The Flower in the Pocket (Malaysia)

Tuesday, June 30, 2009 at 3:53 AM

Ternyata masih ada yang bisa dibanggakan dari perfilman Malaysia, mengingat belakangan ini gue hanya dihibur oleh film CicakMan or LizardMan, Dunia Baru, Sumolah, dan beberapa drama kolot lainnya.

Bisa dibilang film ini setitik cahaya buat mereka, dengan tema yang sangat membumi, mampu mengangkat isu ras, kemiskinan, cinta dalam paket sederhana namun menyentuh (dugh bahasa gue).

Dua orang saudara keturunan cina bernama Ma Lih ah dan Ma lih Oom, yang sangat mandiri, melakukan aktifitas sehari hari secara mandiri, bangun pagi, kesekolah, makan, semuanya tanpa bimbingan orang tua, sang ayah digambarkan sangat workaholic, sehingga pertemuan dengan anak bisa dihitung oleh jari.
Lalu kemana ibu mereka ??? Tak ada satu penjelasanpun dalam film ini, kata sang sutradara inilah yang dimaksud dengan Flowers in the pocket dimana ada kebiasaan meletakkan bunga dalam saku pada hari ibu dan kedua anak ini tak tahu menarok dimana bunga tersebut, walaupun di filmnya tidak terdapat scene seperti ini.

Kalau gue bisa bilang film ini masuk genre dark comedy, banyak scene scene lucu yang sangat menyentuh sekaligus menghujam emosi, lihat saja kegiatan outdoor mereka setelah pulang sekolah, menangkap ikan, buang air besar disembarang tempat dan dengan gampangnya melapnya dengan buku pelajaran bahasa Malaysia, lol.

Perbedaan rasial tentu saja menjadi penghalang dalam berbagai hal termasuk berkomunikasi disekolah, kedua tokoh digambarkan tidak lancar berbahasa melayu sehingga terkadang harus diterjemahkan oleh teman sekolahnya.

Dan lihat juga perbandingan yang dilakukan sutradara ketika dua tokoh anak tersebut masuk kerumah keluarga melayu yang tampak sangat harmonis, peran ibu sepertinya sangat mereka butuhkan.

Dari penulusuran di internet ada beberapa sensor yang dilakukan oleh badan sensor Malaysia, diantaranya scene dimana ada anak anjing dengan backsound suara adzan, dengan alasan anjing adalah sesuatu yang sangat sensitif di Malaysia maka scene itupun dipotong.

But bad thing about this movie adalah bad sound, terkadang suara backsoundnya sangat mendominasi dan sangat menganggu, editing juga tidak terlalu mulus mulus banget, ditambah music score seadanya yang kurang ciamik.

But two thumps up buat para aktornya apalagi dua anak kecil yang bener bener mampu berakting senatural mungkin.

Setelah nonton film ini gue langsung email PH-nya, dan kaget juga ketiga dapet balasan terimakasih dari mereka karena telah mengapresiasi karya mereka.

Worth to Watch.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Read More..

Knowing

at 1:35 AM

Kemungkinan ini adalah filmnya Nicholas Cage yang lumayan bagus pasca film film busuk macam National Treasure.



50 tahun yang lalu, anak anak Sekolah Dasar disuruh melukiskan bentuk dunia 50 tahun yang akan datang tentunya sesuai dengan imajinasi mereka, namun tidak dengan seorang gadis kecil dia menuliskan angka angka secara random dan berurutan, 50 tahun kemudian time capsule yang berisi gambar imajinasi mereka dibuka, dan seorang anak kecil bernama Caleb mendapat surat itu dan membawa kerumahnya dan dianalisa oleh Ayahnya, Nicholas Cage.



Beruntunglah angka itu bisa di baca dan berisi banyak sekali bencana bencana yang merenggut banyak nyawa manusia. Dan lebih menakutkan lagi ada tiga peristiwa yang belum terjadi dan pastinya akan sangat dahsyat.



Filmnya sendiri lumayan tegang ditambah spesial effect bencana alam yang cukup mengerikan, dari bisik bisik temen film ini katanya so biblical, mengingatkan pada manusia bahwa hari kiamat pasti akan datang, pada dasarnya pesan ini sangat universal bukan ???



This movie is really worth to watch.



Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Beautiful (Korea)

Sunday, June 28, 2009 at 7:34 PM

Berbekal nama Kim Ki Duk sebagai produser di film ini menjadikan gue penasaran pengen nontonnya, hasil akhirnya yah so so lah, terasa sekali soul KKD kurang terasa di film ini, mungkin sebagai produser dia tidak terlalu ikut campur.

Diceritakan seorang wanita yang sangat cantik, merasa selalu diikuti oleh laki laki kemanapun dia pergi. Banya sekali pria yang menyukainya dan terkadang malah melecehkannya.

Diperkosa dan dihina, ditengah rasa stress dan kalut datanglah seorang polisi yang mencintainya.

Plot hole memang terasa banyak dimana mana, termasuk kelebayan dibeberapa scene misal 'saking cantiknya si cewek tersebut, orang selalu mengira dia seorang aktris terkenal, emang cantik sech cuman gak yang super duper cantik juga sech, consider it as a warning, ada beberapa scene nudenya, tidak frontal kok, walau dibelakang ada yang frontal namun gue yakin banget kalo yang ditampilin bukan aktris utamanya.

Endingnya lumayan menggigit dan absurd seperti yang gue inginkan, pesan moralnya adalah Jadi cewek jangan cantik cantik amatlah, bisa bahaya.

Makin penasaran ama film Kim Ki Duk yang lain neh ..

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Good Bye Farah Fawcett

Thursday, June 25, 2009 at 10:47 AM
I am sorry to say our Farrah has passed to a better place and left the pain and confines of her bed behind. She is free to be the woman we all knew and loved. So Few have touched so many. You all keep Fighting the Fight.

Charlie's Angels actress Farrah Fawcett has died. She was 62. The five-time Golden Globe-nominated star passed away on Thursday morning at St. John's Hospital in Santa Monica, California.

Her longtime partner Ryan O'Neal and best friend Alana Stewart were by her bedside when she passed away.

Her son Redmond, who is serving a jail sentence for drug charges, was not present.

Born Ferrah Leni Fawcett in Corpus Christi, Texas, the star started out as a model and actress in TV commercials, before getting her big break playing ass-kicking Jill Munroe in the hit TV series Charlie's Angels.

She quit the show after just one year, and attempted to reinvent herself as a serious actress in movies like 1986's big-screen adaptation of Broadway play Extremities and 1984's TV film The Burning Bed. That role, as a battered wife, earned her the first of three Emmy Award nods in her career. She was also praised for her work in Small Sacrifices in 1989, garnering her both an Emmy and a Golden Globe nomination.

Fawcett later went on to make guest appearances in popular U.S. programmes like Ally McBeal, Spin City and The Guardian.

She was awarded a star on the Hollywood Walk of Fame in 1995.

The actress was also a popular fashion icon and became a pin-up in the 1970s and '80s, with her tousled hairstyle sparking an international trend.

But her career wasn't without controversy - she was heavily criticised in 1995 when she agreed to pose nude for men's magazine Playboy, aged 48, despite previously refusing to appear naked in any film or publication. The raunchy spread went on to become the best-selling issue of the 1990s, selling over 4 million copies worldwide, and Fawcett graced its pages again in 1997.

Her love life was rarely out of the limelight either. She wed The Six Million Dollar Man star Lee Majors in 1973, but the couple separated six years later, finalising their divorce in 1982. That same year, she embarked on a romance with actor Ryan O'Neal. They went on to have a son, Redmond, in 1985, but split in 1997.

Fawcett also dated producer James Orr, but the relationship turned sour in 1998 when he physically abused her after she turned down his marriage proposal. The star has since reunited with O'Neal and enjoyed an on/off relationship.

Fawcett suffered a health setback in October 2006 when she revealed she had been diagnosed with anal cancer. She underwent treatment, including chemotherapy, and the disease appeared to be in remission by her 60th birthday in February 2007.

A statement released at the time read, "This is an extraordinarily happy day for me and my family. I hope that my news might offer some level of inspiration to others who unfortunately must continue to fight the disease."

However, the illness returned just three months later in May, when a malignant polyp was found in the area where she had been treated for anal cancer. She decided to travel to Germany to undergo revolutionary new treatment that has yet to be made available in the U.S.

Fawcett, who turned her battle with cancer into the documentary series A Wing and a Prayer, suffered another health setback in April this year when it emerged the cancer had spread to her liver.

The extent of her illness was discovered during a stay in a Los Angeles hospital in early April as she underwent treatment for complications resulting from an undisclosed medical procedure. The surgery had left her with abdominal bleeding and a hematoma (internal sac of blood), but her doctor Lawrence Pinto insisted the operation was not directly linked to her cancer.

O'Neal recently revealed he had proposed to Fawcett as she fought for her life and that she had accepted, but the couple never made it down the aisle.

It emerged on Wednesday that Fawcett was nearing the end of her cancer battle and had a Catholic priest read her her last rites as family and friends prepared for the worst.

She is survived by O'Neal and their son Redmond, now 24.

(taken from imdb.com) Read More..

Push

at 1:54 AM

Wakakakakaka, saking jeleknya neh film gue hampir lupa kalau gue belum pernah mereviewnya diblog ini.

Sekumpulan orang yang mempunyai kekuatan super dikejar kejar oleh sebuah organisasi bernama Division, mereka dijadikan bahan experiment untuk membuat mereka menjadi lebih super, so comical banget yah.

Lihat saja Castnya yang aduhai, Camilla Belle, rasanya sudah cukup membuat gue menonton film ini sampe habis, ditambah Dakota Fanning yang semakin tumbuh dewasa tapi semakin pendek roknya. Dan tentu saja siganteng Chris Evan dan villainnya Djimoun Honsou.

Setiap carachter punya kekuatan masing masing, Chris Evan sebagai Pusher yang dapat menolak dan membanting musuhnya, Dakota pening kepala dapat membaca masa depan, Camilla Belle yang dapat mempengaruhi orang lain hanya dengan tatapan dan omongan. Djimoun Hounsu gabungan dari beberapa kekuatan.

Well, secara konflik jelas serial Heroes jauh gila kemana mana, spesial effect..... Cuihhh lebai diposter.

Kesimpulan : Lame, Lame, Lame dan Lame ...........

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Australia

Wednesday, June 24, 2009 at 10:28 PM

Baz Lurhmann and Nicole Kidman seems like Dejavu.

DVD copy orinya udah lama bener gue beli, tapi selalu saja ketunda nontonnya gara gara filmnya bener bener over durasi, bayangkan 2:50 menit. Alhasil nontonnya pun diketeng sampe 3 hari.

Bersetting pada tahun 1940-an, Sarah Ashley (Nicole Kidman) adalah seorang wanita aristokrat di UK sana sedangkan sang suami sudah pindah kesebuah negara jauh yaitu Australia. Karena tak ada khabar berita yang jelas sang istri menempuh ribuan kilo untuk bertemu dengan suami namun kenyataan pahit sesampenya di Australia dia malah menemukan sang suami tewas dibunuh.

Sarah Ashleypun ketiban warisan sang suami yaitu peternakan di Farawaydown, dan menemukan seorang anak laki laki Creamy blasteran Aborigin dan bule yang bernama Nullah dan tentu saja memulai kisah cintanya dengan sang drover, Hugh Jackman.

Tema rasial dan penghilangan "lost generation" diangkat difilm ini, tentunya hal ini menjadi citra buruk Australia, untunglah pada tahun 2008 kemaren PM Australia, Kevin Rudd meminta maaf akan hal "Lost Generation" kaum Aborigin.

Ekspektasi awal gue adalah film kolosal dan peperangan, dan memang sesuai dengan ekspektasi tapi dalam bentuk berbeda, kolosal karena menghadirkan 2000 ekor lebih sapi yang dihalau dari Farawaydown menuju Darwin. Wakakakak.

Sedangkan adegan perangnya sedikit ada dibagian ending dimana The Japs menyerang Australia bertepatan dengan serangan Pearl Harbour.

Yang menjadi unik adalah aktingnya Nicole Kidman diawal awal yang serasa komikal ditambah akting Nullah yang misterius dan suasana Australia yang sungguh gersang ditampilkan cukup indah.

Sekali lagi gue ingatkan adalah durasi film ini yang lebai menjadikan gue mikir mikir untuk nonton film ini kembali.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Okuribito aka Departures (Japan)

at 12:47 AM

Dan inilah dia pemenang Oscar untuk kategori Best Foreign Movie dan sangat tidak berlebihan kalau gue bilang kalau film ini sangat Pantas.!!!

Seorang pemain cello tiba tiba harus menerima kenyataan kalau tim orchrestranya harus bubar dan kandas ditengah perjalanan.

Terkatung katung tak punya pekerjaan dan himpitan utang karena membeli Cello yang seharga 18 juta Yen, membuatnya harus banting stir dan mencari pekerjaan lain.

Nah, Takdir membuatnya melamar pada sebuah perusahaan, dan langsung diterima, tapi pekerjaannya adalah memandikan, mendandani mayat, sebuah pekerjaan yang sangat sangat tidak layak di Jepun sana.

Hari demi hari dia bekerja secara sembunyi sembunyi supaya pekerjaannya tidak diketahui oleh sang isteri.

Film yang memadukan segala jenis rasa, gue bisa tertawa dalam kesedihan namun juga bisa sedih pilu dalam kebahagian, ditambah ekspresi aktor utamanya yang sepertinya culun dan baik hati, bener bener menambah simpati.

Dan yang tak kalah istimewa adalah music scorenya yang bener bener indah .... I'm dying for this Okuribito OST, ada yang punya kah ???

Pelajaran yang gue petik adalah, Pekerjaan Memandikan dan mendandani mayat adalah pekerjaan paling hina di Jepang sana, tapi dengan menonton film ini malah membuat gue respect sehabis habisnya dengan karakter Kobayashi dan pekerjaan mulianya.

Kedua adalah memandikan dan mendandani mayat tidaklah pekerjaan mudah, butuh keahlian dan rasa seni yang tinggi untuk melakukan pekerjaan tersebut.

This is definetly one of my all time favorite movies.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

The Uninvited

Tuesday, June 23, 2009 at 9:24 PM

This is an US version of South Korea's Tale of two sisters.

Dialkisahkan seorang cewek cantik pulang dari Rumah sakit dijemput sang ayah dan berharap bisa memulai hidup baru dengan ayah dan ibu tiri.
Dan seorang "kakak".

Namun kepulanganya kerumah menyisakan misteri dimana arwah sang ibu seakan memberi tahu sesuatu kepadanya, dan banyak kejadian aneh lainnya.

Bersama dengan sang kakak, dia berusaha memecahkan misteri kematian ibu mereka yang sangat mereka yakini dibunuh oleh ibu tiri mereka.

Emily Browning really caught my eyes, cantik imut dan kecil serta berparas seperti wanita Asia, she is Australian though. Arriele Kebbel juga tampil cantik difilm ini dengan mamerin bodynya.

I love the twisted ending, walaupun banyak yang bilang eksekusinya sangat jelek, since I haven't watched tale of two sisters, gue jadinya gak bisa bandingin. Dan banyak juga yang bilang kalau sintog tale of two sisters is a way better than the uninvited dimana suasana creepynya jelas lebih kerasa.

One thing for sure film ini bukanlah film hantu yang serem, for me it's more physcology (bener gak tuh nulisnya) and thriller.

Lumayan buat tontonan secara tema seperti ini jarang gue sentuh, gotta see tale of two sister in a near future sepertinya.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Keith

at 12:36 AM

Keith is not an ordinary teen flick.

Lagi lagi ini adalah film yang gue tonton jauh sebelum sakit dan lupa mereview film ini. Mohon dimaafkeun.

I gotta say Jesse McCartney should change his carreer and more focus on acting. Mungkin gak berlebihan kalo gue bilang Jesse sebenarnya berbakat didunia film mungkin mengingat film ini tak seperti teen flick lain yang ditutup dengan happy ending dan ringan.

Keith adalah film remaja yang sedikit mendewasa, so diceritakanlah seorang Keith yang bermasalah dalam hidup dan sekolah, Keith kemudian jatuh cinta dengan seorang gadis cantik dan pinter disekolahnya, yang jadi unik adalah pedekate yang sedikit diluar pattern yang berlaku menjadikan filmnya segar.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

My Sassy Girl (US)

Monday, June 22, 2009 at 10:27 PM

Bla bla bla .... Gue bisa dibilang paling telat nonton film Korea plus remake remakenya ..... Ketika versi Koreanya booming pada awal 2000-an gue malah cuek bebek ama film satu ini, dan sampe detik ini versi aslinya pun tak ada gue sentuh .. Mungkin suatu hari nanti pasti gue tonton.

Well, boleh dibilang versi USnya ini sudah sangat ngepop, ringan dan nontonnya tanpa mengerutkan dahi.

Bermula di subway dimana seorang pria baik baik ketemu dengan seorang cewek cantik yang tengah mabok, selanjutnya ketebak donk ... Jalan bareng tapi setiap ketemu selalu ada masalah yang dibuat sama cewek gelo tadi, intinya annoying dan sudah tentu ke annoyingannya sempet berpengaruh juga terhadap kehidupan dan karir si cowok. Bak dua kepribadian yang sangat berbeza tentu sangat sulit disatukan.

Yang gue suka dari film ini adalah warna filter setiap scene yang hanya didominasi warna sepia dan hijau, bener bener enak dipandang mata plus sudah tentu Elisha Cuthbertnya donk. Dan sedikit twist endingnya yang sedikit menghibur.

What I hate about this movie adalah chemistry dua aktornya yang kurang mengena, Elisha yang mestinya digambarkan tukang mabok dan rada stress tidak terlalu masuk ke character itu dan idem juga buat Jesse Bradford yang kurang cupu di film ini.

Pantesan film ini langsung rilis ke DVD yah ... Kemungkinan sudah diprediksi bakal jeblok kayaknya.

Mau sedikit santai ... Boleh kok film ini di coba.



Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Keurosing aka Crossing (South Korea)

at 9:54 PM

Gue nonton film ini sesaat sebelum sakit dbd, jadi maaf banget kalo reviewnya jadi telat setelatnya.

Kalo dibaca di imdb ternyata film ini pernah diikutsertakan untuk Oscar kategory Foreign Movie, dan terus terang sangat pas memang film ini mewakili Korea Selatan diajang bergengsi itu.

Film drama yang menyentuh ini bersetting di Korea utara dimana kita dengan gamblang di perlihatkan bagaimana pemerintahan sewenang wenang terhadap warganya, buruknya sanitasi dan kesehatan, kemiskinan, well semua yang jelek numpuk dinegara itu. Fokus film ini adalah sebuah keluarga kecil dimana sang ayah adalah mantan pemain bola terkenal mempunyai seorang istri yang sakit sakitan dan seorang anak yang masih SD.

Konflik pun dimulai ketika Istri menderita penyakit berat yang mengharuskan Sang ayah mencari obat ke China namun akhirnya terdampar di Korea selatan dan tak bisa kembali kekampung halamanya untuk memberi obat obatan kepada isteri tercinta dan menjaga anak semata wayangnya.

Sedikit annoying adalah ketika semua masalah telah mencapai puncaknya, sang ayah menyalahkan Yesus Kristus dan sempat melempar Bible dan berkata, bahwa Yesus hanya milik orang orang Korea Selatan.

Film melodrama dengan sad ending ini sangat wajib untuk ditonton. Jangan lupa siapkan cemilan dan tissue ya.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

The Fall of Trombosit.

Monday, June 15, 2009 at 4:14 AM
Hey, it's not a movie title, it was what happened to me this entire week. I gotta say this is the bad week of my life.

Awalnya hanya ngilu aja diseluruh badan dan malamnya gue mulai demam dengan suhu tubuh sekitar 39. Hari kedua malah udah pulih bener, coz I was doing all my activities. Tapi malamnya panas jadi gak turun turun sama sekali disusul besoknya. Alhasil saran dari kakak gue yang dokter di Jakarta untuk cek Lab. Dan hasilnya semua fine fine aja kecuali trombosit yang berada dikisaran 109.000.

Dengan kisaran itu sebenarnya masih masuk normal menuju turun. Tapi sorenya gue udah gak tahan badan serasa bener bener lemas dan mulai puyeng, kemungkinan semua cairan tubuh dan trombosit mulai turun.

Jam 8 malam gue diseret ke IGD Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru. Dalam keadaan panas tinggi sekitar 39 lebih. Di infus dan masuk kekamar kelas 1.

Sampe besoknya gue masih panas dan dingin, cek lab malah mencengangkan Trombosit turun sejadi jadinya menjadi 22000 saja. Tapi perasaan gue sech biasa biasa saja, yang ditakutkan adalah terjadinya perdarahan. Karena trombosit yang sudah sangat rawan, diet ketat dilakukan, makanan asam dan pedas dihindari.

Untunglah pada hari ketiga Trombosit gue naik menjadi 57000,- dengan bantuan obat obatan cina macam Angkak. Pada hari ketiga malah lebih mencengankan trombosit growing up menjadi 119.000,- Alhamdulillah.

Nah dihari kelima ini selain mendapat khabar gembira karena Trombositnya udah mulai normal, tapi diselipin kekecewaan karena Dr Alex, yang selalu menangani gue, tidak datang sampe malam hari.
Tanpa alasan yang jelas gue bener bener dikecewain sama dr Alex, dia meriksa gue tak lebih dari 5 menit dan ngambil kesimpulan untuk bisa pulang. So bayangin menunggu seorang dokter seharian untuk jawaban sebenarnya udah pasti, yaitu pulang.
Saya bener bener kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Santa Maria yang satu ini.

Dan sekarang alhamdulilah gue udah sehat kembali setelah diinfus dengan 15 tabung infus. Dan bisa memulai aktivitas semula dan mengisi blog ini. Amien.


Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Wolverine

Sunday, June 7, 2009 at 8:13 PM

Wow, this movie is so amazing, gue bukan lah penggemar berat serial XMen. Tapi mulai saat ini gue janji tidak akan melewatkan seri seri sebelumnya.

Sesuai judul film ini menitikberatkan pada karakter Wolverine, yang mempunyai nama asli Logan (Hugh Jackman) yang pacarnya dibunuh oleh saudaranya sendiri, sehingga harus rela mengikuti X Program untuk balas dendam.

Dari segi FX banyak yang bilang kalau film ini masih kurang dan kaku, gue sech gak bisa buat perbandingan, karena belum nonton seri seri sebelumnya,

Well besok besok kayaknya gue siap siap marathon buat nonton 3 seri sebelumnya ..... Telat banget yah.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

The International

Friday, June 5, 2009 at 2:11 AM

Apa yang ada dipikiran para petinggi petinggi Hollywood dengan membuat film dengan tema yang maaf ... Sudah sangat basi. Beragam film Hollywood dengan tema politik adu domba, jual senjata korupsi dsb, walaupun pesan yang disampaikan ada dan baik namun lagi lagi harus gue bilang, basi....

Clive Owen adalah seorang Agen yang ditugaskan di Eropa, membongkar keterlibatan sebuah Bank dalam transaksi penjualan senjata kepada beberapa pihak. Hasil investigasinya mendapati bahwa orang orang "Besar" dibeberapa negara terlibat dalam transaksi ini.

Sedikit yang menggelitik adalah percakapan antara Clive Owen dengan salah satu otak dari usaha illegal itu, Kalaupun kamu berhasil menghentikan IBBC melakukan transaksi ini tokh masih banyak lagi Bank di Bumi ini yang segera mengambil alih usaha ICCB ini, pesan moralnya adalah menghentikan sebuah kejahatan toh tidak akan menghancurkan kejahatan itu sendiri.

Naomi Wats hanyalah pajangan manis di film ini, aksinya pun tak ada di ending film.

Well saran gue silahkan cari film lain yang jelas jelas lebih baik dari film ini.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com