Thirst (Korea - 2009)

Thursday, December 2, 2010 at 2:46 AM

Dimata gue, Thirst memberikan gambaran sosok Vampir yang manusiawi, tidak ada seringai yang berlebihan, emosi yang tercipta ketika seorang manusia berubah menjadi vampir sepertinya mewakili sebuah realita, itupun kalau vampir bener bener exist yah. Lol.

Seorang pendeta mendedikasikan hidupnya menjadi Martyr of God, caranya adalah menjadikan tubuhnya sebagai media ekperimentasi dalam mencari vaksin sebuah penyakit, hingga pada suatu saat dia mengalami keadaan kritis namun akhirnya terselamatkan karena tubuhnya di suntikkan 'darah' yang terkontaminasi dengan darah Vampire, dan inilah babak pertama dalam film ini, selanjutnya Pendeta itu menjadi semacam malaikat dimana ia mempunyai kemampuan menyembuhkan penyakit, berlanjut ke plot inti, dimana ia berbagi rahasia dengan seorang istri dari pasiennya, hubungan yang akhirnya mengubah sang wanita menjadi vampir dan pergolakan diantara dua karakter vampir yang baik dan jahat.

Thirst memang berarti "haus" disini diartikan sebagai kehausan akan darah manusia, tapi tenang scene yang ditampilkan tidaklah se-gore yang gue perkirakan, percikan darah memang pasti ada tapi kekuatan cerita juga menyeimbangi, Vampire pun dikembalikan ke karakteristik aslinya, Haus darah manusia, tak ada V-juice yang dapat mensubsitusi darah manusia seperti pada serial True Blood, dan juga hanya keluar pada malam hari, tentu saja bentuknya persis seperti manusia normal tidak seperti penggambaran The Cullens yang bersinar.

Karakter vampire wanita difilm ini sangat menarik perhatian, melihat aktingnya yang terkadang komikal, keberaniannya berakting dalam scene ML juga patut di acungkan jempol, bahkan karakternya menjadi puncak dari film ini.

Ending part adalah scene yang paling maksimal, beberapa pasti akan merasa kecewa melihat tidak ada satu katapun terucap dari dua karakternya, kita hanya disajikan adegan kucing kucingan antara dua character dan ditutupi dengan simbol sepatu yang jatuh, sebuah ending yang sangat menarik menurut gue.

Menonton film ini dan membandingkan dengan The Twillight series persis seperti membandingkan sebuah film bagus dengan sinetron ular ularan di Indosiar. :)

Cast : Kang-ho Song, Ok-bin Kim, Hae-sook Kim, Ha-kyun Shin, etc

Directed : Chan-wook Park

My Rate : 3,8/5

Sent From my iPhone 3GS

0 comments

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com