Moulin Rouge

Monday, May 31, 2010 at 5:37 AM

The greatest thing you'll ever learn is just to love and be loved in return.

Dan sudah pasti Satine adalah perempuan cantik yang tengah sekarat yang pernah gue lihat, dan tentu juga gue merasa sedih dengan kisah cinta dengan Christian yang tak berakhir dengan kebahagiaan.

Ini kali keduanya gue menonton film ini, walau sensasinya cukup beda ketika nonton pertama kali, namun gue merasa enjoy menyaksikan scene scene indah dan lagunya, walaupun baru sekarang merasa ngeh kalau suara Nicole Kidman dan Ewan McGregor gak terlalu bagus bagus amat sech, untung saja lagunya easy listening.

Nah sekarang kita ketemu Christian, seorang penulis yang hijrah ke perancis, memulai hidup di daerah Moulin Rouge, bertemu dengan seorang Courtesan bernama Satine dan Jatuh Cinta, namun terganjal oleh seorang Duke yang cinta kepada Satine yang sekaligus menginvestasikan uangnya pada club tempat dimana Satine bekerja, dramanya bukan itu saja tapi juga kondisi fisik Satine yang tengah sekarat.

Dua film Nicole Kidman dan Baz Luhrman yaitu Moulin Rouge dan Australia udah gue tonton, dan Moulin Rouge adalah yang terbaik, tapi setelah melongok imdb ternyata baru 4 film, kurang produktif atau nyambi jadi sutradara yah ???

Wondering apa bisa film musikal Indonesia bisa menandingi Moulin Rouge, gue sech berharap dengan proyek terbarunya Joko Anwar berjudul "Onrop" setidaknya punya kualitas bagus.

Setelah menonton kedua kalinya ini maka ratenya turun dikit yah jadi 3,5/5

All you need is love ...


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Total Eclipse

Saturday, May 29, 2010 at 10:33 PM

Sepertinya Leonardo Dicaprio masih berada di status coba coba ketika bermain di film ini, atau juga dia mau meng-explore segala kemampuannya, maka menjelma lah dia menjadi seorang penyair perancis dan rela melakukan scene hubungan sejenis (Gay) dengan seorang pria beristri.

Bersetting di Eropa tahun 1870-an, seorang penyair terkenal bernama Paul Verlaine mengundang seorang ABG labil namun punya bakat hebat dalam seni puisi bernama Arthur Rimbaud (Leonardo DiCaprio), diajak tinggal dirumahnya bersama dengan istrinya yang hamil, Arthur yang labil tidak bisa mengatur tingkah lakunya dan ini membuat mertua Paul marah besar dan mengusir Arthur, sedangkan Paul pun tengah tidak stabil dengan emosinya, KDRT pun dilakukannya, beberapa scene diperlihatkan ia menampar dan memukuli istrinya bahkan sempat melempar anaknya dari baby box, kelabilan Arthur dan Paul memperkuat hubungan mereka yang berujung pada hubungan sejenis.

Agak aneh melihat Leonardo Dicaprio tampil sebagai Arthur Rimbaud penyair perancis dengan bahasa Inggris aksen amerika, padahal semua aktor lainnya tampil lebih membumi dengan aksen inggris eropa mereka, sesuatu yang menurut gue sangat tidak masuk akal. Bukankah ada coach yang dapat membantu Leonardo bisa beraksen perancis or at least beraksen Inggris.

Namun disisi lain, Leonardo Dicaprio mengexplor sisi lain, total naked walau tidak explicit namun diulang ulang dibanyak scene, pun begitu juga dengan karakter Paul Verlaine dan istrinya.

Walaupun berpusat pada Arthur Rimbaud dan Paul verlaine tapi tidak ada puisi mereka yang memorable yang bisa gue ingat setelah menonton film ini. Kesimpulan sementara dan juga menjadi pertanyaan adalah apakah menjadi seorang seniman harus menjadi labil secara emosi untuk dapat menghasilkan karya yang bagus ??

My Rate : 2,8/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Miller's Crossing

Friday, May 28, 2010 at 3:46 AM

Sudah seminggu lalu menonton film ini dan entah kenapa gue lupa sama sekali dengan plot ceritanya, sepertinya bukan karya yang memorable dari Coen Brothers yah ? Atau cuman gue kah yang merasa begini.

Ok izinkan gue berkunjung sebentar ke imdb untuk me-refresh kembali synopsis film ini, dan ini hasilnya : "bersetting pada tahun 1930-an, dua kubu mafia saling berusaha mengusai sebuah daerah. Dan Tom Reagan adalah semacam penasehat mafia tesebut, masalah mulai timbul ketika salah seorang bawahan mafia tersebut berlaku licik dan akhirnya Tom Regan terjebak diantara perang mafia.

Agak sulit selanjutnya buat gue mereka reka plot demi plot, selain filmnya terlalu banyak omong sedikit aksi, ditambah pengenalan katakter yang terlalu cepat, dan kesulitan gue menentukan masalah utama dari film ini, membuat gue merasa sia sia menonton film ini, kesimpulan, butuh waktu dan mood yang tepat untuk menonton film ini.

Satu satunya cast perempuan di film ini hanyalah Marcia Gay Harden, tampak masih sangat muda dan "kenceng" dengan karakter yang memikat, berbeda sekali jika melihat karakter nya di film The Mist.

Dan sesak rasanya harus memberikan rate 2,7/5 untuk film ini, tapi itu adalah rate sementara lho, bisa aja naik setelah gue menonton untuk kedua kalinya.


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Up In The Air

Wednesday, May 26, 2010 at 1:50 AM

Bagus sech, cuman kok berasa agak agak over rated aja yah ? Mengingat tema "nobody wants to be lonely" pernah dibahas film lain, pembedanya hanyalah pekerjaan karakter utama yang hobi "memecat" orang lain dari pekerjaan mereka.

Mari bertemu dengan Ryan Birmingham, seorang yang sudah karatan dengan pekerjaannya "memecat orang lain", dia punya taktik yang sangat ampuh dalam hal memecat orang lain, bayangkan dengan cara ampuhnya yang sangat halus bahkan yang dipecatpun merasa nrimo dengan keadaan mereka. Suatu saat perusahaannya memperkerjakan seorang wanita muda yang sedikit arogan, mempunyai metode baru dalam cara memecat orang lain, yaitu Video Cenferencing, metode yang bakal menghemat pengeluaran kantor untuk biaya travelling Ryan, dan disatu kesemptan mereka pun melakukan perjalanan kerja bareng, yang membawa keduanya menyingkap kehidupan pribadi masing masing, Ryan yang menyimpan cinta dengan wanita matang (Vera Farmiga) sedangkan Natalie diputuskan oleh pacarnya.

Film ini berfokus pada pengaruh pekerjaan terhadap kehidupan cinta para karakternya, yang dapat gue simpulkan "no body wants to be lonely". I always like Clooney dengan film filmnya, walaupun karakternya gak beda beda amat dari filmnya yang lain, tapi lumayan menghibur, sedangkan Vera Farmiga, salut buat ke MILF-an yang semakin matang, (apa sech ..mulai ngelantur) scene dikamar hotel menampilkan lekuk tubuhnya bener bener indah dan gak murahan. Sedangkan Natalie (Anna Kendrick) tampil bagus dengan porsinya sebagai wanita muda yang ambisius dan arogan tapi tetap manusia biasa, terbukti ketika dia diputusin pacar dan keputusannya meninggalkan kantor begitu mengetahui salah satu clientnya bunuh diri.

Film ini memang bagus, tapi entah mengapa gue hanya tertarik dengan pekerjaan Ryan Birmingham saja, selipan drama-kehidupan pribadi karakternya kurang menarik buat gue.

My Rate : 3,3/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Ed Wood

Sunday, May 23, 2010 at 8:53 AM

Gue petik satu kalimat wasiat dari sutradara ternama Edward D. Wood Jr ini : " filmmaking is not about the tiny details, its about the big picture", jadi jangan heran kalau dia diberi gelar sutradara paling buruk yang penah ada.

Mari yuk ketemu dengan Edward D. Wood Jr, sutradara muda yang penuh ambisi, kreatif, dan sangat mudah membuat script film hanya dalam beberapa hari, dan mempunyai prinsip "Semua bisa diatur", pergantian aktor pada saat syuting dimulai, pergantian cerita pada saat syuting, properti seadanya dan scene sekali take, tak jarang crew protes karena ulahnya ini. Selain memproduksi film film kelas B pada zamannya, Edward Wood pun berhasil mengangkat kembali nama bintang horror ternama Bela Lugosi dijagad dunia perfilman.

Tim Burton emang selalu hadir dengan film filmnya yang aneh bin ajaib, banyak yang bilang film yang ini adalah masterpiece-nya, tapi buat gue Sweeney Todd, Big Fish, Sleepy Hollow dan Edward Scissorhand lebih enak untuk dinikmati, mungkin faktor mata yang kurang nyaman dengan gambar hitam putih membuat gue merasa sedikit "aneh". Tapi tetep terhibur dengan printilan printilan kecil Tim Burton dalam mengeksplor semua character, Ed Wood yang punya sisi lain, suka berpakaian wanita, setting studio Hollywood tahun 50-an, semua di ramu secara unik oleh Burton.

My Rate : 3,8/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

New Moon

Thursday, May 20, 2010 at 10:54 PM

Film ini bener bener berhasil, berhasil membuat gue naik darah, berhasil membuat gue cerewet di timeline twitter, selain mempunyai tingkat lebay yang teramat sangat, juga film ini diproduksi khusus untuk anak anak 4lay.

Mari yuk ketemu dengan sosok Bella, seorang ABG berwajah cantik jutek, selama durasi film yang hampir dua jam lebih, Bella memasang tampang bete, wajahnya persis seperti abg labil yang bergelayutan seribu masalah, not even a single smile, bahkan ketika bertemu Edward Cullen pun wajahnya gak berubah, "Hei, Bella, don't u suppose to love Edward Cullen, so please put a smile when u meet him". Dan ditengah gundah gulana Bella yang pengen berubah jadi Vampire, tiba tiba Edward Cullen pergi meninggalkan Bella begitu saja dengan alasan paling bego, bukankah ini settingannya zaman sekarang dimana hp, email, twitter, facebook, web cam bertebaran dimana-mana, kesengsaraan Bella bertambah tambah pasca ditinggalkan Edward, berteriak teriak tengah malam, duduk menyepi berbulan bulan, L33333BbbbbbBaaaaa4444yyyyyyyyyyyy.

Nah, sebagai penarik perhatian para abegeh maka dihadirkanlah karakter Manusia serigala yang sepanjang film bertelanjang dada dan berotot, dengan adanya plot ini gue sempat berharap setengah jam terakhir bakal ada pertarungan besar antara manusia serigala dan vampire, oh ternyata saya digombalin dengan hanya menyaksikan melodrama ala sinetron antara Bella dan Edward Cullen. Dimana Edward akan bunuh diri ketika mendengar Bella telah meninggal, Sigh berat.

Hal yang menarik dari film ini adalah music soundtracknya yang keren keren, dan seorang vampire cantik bernama Alice, setidaknya kehadirannya bikin film ini sedikit cerah. Sisanya Sampah. Buan buang waktu saja.

My Rate : 1,9/5

Cukup tuh rate, gak boleh ditawar lagi.

Sent From my iPhone 3GS Read More..

3 Idiots

Monday, May 17, 2010 at 7:35 AM

All Is Well.

Terakhir nonton film Bollywood adalah Paa-nya Amitha Bachan beberapa bulan lalu, cukup terkesima juga dengan temanya yang unik, nah sekarang saatnya 3 Idiots yang membius gue dengan tiga karakternya yang unik dan sangat memorable, mereka adalah Ranco, Farhan dan Raju.

Tiga sahabat yang bertemu disebuah asrama kampus, Raju, yang harus mengorbankan cita citanya menjadi fotografer binatang dan masuk ke jurusan Tekhnik, Farhan berlatar belakang keluarga miskin, ayahnya yang sakit sakitan, ibu yang sudah lama tidak membeli sari, adiknya yang tak kunjung menikah, dan terakhir adalah Rancho, sepertinya ini adalah karakter paling di sukai semua wanita dan juga penonton, berwajah ganteng, pintar, lucu dan selalu menolong dua sahabatnya. Beberapa kelucuannya bisa dilihat ketika dia bertanya pada dosen, "daripada menghabiskan duit jutaan dolar untuk sebuah ballpen ruang angkasa, kenapa tidak pake pinsil saja" sang dosen hanya terdiam dan menampung pertanyaan itu, atau ketika dia protes tentang dosen yang terlalu textbook padahal belum tentu mahasiswa bisa memahami suatu mata kuliah. Banyak keusilan lain yang kalau dipikir character Rancho too good to be true.

Film Bollywood terkenal dengan melodrama yang mendayu dayu dan durasi yang panjan dan music serta tarian , film ini pun masih memakai pakem tersebut, namun setidaknya sutradara sangat pintar menaikkan turunkan emosi penonton, bolehlah ketawa ngakak tapi bersiap siap semenit kemudian anda bisa menyeka airmata.

Quote menarik juga banyak ditemukan di film ini, All iz well, kalimat pamungkas sebagai pemompa semangat, atau ketika Rancho jadi juara kelas, Farhan pun berujar : "When your friends flops, you feel bad, when he tops, you feel even worse" ngena banget neh quote.

Setelah hampir 3 jam menonton film ini, maka gue putuskan untuk masuk daftar favourite gue.

My Rate : 3,8/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com