ya yang nyanyiin ??? )

Mulai sekarang tidak ada salahnya melirik film film lama.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Tokyo Sonata

at 9:24 PM

Menonton film ini membuat gue tidak mau menjadi orang Jepun, lho ???

Surprise, gue sepertinya mulai menyukai film film Jepun, dimulai dengan Okuribitio aka Departures yang bener bener menyentuh dan sekarang Tokyo Sonata, yang walaupun Okuribitio jauh lebih menarik dan indah.

Film ini mengambarkan kehidupan kelurga Jepang yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik, ditambah dengan budaya keras mereka menjadikan semua keruh. Sang Ayah tiba tiba dipecat dari pekerjaan, tapi merasa sangat malu untuk memberi tahu keluarganya, sang istri yang adalah ibu rumah tangga biasa namun berusaha untuk menyatukan keluarga ini, anak pertama yang berpendapat bahwa orang Jepang sangat menyedihkan sehingga rela bergabung dengan tentara Amerika dan bertempur di Timur Tengah, anak yang paling kecil mempunyai bakat bermain piano.

Film ini jelas sekali menggambarkan budaya orang Jepang yang sangat egoisme dan tak bisa 'curhat', kegagalan adalah suatu yang fatal dan tidak bisa dishare dengan orang lain.

Film ini sangat sangat minus music score, music hanya ada pada saat sang anak bermain piano saja, gue suka ketika semua berada pada titik chaos dan kembali kemeja makan tanpa merasa ada sesuatu yang salah sebelumnya. Very good movie.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Fragments : Winged Creature

at 9:05 PM

Waktu milih film ini gue bener bener clueless, bahkan tidak pernah mendengar judul film ini, berbekal nama nama besar di film ini seperti, Forest Whitaker, Dakota Fanning, Kate Backinsale, Guy Pearce, Jennifer Hudson dan membaca sedikit synopsis nya yang seems promising, mungkin tidak ada salahnya menonton film ini, dan kaget juga ketika abis nonton, gue bener bener puas.

Film ini bercerita tentang Pasca Trauma, dimana beberapa karakter difilm ini menyaksikan aksi penembakan di sebuah coffe shop, yang mau tidak mau berimbas dengan kehidupan mereka nantinya, ada yang tiba tiba mendekatkan diri pada Tuhan dan gereja, ada yang menghabiskan waktunya di casino ada yang mengabaikan anak kandungnya dan banyak lagi, semua karakter terhubung dengan kejadian penembakan itu.

Setelah kemaren kecewa dengan Pushnya Dakota Faning, film ini sedikit mampu mengobati kekecewaan itu, tapi baca beberapa review sang Sutradara film ini pernah ngomong ke media kalau Dakota Fanning agak sulit diajak kerjasama, tapi entah kenapa setelah itu omongan tersebut ditarik kembali.

Salah satu cover film ini mengingatkan gue sama titanic dimana ada gambar salah satu karakter mau bunuh diri tapi diselamatkan dari belakang, tapi belakangan versi itu udah gak kelihatan lagi.

What I like about the movie adalah setiap karakter akan diperlihatkan point of viewnya terhadap kerjadian penembakan di cofee shop itu, scene penembakan akan diulang ulang tapi dari angle yang berbeda. Satu yang tak terungkap adalah siapa pembunuh dan apa motivnya dibiarkan mengambang, toh inti ceritanya khan para karakter dengan post trauma mereka.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

17 Again

at 12:16 AM

Ayah 2 orang anak secara tiba tiba kembali menjadi usia 17 tahun secara misterius, kembali bersekolah dengan anak anaknya dan berusaha kembali menyatukan keluarganya yang diambang perpecahan. Intinya sech begitu, cuman tentunya dibalut dengan plot sana sini plus komedi dan menjual bintang ABG Zac Efron maka nggak heran film ini lumayan box office beberapa bulan yang lalu.

Gue sendiri sech enjoy enjoy aja dengan film ini, kemungkinan beberapa minggu ini dihadapkan dengan film film bertema berat, makanya pas nonton film ini terasa sangat ringan dan menghibur.

Kejanggalan di film ini adalah, siapa Janitor yang menjadi Guardian Angel itu ??? Dan kenapa dia memberi kesempatan kedua ketokoh utamanya untuk kembali ke usia 17 ??? No explanation di film ini.

Mau santai ??? Gak salah kok milih film ini .. :D

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Waltz With Bashir

Tuesday, August 4, 2009 at 12:41 PM

Film satu ini bener bener jauh dari ekspektasi gue, awalnya gue pikir film animasi tentang perang, gak tahunya beda banget.

Ceritanya adalah stress pasca perang yang diderita oleh para tentara israel, dimana perang berkecamuk pada tahun 80-an, namun 20 tahun kemudian efek pshycologynya baru sangat terasa, hati hati dengan scenenya karena terdapat scene yang sangat vulgar. Film animasi yang sedikit berbalut dokumenter ini terasa biasa saja dimata gue, tidak ada yang spesial, not worth to watch.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

I Love You, Man

Saturday, August 1, 2009 at 11:02 PM

Alkisah seorang Peter Klaven yang akan menikahi pacarnya tiba tiba merasa tidak pernah punya teman baik untuk dapat dijadikan best man, alhasil perburuan temanpun dilakukan, man date, berteman dengan para suami teman pacarnya, online friend finder dsb, semuanya tidak membuahkan hasil sampai suatu ketika Sidney (Jason Segel) hadir di openhouse sebuah rumah selebriti yang akan dijual oleh Peter Klaven, selanjutnya persahabatan dimulai, dan diselipi dengan konflik yang diusahakan mengandung tawa dan diakhiri dengan happy ending.



Mari kita runut satu persatu pemainnya, Jason Segel, gue termasuk baru mengenalnya di film Forgetting Sarah Marshall, terus terang tidak terlau membuat gue suka dengan aktor ini. Paul Rudd sech udah beberapa kali filmnya gue tonton, dan tak ada satupun yang berkesan. Sedangkan Zoey she is cute dan jarang gue lihat dilayar lebar atau mungkin filmnya pernah gue tonton tapi partnya masih peran peran kecil.



Dari segi cerita sebenarnya menumpahkan banyak plot homoerotic, diantaranya man date, guy kissing dsb, mungkin agak sedikit tidak nyaman melihat beberapa scene di film ini, ditambah dengan endingnya yang typical hollywood comedy menjadikan film ini tidak ada istimewa istimewanya sama sekali.



Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com