Leap Year (2010)

Wednesday, September 29, 2010 at 7:19 AM

"May you never steal, lie or cheat. But if you must steal, then steal away my sorrows, and if you must lie, lie with me all the nights of my life, and if you must cheat, please cheat death ... " -Leap Year-

Kalau berdasarkan Wikipedia, Leap Year adalah sebuah tahun yang mempunyai jumlah hari lebih dari 365 hari, yaitu 366 hari, kelebihannya ada pada tanggal 29 Februari, dan moment ini oleh sebuah suku dijadikan tradisi bahwa wanita dapat melamar laki laki pada saat tersebut, terdengar agak menggelikan dan tidak wajar buat gue, tapi inilah tema unik yang dipake oleh film Leap Year ini.

Anna adalah seorang wanita mapan Amerika, berpacaran dengan seorang Pria mapan Amerika juga, namun hubungan itu seperti tidak ada ujung dan kepastianya, berdasarkan tradisi yang dianut oleh keluarga Anna, moment 29 February adalah kesempatan buat Anna untuk melamar pacarnya, namun tentunya proses itu tidak semudah yang dipikirkan, Anna harus menempuh perjalan menuju Irlandia, yang sudah pasti mengubah hidup dan cintanya.

Selipan tema Leap Year terus terang hanya menutupi plot ceritanya yang basi dan gampang ditebak, seorang wanita yang kebingungan akan status kehidupanya, pacar yang tak kunjung melamar dan akhirnya berlabuh ke pria lain yang beda karakter karena suatu kejadian dan titik. Tidak ada istimewanya menurut gue, pun menempatkan Amy Adams hanyalah memperburuk daftar film filmnya, padahal belakangan ini film macam Julie and Julia, doubt, Charlie Wilsons War, Enchanted, Catch me if you can lumayan bagus dan menempatkan Amy Adams diposisi yang baik. Pun karakter Anna sendiri tidak mencerminkan seorang wanita yang kuat, pekerjaanya sebagai upgrader apartment lumayan keren, namun disisi lain ternyata Anna menye menye dan unyu unyu di Irlandia, mapan tapi tidak secure sepertinya.

Untuk Matthew Goode, I have nothing to complain, berperan sebagai pria Irlandia memang cocok buat dia, walaupun tidak semulus ketika Gerald Butler bermain di P. S I Love You.

Beberapa scene di film ini memang lucu tapi over all tidak mengubah penilaian gue, film ini biasa aja kok .... :)

Cast : Amy Adams, Mathew Goode, Adam Scott and John Lithgow

Directed By : Anand Tucker

My Rate : 2,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Chloe (2009)

Monday, September 27, 2010 at 5:17 AM

Wah gue belum pernah melihat Amanda Seyfried seberani ini dalam berekspresi, walaupun kurang prima dan maksimal dalam akting, tapi keluwesannya dalam memamerkan tubuh dan menjelajahi tubuh Julliane Moore patut di acungi jempol.

Inilah kisah wanita desperado plus salah strategi, diawal cerita Catherine (Julliane Moore) mempersiapkan suprise birthday party untuk suaminya, namun yang ada hanyalah kekecewaan karena suami lebih memilih untuk party dengan siswi2nya, menghadapi masalah ini ide gila dan bodoh pun muncul dengan menyewa seorang escort girl untuk merayu suaminya, disinilah peran Chloe (Amanda Seyfried) menjadi sangat dominan dalam menentukan setiap arah permainan, dan bodohnya Catherine pun terbawa kedalam permainan yang mampu mengancam keutuhan keluarganya. Jangan harapkan sesuatu yang istimewa antara Chloe dan David (Liam Neeson) tapi film ini akan lebih fokus ke Chloe dan Catherine dengan segala chemistry mereka.

Oleh Atom Egoyan, Film ini khabarnya diadaptasi dari film perancis, jadi gak salah juga kalau sex explicitnya juga dihadirkan, ok lah dan tentu saja scene ini menjadi hiburan yang sangat menarik, mari bandingkan dengan film Boundnya Jennifer Tilly dan Gine Gershon, jelaslah film ini masih dibawah, namun drama posessif ala Chloe ini lumayan menegangkan untuk ditonton. Drama yang cukup intense namun kurang kuat pada alasan kenapa Chloe tiba-tiba menjadi sangat posesif, apakah ini ada hubungannya dengan profesinya sebagai wanita "Penghibur" ???

Selain sex scenenya yang cukup explicit, design rumah Catherine tak kalah menariknya, didominasi oleh kaca dihampir separuh bagian rumah, kesan mewah dan luas pun terlihat, oo I wish I could have that house plus Amanda Seyfried juga tentunya .. :)

Cast : Julliane Moore, Liam Neeson, Amanda Seyfried and Max Thieriot.

Directed By : Atom Egoyan

My Rate : 3/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008)

Sunday, September 26, 2010 at 3:03 AM

Dan gue bukanlah penggemar berat Indiana Jones, pun setelah menonton film ini gak ada hal yang bikin gue penasaran dan berkesan, Indiana Jones hanyalah seorang tua yang cukup pintar dan selalu beruntung dalam semua kondisi.

Kali ini Indy berhadapan dengan agen Soviet yang dipimpin oleh Dr. Irina Spalko (Cate Blanchet) yang menyusun strategi supaya Indy dan teamnya mencari benda asing yang berbentuk Crystal Skull, jebak-jebakan ala film petualangan dimulai dilembah Nevada berankuts sampe Peru dan Hutan Amazon Brazil, tentunya dalam petualangan tersebut banyak dihiasi kendala kendala, mulai dari agen soviet, penduduk suku asli sampe makhluk makhluk hewan aneh. Dan sedikit twist tentang keberadaan anaknya Indi.

Steven Spielberg sepertinya sudah kehilangan charm dengan film-filmnya, tema tema fantastis dan futuristik macam Artificial Intiligence (AI), Minority Report, War of The Worlds kurang mengena di gue, lebih asik menonton karyanya yang lain macam Saving Private Ryan, Catch Me If You Can, The Terminal dan Schindler's List, atau juga gue yang lebih enjoy drama dari pada genre yang lain.

Pun Harrison Ford bermain biasa saja, walau diakuin dengan umur segitu masih fit untuk melakukan scene scene yang menguras tenaga, jadi inget bokap yang udah pergi, mereka seusia. #curcol

Yang membuat gue gak terlalu suka dengan episode yang ini adalah Steven Spielberg memaksakan unsur Alien masuk dalam plot cerita, sehingga petualangan yang kelihatan real jadi sia sia.

Cast : Harrison Ford, Shia Lebouf, Cate Blanchett, etc.

Directed By : Steven Spielberg.

My Rate : 2,8/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Hot Tub Time Machine (2010)

Saturday, September 25, 2010 at 5:00 AM

Pernah merasa hidup di era 70-an dan 80-an ? Maka beberapa elemen di film ini pasti bisa membuat anda tertawa, mmgghh .. Kalau gue ??? SD aja tahun 90-an kok .. Lol #nggakNgakuUmur :)

Beginilah jadinya kalau kehidupan sebagai orang dewasa mulai membosankan dengan segala problematikanya maka berkumpul 4 sahabat dan melakukan perjalanan ke sebuah resort dan menemukan hot tub yang mengiring mereka kembali ke tahun 1986. Pernak pernik tahun 1980-an ditampilkan, mulai dari fashion, gaya rambut, handphone segede gaban yang multifungsi untuk gebukin orang, dan tentu saja musik nya yang yahud.
Ke-empat teman akrab tadi tentu saja enjoy dengan keadaan mereka, semua kejadian lampau direka ulang untuk memastikan mereka dapat kembali lagi di tahun 2010.

Melirik judulnya mungkin agak kedengeran janggal aneh dan idiot, sebuah tub dapat membawa kita kembali ke era 80-an, lagi lagi gue terjebak dengan konsep dasar time travel, eh padahal baru kemaren nonton The Time Traveler's wife yang juga mengusung plot yang sama, tapi komedi satu ini gak perlu sampe gue ubek ubek materinya, just enjoy dengan scene slapsticknya, humornya yang konyol, tapi kalau bisa dibandingkan dikit neh sama Hangover, jelas sekali film ini berada jauh dibawah film Hangover secara kualitas.

Cast : John Cusack, Clark Duke, Craig Robinson, Rob Corddry.

Directed By : Steve Pink

My Rate : 2,8/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Time Traveler's Wife (2009)

Friday, September 24, 2010 at 6:06 AM

Butuh ketelitian lebih untuk menonton film ini, siap siaga dalam merangkai timeline nya yang maju mundur maju mundur hingga muncratz, walaupun time travel sepertinya bisa menjadi tema yang menyenangkan dengan fantasi yang dapat membuat kita pergi kemana saja, namun film ini menyuguhkan drama yang riweh tentang time travel dan efeknya terhadap orang lain.

Mari ikuti kehidupan bolak balik ala Eric Bana, seorang pria dengan kemampuan melakukan time travel, diceritakan bahwa kemampuan ini dikarenakan kelainan genetika (mau donk punya kemampuan seperti ini), masalahnya adalah kemampuan ini tidak bisa dikontrolnya, alhasil kapanpun dam dimanapun ia dapat melakukan time travel, lanjut aja neh .. Kemudian cerita berfokus pada Claire (Rachel McAdams) yaitu istri dari Henry si time travelers, drama bolak balik waktupun dimulai ketika ia mengunjungi istrinya yang masih muda dan juga menyempatkan diri mengunjungi anaknya dimasa yang akan datang.

Ribet sekali drama ini, lihat saja kerempongan tokoh Henry yang tidak mampu mengontrol kemampuannya, atau karakter Rachel McAdams sendiri yang bete karena ditinggal pergi oleh suaminya selama dua minggu, padahal dia tahu pasti bahwa kemampuan itu tidak bisa dikontrol ataupun ada cure-nya.

Berpatokan pada beberapa line di film ini gue malah melihat tokoh Henry malah seperti menyusun drama kehidupannya sendiri dan mampu mengontrol kemampuanya, kenapa dia bisa tahu bahwa minggu depan dia akan muncul lagi ditempat yang sama ? Atau tahu persis kapan ia akan mati dan menyempatkan waktu mengunjungi anak istrinya dimasa yang akan datang, semuanya semacam bentuk persiapan manakala dia sudah tidak ada lagi dimuka bumi, nah loh ... Plot hole bukan sech ???
Atau ketika dia melakukan vasectomy dan sempat sempatnya melakukan time travel dan melakukan "hubungan" dengan istrinya?.

Memang sungguh aneh plotnya dimata gue, atau kalaupun bisa dijelaskan itu semata mata gue yang kurang fokus pada ceritanya dan cukup menikmati gambar dan warna film ini yang bagus, mostly mengambil filter kecoklatan yang indah, dan sudah pasti juga terpaku pada kecantikan Rachel McAdams.

Satu hal yang unik dan creepy adalah kemampuan janin dalam rahim yang dapat pula melakukan time travel, kebayang seremnya kalau dibikin versi horrornya. Lol.

Atau sepertinya gue harus memahami dulu konsep dasar Time Traveling supaya tidak rewel ketika menonton film ini, eh tapi Donie Darko dengan teori time travelnya juga gak kalah membingungkan gue.


Cast : Eric Bana, Rachel McAdams, Michelle Nolden, Arliss Howard.

Directed By : Robert Schwentke

My Rate : 2,9/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Paris (France - 2009)

Thursday, September 23, 2010 at 3:48 AM

Film ini masih mengusung tema kota Paris dan cinta, mempunyai segment-segment yang kurang lebih sama dengan Paris, je taime. Namun kalah diunsur cerita dan penggarapan. Menonton film bersetting Paris dan segment cinta-cintaannya, membuat gue mengambil kesimpulan apakah memang mudah menemukan cinta di kota Paris ?, kalo iya, saya segera kesana .. Lol.

Seorang pria berprofesi sebagai penari didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit jantung, sembari menunggu transplantasi jantung, ia mengajak saudarinya yang single parent untuk tinggal bersama di apartmentnya, ditengah istirahatnya, ia duduk di balkon dan memperhatikan tingkah laku warga kota Paris yang beragam,
Dan disinilah scene demi scene menghadirkan karakter yang lalu lalang, seorang dosen yang jatuh cinta pada mahasiswinya, segerembolan tante-tante muda yang mencari kehangatan cinta dari para pekerja dipelelangan ikan, seorang imigran gelap yang naksir cewek perancis dan beberapa segment lainya.

Awalnya film ini bergerak cukup dinamis, walaupun karakter utama kurang tersiksa dengan kondisi jantungnya, depresi yang kurang terbentuk, tapi mungkin begitulah kondisi budaya orang perancis ketika menghadapi suatu yang buruk, selanjutnya adalah keadaanya menjadi blur, awalnya semua segment dituturkan lewat point of view karakter utama, namun selanjutnya berjalan sendiri sendiri sehingga bukan lagi pencitraan dari sudut pandang karakter utama, padahal balkoni tempatnya duduk santai adalah tempat paling strategis mengamati semua tingkah laku warga Paris.

Juliette Binoche memang selalu tampil prima disetiap film-filmnya, tak terkecuali dengan film "standar" Paris ini. Emosinya yang sedikit labil melihat kondisi adiknya, pekerjaanya sebagai social worker dan kesendirianya sebagai single parent membuat karakternya terkadang emosi dan terbawa suasana.

Cast: Juliette Binoche, Romain Duris, Fabrice Luchini, Albert Dupontel, François Cluzet, Karin ViardGilles Lellouche, Mélanie Laurent, Zinedine Soualem

Directed By : Cédric Klapisch

My Rate : 2,9/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

A Perfect Gateway (2009)

Wednesday, September 22, 2010 at 3:12 AM

Bahkan ketika gue meletakkan ekspektasi serendah mungkin, film ini tetap tidak punya alasan yang tepat untuk dimaklumi kejelekanya, twist yang gampang sekali ketebak, character yang aneh, bahkan tingkat kesadisannya pun biasa saja.

Steve Zahn dan Milla Jovovich adalah pasangan muda yang baru menikah, opening scene diwarnai dengan pesta pernikahan keduanya, selanjutnya mereka terbang ke Hawaii, kedatangan mereka disambut dengan berita pembunuhan, keduanya tetap melanjutkan perjalanan menuju suatu daerah dan bertemu dengan sepasang turis yang tengah berpetualangan juga, dan thriller sesungguhnya pun baru dimulai setengah jam terakhir, sejam pertama, hanya menyuguhkan tetek bengek pengantar cerita yang sangat membosankan.

A Perfect Gateway menang di settingnya yang indah yaitu Hawaii, walaupun sepertinya gambar gambar yang ditampilkan kurang maksimal, dan banyaknya scene scene stereotypical plus twistnya yang dipaksakan melengkapi kejelekan film ini dimata gue, kenapa yah Milla Jovovich bermain dalam film seperti ini ? I want something more like Resident Evil please ... :)

Udah ah ... Lagi males review juga sebenarnya, lol

Cast : Milla Jovovich, Steve Zahn, Timothy Olyphant, Kiele Sanchez.

Directed By : David Thowy

My Rate : 2,6/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com