Leap Year (2010)

Wednesday, September 29, 2010 at 7:19 AM

"May you never steal, lie or cheat. But if you must steal, then steal away my sorrows, and if you must lie, lie with me all the nights of my life, and if you must cheat, please cheat death ... " -Leap Year-

Kalau berdasarkan Wikipedia, Leap Year adalah sebuah tahun yang mempunyai jumlah hari lebih dari 365 hari, yaitu 366 hari, kelebihannya ada pada tanggal 29 Februari, dan moment ini oleh sebuah suku dijadikan tradisi bahwa wanita dapat melamar laki laki pada saat tersebut, terdengar agak menggelikan dan tidak wajar buat gue, tapi inilah tema unik yang dipake oleh film Leap Year ini.

Anna adalah seorang wanita mapan Amerika, berpacaran dengan seorang Pria mapan Amerika juga, namun hubungan itu seperti tidak ada ujung dan kepastianya, berdasarkan tradisi yang dianut oleh keluarga Anna, moment 29 February adalah kesempatan buat Anna untuk melamar pacarnya, namun tentunya proses itu tidak semudah yang dipikirkan, Anna harus menempuh perjalan menuju Irlandia, yang sudah pasti mengubah hidup dan cintanya.

Selipan tema Leap Year terus terang hanya menutupi plot ceritanya yang basi dan gampang ditebak, seorang wanita yang kebingungan akan status kehidupanya, pacar yang tak kunjung melamar dan akhirnya berlabuh ke pria lain yang beda karakter karena suatu kejadian dan titik. Tidak ada istimewanya menurut gue, pun menempatkan Amy Adams hanyalah memperburuk daftar film filmnya, padahal belakangan ini film macam Julie and Julia, doubt, Charlie Wilsons War, Enchanted, Catch me if you can lumayan bagus dan menempatkan Amy Adams diposisi yang baik. Pun karakter Anna sendiri tidak mencerminkan seorang wanita yang kuat, pekerjaanya sebagai upgrader apartment lumayan keren, namun disisi lain ternyata Anna menye menye dan unyu unyu di Irlandia, mapan tapi tidak secure sepertinya.

Untuk Matthew Goode, I have nothing to complain, berperan sebagai pria Irlandia memang cocok buat dia, walaupun tidak semulus ketika Gerald Butler bermain di P. S I Love You.

Beberapa scene di film ini memang lucu tapi over all tidak mengubah penilaian gue, film ini biasa aja kok .... :)

Cast : Amy Adams, Mathew Goode, Adam Scott and John Lithgow

Directed By : Anand Tucker

My Rate : 2,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Chloe (2009)

Monday, September 27, 2010 at 5:17 AM

Wah gue belum pernah melihat Amanda Seyfried seberani ini dalam berekspresi, walaupun kurang prima dan maksimal dalam akting, tapi keluwesannya dalam memamerkan tubuh dan menjelajahi tubuh Julliane Moore patut di acungi jempol.

Inilah kisah wanita desperado plus salah strategi, diawal cerita Catherine (Julliane Moore) mempersiapkan suprise birthday party untuk suaminya, namun yang ada hanyalah kekecewaan karena suami lebih memilih untuk party dengan siswi2nya, menghadapi masalah ini ide gila dan bodoh pun muncul dengan menyewa seorang escort girl untuk merayu suaminya, disinilah peran Chloe (Amanda Seyfried) menjadi sangat dominan dalam menentukan setiap arah permainan, dan bodohnya Catherine pun terbawa kedalam permainan yang mampu mengancam keutuhan keluarganya. Jangan harapkan sesuatu yang istimewa antara Chloe dan David (Liam Neeson) tapi film ini akan lebih fokus ke Chloe dan Catherine dengan segala chemistry mereka.

Oleh Atom Egoyan, Film ini khabarnya diadaptasi dari film perancis, jadi gak salah juga kalau sex explicitnya juga dihadirkan, ok lah dan tentu saja scene ini menjadi hiburan yang sangat menarik, mari bandingkan dengan film Boundnya Jennifer Tilly dan Gine Gershon, jelaslah film ini masih dibawah, namun drama posessif ala Chloe ini lumayan menegangkan untuk ditonton. Drama yang cukup intense namun kurang kuat pada alasan kenapa Chloe tiba-tiba menjadi sangat posesif, apakah ini ada hubungannya dengan profesinya sebagai wanita "Penghibur" ???

Selain sex scenenya yang cukup explicit, design rumah Catherine tak kalah menariknya, didominasi oleh kaca dihampir separuh bagian rumah, kesan mewah dan luas pun terlihat, oo I wish I could have that house plus Amanda Seyfried juga tentunya .. :)

Cast : Julliane Moore, Liam Neeson, Amanda Seyfried and Max Thieriot.

Directed By : Atom Egoyan

My Rate : 3/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008)

Sunday, September 26, 2010 at 3:03 AM

Dan gue bukanlah penggemar berat Indiana Jones, pun setelah menonton film ini gak ada hal yang bikin gue penasaran dan berkesan, Indiana Jones hanyalah seorang tua yang cukup pintar dan selalu beruntung dalam semua kondisi.

Kali ini Indy berhadapan dengan agen Soviet yang dipimpin oleh Dr. Irina Spalko (Cate Blanchet) yang menyusun strategi supaya Indy dan teamnya mencari benda asing yang berbentuk Crystal Skull, jebak-jebakan ala film petualangan dimulai dilembah Nevada berankuts sampe Peru dan Hutan Amazon Brazil, tentunya dalam petualangan tersebut banyak dihiasi kendala kendala, mulai dari agen soviet, penduduk suku asli sampe makhluk makhluk hewan aneh. Dan sedikit twist tentang keberadaan anaknya Indi.

Steven Spielberg sepertinya sudah kehilangan charm dengan film-filmnya, tema tema fantastis dan futuristik macam Artificial Intiligence (AI), Minority Report, War of The Worlds kurang mengena di gue, lebih asik menonton karyanya yang lain macam Saving Private Ryan, Catch Me If You Can, The Terminal dan Schindler's List, atau juga gue yang lebih enjoy drama dari pada genre yang lain.

Pun Harrison Ford bermain biasa saja, walau diakuin dengan umur segitu masih fit untuk melakukan scene scene yang menguras tenaga, jadi inget bokap yang udah pergi, mereka seusia. #curcol

Yang membuat gue gak terlalu suka dengan episode yang ini adalah Steven Spielberg memaksakan unsur Alien masuk dalam plot cerita, sehingga petualangan yang kelihatan real jadi sia sia.

Cast : Harrison Ford, Shia Lebouf, Cate Blanchett, etc.

Directed By : Steven Spielberg.

My Rate : 2,8/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Hot Tub Time Machine (2010)

Saturday, September 25, 2010 at 5:00 AM

Pernah merasa hidup di era 70-an dan 80-an ? Maka beberapa elemen di film ini pasti bisa membuat anda tertawa, mmgghh .. Kalau gue ??? SD aja tahun 90-an kok .. Lol #nggakNgakuUmur :)

Beginilah jadinya kalau kehidupan sebagai orang dewasa mulai membosankan dengan segala problematikanya maka berkumpul 4 sahabat dan melakukan perjalanan ke sebuah resort dan menemukan hot tub yang mengiring mereka kembali ke tahun 1986. Pernak pernik tahun 1980-an ditampilkan, mulai dari fashion, gaya rambut, handphone segede gaban yang multifungsi untuk gebukin orang, dan tentu saja musik nya yang yahud.
Ke-empat teman akrab tadi tentu saja enjoy dengan keadaan mereka, semua kejadian lampau direka ulang untuk memastikan mereka dapat kembali lagi di tahun 2010.

Melirik judulnya mungkin agak kedengeran janggal aneh dan idiot, sebuah tub dapat membawa kita kembali ke era 80-an, lagi lagi gue terjebak dengan konsep dasar time travel, eh padahal baru kemaren nonton The Time Traveler's wife yang juga mengusung plot yang sama, tapi komedi satu ini gak perlu sampe gue ubek ubek materinya, just enjoy dengan scene slapsticknya, humornya yang konyol, tapi kalau bisa dibandingkan dikit neh sama Hangover, jelas sekali film ini berada jauh dibawah film Hangover secara kualitas.

Cast : John Cusack, Clark Duke, Craig Robinson, Rob Corddry.

Directed By : Steve Pink

My Rate : 2,8/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Time Traveler's Wife (2009)

Friday, September 24, 2010 at 6:06 AM

Butuh ketelitian lebih untuk menonton film ini, siap siaga dalam merangkai timeline nya yang maju mundur maju mundur hingga muncratz, walaupun time travel sepertinya bisa menjadi tema yang menyenangkan dengan fantasi yang dapat membuat kita pergi kemana saja, namun film ini menyuguhkan drama yang riweh tentang time travel dan efeknya terhadap orang lain.

Mari ikuti kehidupan bolak balik ala Eric Bana, seorang pria dengan kemampuan melakukan time travel, diceritakan bahwa kemampuan ini dikarenakan kelainan genetika (mau donk punya kemampuan seperti ini), masalahnya adalah kemampuan ini tidak bisa dikontrolnya, alhasil kapanpun dam dimanapun ia dapat melakukan time travel, lanjut aja neh .. Kemudian cerita berfokus pada Claire (Rachel McAdams) yaitu istri dari Henry si time travelers, drama bolak balik waktupun dimulai ketika ia mengunjungi istrinya yang masih muda dan juga menyempatkan diri mengunjungi anaknya dimasa yang akan datang.

Ribet sekali drama ini, lihat saja kerempongan tokoh Henry yang tidak mampu mengontrol kemampuannya, atau karakter Rachel McAdams sendiri yang bete karena ditinggal pergi oleh suaminya selama dua minggu, padahal dia tahu pasti bahwa kemampuan itu tidak bisa dikontrol ataupun ada cure-nya.

Berpatokan pada beberapa line di film ini gue malah melihat tokoh Henry malah seperti menyusun drama kehidupannya sendiri dan mampu mengontrol kemampuanya, kenapa dia bisa tahu bahwa minggu depan dia akan muncul lagi ditempat yang sama ? Atau tahu persis kapan ia akan mati dan menyempatkan waktu mengunjungi anak istrinya dimasa yang akan datang, semuanya semacam bentuk persiapan manakala dia sudah tidak ada lagi dimuka bumi, nah loh ... Plot hole bukan sech ???
Atau ketika dia melakukan vasectomy dan sempat sempatnya melakukan time travel dan melakukan "hubungan" dengan istrinya?.

Memang sungguh aneh plotnya dimata gue, atau kalaupun bisa dijelaskan itu semata mata gue yang kurang fokus pada ceritanya dan cukup menikmati gambar dan warna film ini yang bagus, mostly mengambil filter kecoklatan yang indah, dan sudah pasti juga terpaku pada kecantikan Rachel McAdams.

Satu hal yang unik dan creepy adalah kemampuan janin dalam rahim yang dapat pula melakukan time travel, kebayang seremnya kalau dibikin versi horrornya. Lol.

Atau sepertinya gue harus memahami dulu konsep dasar Time Traveling supaya tidak rewel ketika menonton film ini, eh tapi Donie Darko dengan teori time travelnya juga gak kalah membingungkan gue.


Cast : Eric Bana, Rachel McAdams, Michelle Nolden, Arliss Howard.

Directed By : Robert Schwentke

My Rate : 2,9/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Paris (France - 2009)

Thursday, September 23, 2010 at 3:48 AM

Film ini masih mengusung tema kota Paris dan cinta, mempunyai segment-segment yang kurang lebih sama dengan Paris, je taime. Namun kalah diunsur cerita dan penggarapan. Menonton film bersetting Paris dan segment cinta-cintaannya, membuat gue mengambil kesimpulan apakah memang mudah menemukan cinta di kota Paris ?, kalo iya, saya segera kesana .. Lol.

Seorang pria berprofesi sebagai penari didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit jantung, sembari menunggu transplantasi jantung, ia mengajak saudarinya yang single parent untuk tinggal bersama di apartmentnya, ditengah istirahatnya, ia duduk di balkon dan memperhatikan tingkah laku warga kota Paris yang beragam,
Dan disinilah scene demi scene menghadirkan karakter yang lalu lalang, seorang dosen yang jatuh cinta pada mahasiswinya, segerembolan tante-tante muda yang mencari kehangatan cinta dari para pekerja dipelelangan ikan, seorang imigran gelap yang naksir cewek perancis dan beberapa segment lainya.

Awalnya film ini bergerak cukup dinamis, walaupun karakter utama kurang tersiksa dengan kondisi jantungnya, depresi yang kurang terbentuk, tapi mungkin begitulah kondisi budaya orang perancis ketika menghadapi suatu yang buruk, selanjutnya adalah keadaanya menjadi blur, awalnya semua segment dituturkan lewat point of view karakter utama, namun selanjutnya berjalan sendiri sendiri sehingga bukan lagi pencitraan dari sudut pandang karakter utama, padahal balkoni tempatnya duduk santai adalah tempat paling strategis mengamati semua tingkah laku warga Paris.

Juliette Binoche memang selalu tampil prima disetiap film-filmnya, tak terkecuali dengan film "standar" Paris ini. Emosinya yang sedikit labil melihat kondisi adiknya, pekerjaanya sebagai social worker dan kesendirianya sebagai single parent membuat karakternya terkadang emosi dan terbawa suasana.

Cast: Juliette Binoche, Romain Duris, Fabrice Luchini, Albert Dupontel, François Cluzet, Karin ViardGilles Lellouche, Mélanie Laurent, Zinedine Soualem

Directed By : Cédric Klapisch

My Rate : 2,9/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

A Perfect Gateway (2009)

Wednesday, September 22, 2010 at 3:12 AM

Bahkan ketika gue meletakkan ekspektasi serendah mungkin, film ini tetap tidak punya alasan yang tepat untuk dimaklumi kejelekanya, twist yang gampang sekali ketebak, character yang aneh, bahkan tingkat kesadisannya pun biasa saja.

Steve Zahn dan Milla Jovovich adalah pasangan muda yang baru menikah, opening scene diwarnai dengan pesta pernikahan keduanya, selanjutnya mereka terbang ke Hawaii, kedatangan mereka disambut dengan berita pembunuhan, keduanya tetap melanjutkan perjalanan menuju suatu daerah dan bertemu dengan sepasang turis yang tengah berpetualangan juga, dan thriller sesungguhnya pun baru dimulai setengah jam terakhir, sejam pertama, hanya menyuguhkan tetek bengek pengantar cerita yang sangat membosankan.

A Perfect Gateway menang di settingnya yang indah yaitu Hawaii, walaupun sepertinya gambar gambar yang ditampilkan kurang maksimal, dan banyaknya scene scene stereotypical plus twistnya yang dipaksakan melengkapi kejelekan film ini dimata gue, kenapa yah Milla Jovovich bermain dalam film seperti ini ? I want something more like Resident Evil please ... :)

Udah ah ... Lagi males review juga sebenarnya, lol

Cast : Milla Jovovich, Steve Zahn, Timothy Olyphant, Kiele Sanchez.

Directed By : David Thowy

My Rate : 2,6/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Casablanca (1942)

Monday, September 20, 2010 at 5:18 AM

Dalam film Adaptation karya Spike Jonze, ada beberapa line percakapan antara Charlie Kauffman dan Donald Kauffman, mereka menyebut betapa remarkable-nya script Casablanca dan dipuji menjadi salah satu film romantis terbaik. Nah lo ...

Benar kok Casablanca adalah sebuah kota di Morocco, dikota itu terdapat sebuah Cafe yang dimiliki oleh Rick, seorang ekspatriat Amerika yang mengungsi kesana,
Suatu hari mereka kedatangan pasangan suami istri yang mencari perlindungan politik, tapi ternyata wanita tersebut adalah mantan Rick sendiri ketika berada di Perancis,
Dibalut suasana politik yang tidak jelas, Rick dan Ilsa pun dihadapkan pada cinta yang tak jelas.

Sebagai film klasik, gue akuin beberapa elemen emang jawara, diantaranya adalah gambar yang masih bening, gue juga gak tahu juga sech apakah versi yang gue tonton sudah remastered atau kopian versi asli, pengangkatan tema percintaan dengan latar belakang perang melengkapi tema klasiknya, ditambah dengan scriptnya yang jawara abis, beberapa line bisa dijadikan quote menarik, tapi entah kenapa semua terasa hambar buat gue. Kharakter Rick yang ceplas ceplos dengan quote-quotenya seperti hanya membaca skrip tanpa emosi, Karakter Ilsa dengan segala kebimbangan, kepalsuan dan berusaha mencari keuntungan diatas alasan cintanya ke Rick, Karakter yang tidak membuat gue bersimpatik.

Yang menarik perhatian adalah music score karya Max Steiner yang sangat mirip dengan lagu "Sabang sampai Merauke" apakah kita perlu menelaah siapa yang meniru siapa ???

Cast : Humphrey Bogart, Ingrid Bergman, Paul Henreid

Directed By : Michael Curtiz

My Rate : 3,2/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Remember Me (2010)

Sunday, September 19, 2010 at 5:06 AM

Dan ini bukan sebuah film yang mengupas kepedihan hati rakyat Amerika dan dunia dengan plot 9/11 -nya, tapi lebih kepada drama kehidupan keluarga Amerika yang tidak harmonis dan tentu saja percintaan anak muda.

Robert Pattinson hadir dalam bentuk manusia biasa, nggak ada lebay lebayan ala Bella dan Edward, charachter R-Patz dihadapkan dengan segudang masalah, menyaksikan adiknya bunuh diri, orang tua yang bercerai, rasa marahnya kepada sang ayah (Pierce Brosnan) dan berusaha menjadi teman baik buat adiknya yang suka dianggap aneh di sekolah, sementara itu tokoh De Ravin digambarkan punya pengalaman buruk menyaksikan ibunya ditembak oleh penjahat disubway, sang ayah yang seorang polisi menjadi over protective, kedekatan antara R-Patz dan De Ravin awalnya hanyalah keisengan semata, namun hubungan mereka berlanjut menjadi perselisihan.

Robert Pattinson sangat tepat memilih film ini, selain dapat melepas kesan vampire, aktingnya juga terasah, walaupun gue melihat karakternya seperti malaikat dimana menjadi orang baik namun diujung cerita harus menjadi korban, De Ravin sendiri adalah wanita hamil yang bertahan hidup di serial Lost, sepertinya Rpatz dan De Ravin beda usia, namun ke imutan De Ravin membuat mereka cocok saja bersanding :).

Dan plot 9/11 dengan ditabraknya twin tower hanyalah pemanis diending saja, film ini lebih menekankan rasa trauma dan bagaimana manusia bertahan hidup dengan trauma yang dihadapinya, pun kisah cinta antara Ravin Dan RPatz hanya menjadi sekelumit dari segunung masalah lain, sepertinya sutradara bener bener mengkomplekskan cerita dalam film ini, sehingga memang ada beberapa elemen cerita yang tak terpecahkan dan terhenti pada 11 sepetember.

Cast : Robert Pattinson, Emilie De Ravin, Chris Cooper, Lena Olin, Pierce Brosnan.

Directed By : Allen Coulter

My Rate : 3,5/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Lost In Translation (2003)

Saturday, September 18, 2010 at 2:04 AM

Enam tahun yang lalu gue berusaha menonton film ini dan mengalah pada menit ke-10, pada zaman itu menonton bukanlah se-addict sekarang, dulu film blockbuster adalah pilihan utama, film drama semacam ini akan menjadi pilihan ke-100, tapi ketika menonton ulang film ini sebulan yang lalu, gue banyak sekali mendapat pengalaman baru, sepertinya Sofia Coppola sukses mencuri perhatian gue.

Bob Harris adalah seorang aktor senior dari Amerika yang kebetulan mendapat proyek sebagai main talent untuk produk Whisky di Jepang, Bob Harris adalah tipikal aktor sukses yang oleh public dinilai punya kehidupan sempurna, tapi apa yang sesungguhnya terjadi pada diri Bob Harris adalah kesepian dan stress, disela sela istirahat syuting ia habiskan hanya bengong di cafe ataupun lobby hotel. Disisi lain seorang perempuan muda bernama Charlotte baru lulus kuliah mengikuti suaminya seorang fotografer yang mendapat proyek di Jepang, pasangan muda yang awalnya mesra mulai terlihat ada jarak, Bob dan Charlotte bertemu di lobby hotel dan merasa ada kecocokan satu sama lain, petualangan pun dimulai, mereka mengexplore kota tokyo dan kehidupan malamnya, sampai suatu saat merekapun harus berpisah.

Scene awal kita akan dihadiahi oleh Scarlett Johannson yang hanya mengenakan celana dalam pink dan t-shirt serta dishoot dari belakang, sepertinya Sofia Coppola paham benar letak daya tarik ScarJo, selanjutnya scene akan lebih terfokus pada kegiatan Bob Harris di Jepang, lucunya adalah ketika sutradara iklan mulai marah-marah karena susah sekali mengarahkan Bob Harris, sutradara ngoceh panjang lebar, tapi oleh translator hanya diterjemahkan sepotong kalimat saja, lol.

Yang menarik dari film ini adalah ketika elu sering melakukan travelling terkadang kejadian seperti ini bisa terjadi, bertemu dengan seseorang dan merasa ada kecocokan namun lu sendiri merasa bahwa hubungan seperti ini gak bisa lanjut dikarenakan banyak hal, misal sudah terikat dalam pernikahan dsb. Dan Sofia Coppola membuat film ini se-real mungkin, tidak lebai dengan menambahkan drama yang bikin termehek-mehek, nilai tambahan patut diberikan pada dua aktor yang bermain di film ini, Scarlett Johannson dan Bill Muray seakan terperangkap pada dunia cinta yang tak terucap, merasa cocok namun rasanya ada halangan untuk melanjutkan.

Atmosfir kota Tokyo memang rasanya kurang menunjang untuk beromantis ria, namun Coppola membuat scene kota Tokyo lebih berwarna dengan lampu lampunya yang gemerlap.

Habis ini gue mesti siap siap dengan Marie Antoinette dan Virgin Suicides... Dan apakah Somewhere sudah tersedia juga ???

My Rate : 3,9/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Wild at Heart (1990)

Friday, September 17, 2010 at 6:32 AM

David Lynch dan film filmnya selalu membuat gue bertanya tanya ? Apa maksud dari sequence sequence yang terkadang surreal dan aneh ? Namun disana juga letak daya tarik film-filmnya Lynch, dibandingkan dengan Mulholland Drive film yang satu ini dimata gue terkesan lebih ringan namun tetap bikin njelimet juga :)

Lula dan Sailor adalah dua tokoh utama, mereka adalah pasangan yang saling mencintai namun terganjal oleh ketidaksetujuan nyokap Lula, scene awal difilm ini langsung dihiasi oleh perkelahian sadis didepan bioskop yang mengakibatkan Sailor harus mendekam dipenjara, waktu berlalu dan Sailor pun bebas dengan dijemput oleh Lula di depan penjara, petualangan kejar kejaran antara pasangan mabuk asmara dengan mafia suruhan nyokap Lulapun dimulai, film ini berubah menjadi film Road Trip dimana Lula dan Sailor saling berbagi pengalaman bersama.

Karakter Laura Dern cukup menarik perhatian gue, dimulai dengan suara dan tingkah lakunya yang sebenarnya "agak" ganggu buat gue, kesannya memang seperti labil, namun sisi itulah yang ditonjolkan mengingat usianya yang digambarkan masih abg dengan body wanita dewasa, dan layaknya abg yang merasakan cinta pertama adalah segala galanya, dan jangan lupa suguhan menarik dibeberapa scene dimana Laura Dern sangat nyaman mempertontonkan payudaranya.

Nicholas Cage, buat gue dia emang aktor jempolan, sayang sekali film filmnya belakangan ini memang lebih mengambil tema komersil ketimbang bermain di film dengan karakter-karakter menarik, bermain sebagai Sailor, yang awalnya gue pikir hanya memanfaatkan kemolekan Lula, namun beberapa quote dari mulutnya sanggup membuat Lula terbang keawang-awang, salah satunya yaitu dia tidak akan menyanyikan lagunya Love Me Tender Elvis Presley kalau bukan untuk istrinya tercinta.

Diane Ladd, yang sebenarnya adalah nyokap Laura Dern beneran juga bermain cukup bagus, no wonder kalau akting Laura Dern sepertinya emang sedikit terpengaruh dari sang nyokap. Not to mention Willem Dafoe yang dipermak menjadi sangat jelek dan menjijikkan sebagai fisik dan juga karakter. Good Job.

David Lynch tentu saja tidak akan memuat scene scene ala film romantis lain, sesaat sebelum ending Lynch mengumpulkan banyak mobil dan memutarkan lagu Love Me Tender yang memang dinyanyikan oleh Nicholas Cage. I like it.

My Rate : 3,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Papa H. Ahmad Zen Tanjung (26 April 1944 - 14 Agustus 2010)

Tuesday, September 14, 2010 at 5:20 AM

Tepat sebulan lalu, hari ke-4 Ramadhan adalah hari terakhir gue dan nyokap dapat bersama dengan dia, gak ada tanda tanda khusus, walaupun malam sebelumnya dia terpaku depan tv menyaksikan acara Kick Andy di MetroTV yang membahas seputar "Mati Suri", gue sempet nemenin dia nonton bareng sampe habis, pas sahur biasanya dia yang bangun duluan, tapi mungkin karena capek alarm yang ada disamping tempat tidurnya gak digubris, gue pun ngebangunin nyokap yang ikut pulas pada malam itu, sahur hari ke-4 berjalan lancar, rutinitas yang dijalanin bokap adalah sesudah imsak dia pasti mandi dan berwudhu, dan inilah moment akhir perjalanan hidupnya, ketika selesai berwudhu dia kena serangan jantung dan jatuh, gue dan nyokap membopongnya ke kamar dan memanggil dokter, ditengah kebuntuan menunggu sodara dan dokter datang gue hanya mampu membimbingnya mengucapkan kalimat syahadat dan Allahuakbar sebanyak mungkin, di pangkuan gue bokap pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta.

Innalillahi wainnailaihi rojiun

Selamat jalan papa tercinta, semoga damai disana, kerelaan kami melepas beliau hendaknya mempermudah segala proses yang akan dijalaninya disana, doa kami sekeluarga akan selalu menyertai.

Tiada lagi yang dapat kami berikan kepadanya sebagai pernyataan rasa kasih sayang kami dan sebagai alasan atas semua kebaikan papa dan pengorbanannya kepada kami anak anaknya, hanyalah doa kehadirat Allah yang Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang semoga Allah mengampunkan dosanya, melapangkan kuburnya dan menempatkan ia ditempat terbaik disisi-Nya.

Papa .... Kami kangen sekali .....


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com