Vertigo (1958)

Friday, December 10, 2010 at 2:22 AM

Dan memang bener efek samping dari menonton film ini adalah Vertigo, pusing memikirkan plotnya yang misterius sekali ditambah dengan twist menarik, o jangan lupa dengan endingnya yang cukup membuat kita terbelalak kagum dan kemudian harus menghela nafas ... Terkepung diantara dua rasa puas dan kecewa.

Scene dibuka dengan kejar kejaran diatap gedung gedung tinggi, dan pemeran utamanya Scottie harus menyaksikan partnernya jatuh dari ketinggian, hal ini yang menyebabkan ia menderita semacam phobia akan ketinggian dan vertigo, ditengah masa rehat sebagai detective, Scottie mendapat tugas untuk menyelidiki isteri seorang jutawan yang oleh suaminya diyakini dirasuki oleh roh orang yang telah meninggal. Scottie awalnya enggan menangani kasus ini, namun akhirnya terjebak dalam sebuah permainan seru.

Sebuah film Alfred Hitchcock yang menurut gue mempunyai pencapaian yang sangat hebat untuk plot, settingan, dan akting pada tahun 1958, bayangkan scene kejar kejaran diatas gedung apartment, pemanfaatan green/blue screen di beberapa scene, walaupun masih kurang halus, namun masih sedap dipandang mata.

Film ini mempunyai kekuatan penuh pada cerita dan twistnya, setidaknya ada dua babak dengan dua ending yang menarik yang ditawarkan, dan sutradara sepertinya memang sanggup membuat gue puas tapi kemudia duduk terhenyak sambil menahan nafas.

Sepertinya Alfred Hitchcock menjadi salah satu sutradara favorite gue, saatnya mencari film filmnya yang lain :)

Cast : James Stewart, Kim Novak, Barbara Bel Geddes, Tom Helmore, etc

Directed By : Alfred Hitchcock

My Rate : 4,3/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Virgin Suicides (1999)

Saturday, December 4, 2010 at 2:22 AM

Film ini terus terang sempat membuat gue harus menghela nafas dalam - dalam dan terperangah dengan endingnya, Sofia Coppola maunya apa yah ? Kok bisa bisanya film ini membuat gue frustasi.

Berfokus pada keluarga Lisbon, keluarga Amerika yang taat beragama, punya lima orang putri yang cantik, di awal scene kita disuguhi percobaan pembunuhan oleh putri mereka yang paling kecil, hal ini sontak membuat penduduk kota geger dan menjadi topik pembicaraan, Ronald Lisbon yang bertindak sebagai keluarga akhirnya sedikit memberi ruang kebebasan pada anaknya, tampak dari luar memang keluarga Lisbon sangat dispilin dan tertutup, sedikit ruang kebebasan yang diberikan oleh Ronald awalnya berdampak positif pada anak-anaknya, namun salah satunya yaitu lux Lisbon (Kirsten Dunst) yang paling dominan diantara putri putri Lisbon terlibat sex bebas, dan entah kenapa beberapa saat kemudian putri-putri Lisbon kembali mengasingkan diri, komunikasi mereka dengan dunia nyata hanyalah lewat empat orang pria tentangga mereka, komunikasi hanya dibangun lewat telephon dan lagu. Hingga pada suatu malam Putri - putri Lisbon mengundang ke-4 pria tetangga mereka untuk mampir dan melarikan diri.

Bersetting tahun 70-an, musik Rock n Roll masih dianggap benda haram, terlihat ketika Sara Lisbon, ibu mereka membakar beberapa piringan hitam milik putrinya yang menurutnya memberi pengaruh buruk akan keadaan keluarganya.

Menurut gue melihat tingkah polah Putri Lisbon dari luar sama sekali tidak mengindikasikan keberanian mereka untuk bunuh diri, mereka terlihat sehat secara fisik, bahkan tidak ada tekanan berat yang harus dirasakan oleh putri putri mereka, lantas apa penyebab dari semua ini ? Sampai diujung sebetulnya masih menjadi misteri buat gue.

Sofia Coppola, gue terkesima dengan Lost in Translation dan Marie Antoinette, gaya penyutradaraanya yang membuat sebuah cerita yang biasa saja jadi kelihatan sangat menarik, berbeda dengan 2 film diatas, The Virgin suicides lebih dalam menggarap sisi psikologi seseorang, tak lupa Sofia Coppola menyisipkan sisi horror, tentu saja di beberapa plot kita akan berpikir apakah ini film horror ???

The Virgin suicide bukanlah film hiburan, butuh pemahaman untuk menontonnya, kalaupun tidak terhibur dengan ceritanya, pastikan Kirsten Dunst abg dapat menghibur kalian dengan gaya gayanya yang manja. Lol

Cast : James Woods, Kathleen Turner, Kirsten Dunst, Josh Hartnett etc.

Directed By : Sofia Coppola

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Thirst (Korea - 2009)

Thursday, December 2, 2010 at 2:46 AM

Dimata gue, Thirst memberikan gambaran sosok Vampir yang manusiawi, tidak ada seringai yang berlebihan, emosi yang tercipta ketika seorang manusia berubah menjadi vampir sepertinya mewakili sebuah realita, itupun kalau vampir bener bener exist yah. Lol.

Seorang pendeta mendedikasikan hidupnya menjadi Martyr of God, caranya adalah menjadikan tubuhnya sebagai media ekperimentasi dalam mencari vaksin sebuah penyakit, hingga pada suatu saat dia mengalami keadaan kritis namun akhirnya terselamatkan karena tubuhnya di suntikkan 'darah' yang terkontaminasi dengan darah Vampire, dan inilah babak pertama dalam film ini, selanjutnya Pendeta itu menjadi semacam malaikat dimana ia mempunyai kemampuan menyembuhkan penyakit, berlanjut ke plot inti, dimana ia berbagi rahasia dengan seorang istri dari pasiennya, hubungan yang akhirnya mengubah sang wanita menjadi vampir dan pergolakan diantara dua karakter vampir yang baik dan jahat.

Thirst memang berarti "haus" disini diartikan sebagai kehausan akan darah manusia, tapi tenang scene yang ditampilkan tidaklah se-gore yang gue perkirakan, percikan darah memang pasti ada tapi kekuatan cerita juga menyeimbangi, Vampire pun dikembalikan ke karakteristik aslinya, Haus darah manusia, tak ada V-juice yang dapat mensubsitusi darah manusia seperti pada serial True Blood, dan juga hanya keluar pada malam hari, tentu saja bentuknya persis seperti manusia normal tidak seperti penggambaran The Cullens yang bersinar.

Karakter vampire wanita difilm ini sangat menarik perhatian, melihat aktingnya yang terkadang komikal, keberaniannya berakting dalam scene ML juga patut di acungkan jempol, bahkan karakternya menjadi puncak dari film ini.

Ending part adalah scene yang paling maksimal, beberapa pasti akan merasa kecewa melihat tidak ada satu katapun terucap dari dua karakternya, kita hanya disajikan adegan kucing kucingan antara dua character dan ditutupi dengan simbol sepatu yang jatuh, sebuah ending yang sangat menarik menurut gue.

Menonton film ini dan membandingkan dengan The Twillight series persis seperti membandingkan sebuah film bagus dengan sinetron ular ularan di Indosiar. :)

Cast : Kang-ho Song, Ok-bin Kim, Hae-sook Kim, Ha-kyun Shin, etc

Directed : Chan-wook Park

My Rate : 3,8/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Cabin Fever 2 : Spring Fever (2009)

Tuesday, November 30, 2010 at 11:26 PM

Gue terkecoh, gue tertipu, gue terhina, 10 menit menonton film ini gue baru sadar kalo film ini bukan lah Cabin Fevernya Eli Roth, salahkan mas mas bajakan yang menjual film ini, ooppsss salahkan para produsen yang tidak melampirkan huruf "2" pada titlenya, ooppsss apa mestinya gue yang disalahkan karena addicted dengan dvd bajakan yah ??? Lol.

Opening film dibuka dengan animasi proses sebuah sumber mata air yang terkontaminasi Virus yang akhirnya masuk kedalam botol air mineral, dan packing pertama air mineral tersebut dikirim menuju sebuah SMU, at least benang merah dengan cabin fever nya Eli Roth terjalin dengan lancar, drama horror gorypun dimulai, virus menyebar dengan cara menjijikan, air kencing seorang janitor yang dikira sirup, diminum rame rame, close up bagian genital yang terinfeksi oleh virus, dan banyak hal hal yang menjijikkan lainya.

Cabin Fever 2 sepertinya bukanlah horror gore seperti prequelnya, buat gue tidak lebih dari Komedi yang menjijikkan, Komedi dengan selera humor rendah dan "menjijikan" dalam arti sebenarnya dapat membuat gue merasa mual.

Dan untuk character yang terdapat di film ini. Tidak ada satupun yang likeable, just average abg ababil yang annoying dan ketularan virus.

Note : tidak perlu meluangkan waktu mencari ataupun mendownload film ini, biarlah gue yang tersiksa menonton film ini.

Cast : Rider Strong, Noah Segan, Alexi Wasser, Rusty Kelley ... (Who the hell are they ??? )

Directed By : Ti West (nah ini siapa lagi sutradaranya ??? )

My Rate : 1,3/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Adaptation (2002)

Saturday, November 27, 2010 at 2:04 AM

Nicholas Cage berada pada titik cemerlang karirnya ketika membintangi beberapa film macam Lord of War, Matchstick Men, City of Angels, Wild at Heart etc, sedangkan film macam Next, Nationa Treasure series hanyalah memperburuk CV nya saja, imho loh.

Adaptation adalah film rumit dan tidak semua orang dapat menikmatinya dengan gampang, setali dengan Being John Malkovich, film ini mempunyai pattern yang sama, dibanding BJM film Adaptation jauh lebih ringan, dan Charlie Kauffman berhasil memadukan dunia fiksi dan non fiksi kedalam sebuah film, orang awam seperti gue tentu saja tidak tahu mana charachter yang real dan fiksi.

Charlie Kauffman bertindak sebagai penulis yang juga menuliskan film ini, nah lo ??? Jadi gini, karakter utama dalam film ini adalah Charlie Kauffman (Nicholas Cage) yang memang adalah karakter nyata dalam kehidupan nyata, mempunyai seorang saudara yang juga penulis Donald Kauffman, di film ini kita juga melihat settingan film Being John Malkovich dengan cameo John Malkovich dan crew film, dan part ini adalah nyata, lantas apa yang fiksi dalam film ini ??

Charlie Kauffman didaulat oleh Agen dan produsernya untuk mengadaptasi sebuah Novel tentang Bunga Anggrek, Charlie Kauffman bergulat dengan sebuah novel yang dipikirannya sangat tidak pantas atau tidak bisa di Adaptasi menjadi sebuah film, disisi lain Donald Kauffman yang juga diperankan oleh Nicholas Cage berjaya dengan script filmnya yang terkesan lebih pop, Charlie merasa tersaingi, hal ini cukup membuat dia merasa stuck dengan penulisan scriptnya, di plot lain kita melihat seorang novelis wanita yang jatuh cinta pada narasumbernya, dan novelis itulah yang menulis buku tentang anggrek.

Do oh, susah bener gue menjelaskan plot film ini, atau mungkin juga gue gak bisa mengadaptasi plot film ini dalam bentuk kalimat, sigh

Nicholas Cage bermain sangat cemerlang di film ini, namun melihat dia memerankan dua karakter secara bersamaan, yaitu Charlie Kauffman dan Donald Kauffman, terkadang membuat gue salah persepsi dan menganggap Charlie Kauffman mempunyai alter ego ataupun multipel personality.

And as for Charlie Kauffman, dia berhasil meramu film ini menjadi unik dan tidak gampang, dunia nyata dan dunia khayal digabung menjadi satu. sepertinya sutradara Spike Jonze memang cocok bekerjasama dengan Charlie Kauffman.

Buat temen temen yang berniat menonton film untuk mencari hiburan, maka film ini sepertinya tidak masuk hitungan. :)

Cast : Nicholas Cage, Tilda Swinton, Meryl Streep, Chris Cooper, etc

Directed By : Spike Jonze

My Rate : 3,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Clash of The Titans (2010)

Tuesday, November 23, 2010 at 12:15 AM

Mitologi Yunani memang punya daya tarik tersendiri, dewa-dewa dengan kekuasaan absolut saling berantem, punya anak haram dengan manusia yang disebut demigods, haus kekuasaan, mempunyai ego dan emosi, now I wonder, sepertinya dewa-dewa itu lebih manusia dari pada manusia itu sendiri.

Perseus (Sam Worthington) adalah tokoh utama dalam film ini, ia tentu saja adalah seorang demigods, namun as we know it, ketika demigods terlahir biasanya Dewa akan membuang anak tersebut, Perseus dibesarkan oleh nelayan, disaat yang sama penduduk sebuah kota marah kepada dewa dan berhenti menyembah mereka, padahal kekuatan dewa berasal dari persembahan dan puja puji manusia. Hal ini dimanfaatkan oleh Hades (cmiiw) memporak porandakan suasana, seperti halnya film Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief film ini disudahi dengan menjadikan kepala Medusa sebagai senjata utama. Maaf kalau spoiler besar-besaran, lol.

Menonton film jelas lebih mengasikan dari pada menyaksikan Percy Jackson buatan Chris Colombus, Clash of The Titans hadir lebih dark dan serius, walau boleh dibilang masih terkesan sangat Pop, tapi aksi yang ditawarkan lumayan seru, as for Medusa, gue lebih suka Medusa di film ini, penerjemahan bentuk Medusa jauh lebih menyeramkan ketimbang melihat Uma Thurman dengan kacamata hitammnya.

Sebagai film hiburan, jangan berharap lebih, nikmati saja spesial effectnya yang bagus.

Cast : Sam Worthington, Liam Neeson, Ralph Fiennes, Jason Flemyng.

Directed By : Loius Leterrier

My Rate : 3,3/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Un Prophète (France - 2009)

Sunday, November 21, 2010 at 3:38 AM

Sudah sebulan lamanya menonton film ini, tapi karena kebuntuan dan kehabisan ide curhatan, maka baru detik ini gue mulai kembali curhat film di blog ini, semoga dengan review kecil kecilan ini akan kembali memberi semangat buat gue meneruskan blog ini. Amien.

Un Prophète atau The Prophet mengusung tema Penjara, kekerasan, rasial dan agama, Plot yang hampir sama terjadi di hampir semua penjara yang ada seluruh dunia, bedanya adalah pada karakternya yang terombang ambing pada dua tempat, Malik, adalah seorang pria usia 19 tahun campuran Muslim arab dengan Corsican, sehingga agak susah buat dia menempatkan posisinya ketika Penjara, menjadi setengah setengah dalam hal ras dan agama adalah masalah.

Malik di hukum 6 tahun penjara, oleh seorang mafia Corsican ia direkrut untuk dijadikan anak buah, namun pada saat yang bersaman ia juga berkoalisi dengan kelompok arab muslim, setiap tindakannya mempunyai muatan politik untuk bertahan di kerasnya kehidupan penjara.

Un Prophète menawarkan sisi yang realistis tentang kehidupan penjara, walau diselipi dengan sisi surreal dalam bentuk kehadiran sosok pria arab yang pernah dibunuh oleh Malik, kehadirannya yang surreal menjadi teman Malik berbincang-bincang didalam penjara.

Akting yang brilian dipersembahkan oleh aktor utama yaitu Tahar Rahim, sebagai Malik, ia menjelma menjadi seorang pria yang ditempa oleh kekerasan dan politik penjara. Seiring filmnya berjalan karakternya berubah teratur seiring perjalanan waktu yang ia habiskan dipenjara.

Sebagai film wajib tonton gue harus warning buat yang mau nonton dengan durasinya yang 2 jam lebih, dan memang terdapat beberapa scene yang 'flat'.

My Rate : 3,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com