Grave of the Fireflies
Gambar yang disajikan tidak seindah anime produksi Studio Ghibli (mungkin), tapi penderitaan dua saudara Setai dan Tsetsuko digambarkan dengan pilu, sang ayah yang tentara diceritakan pergi berperang (kemungkinan tewas) sedangkan ibu mereka juga tewas dalam peristiwa perang dan kebakaran, namun oleh Setai (Abang, saudara tertua) menyembunyikan kematian sang ibu dari adeknya dan ketika di tanya Seita selalu menjawab Sang ibu lagi dirawat di Rumah sakit. Berdua mereka menulusuri jalan menuju rumah kenalan sang ibu, berbekal surat untuk menitipkan mereka sementara, namun kenalan sang ibu bukanlah wanita yang baik, dia mempergunakan Seita dengan jalan merebut harta mereka yang memang tak seberapa, penderitaan makin menjadi jadi yang akhirnya memaksa dua orang saudara tersebut tinggal dan berteduh di sebuah Gua yang banyak kunang kunangnya.
Film dengan akting wajar dari para aktornya memang sanggup membuat hati pilu, lihat saja ketika scene tsetsuko kelaparan dan setengah merintih meminta makan pada sang abang, pun diendingnya tak menyisakan sedikitpun happy ending, disini gue sempat berpikir, Happy Ending memang tidak selalu dimiliki oleh setiap orang, Hidup penuh misteri.
Film ini didominasi filter yang agak kecoklatan, kemungkinan disesuaikan dengan settingan zaman perang dan kesedihanyang dialami characternya, bahkan scene scene kunang kunang yang seharusnya bisa dibikin lebih indah terasa kurang megah, emosi kesedihan memang terlalu mendominasi film ini.
Merasa hidup lu sudah terlalu desperado, cobalah tonton film ini, siapa tahu akan mengubah sudut pandang.
My Rate 3,2/5
Sent From my iPhone 3GS Read More..
Posted In
Review Movies
|
0
comments
|
Defiance
Based on true story tentang dua saudara Yahudi yang selamat dari kekejaman tentara Jerman dan mengungsi keperbatasan Russia, ditengah pelarian mereka bertemu dengan beberapa koloni Yahudi lainnya yang juga melakukan eksodus besar besaran, akhirnya mereka bersatu dan membangun daerah baru, tentu saja diselipkan drama kecil kecilan yang menguras emosi dua saudara yang mengakibatkan perpecahan kelompok, sudah tentu para wanita yang memperindah drama pengungsian ini.
Daniel Craig dan Liev Schieber tampil sebagai dua saudara, mereka didaulat tampil sebagai pemimpin para pengungsi, Daniel yang berotot ini tampil layaknya pengungsi frustasi, mengalami tekanan dan dendam terhadap Jerman yang telah membunuh orang tuanya, namun dipihak lain para pengungsi Yahudi pun menekannya sebagai pemimpin yang harusnya mengeluarkan keputusan keputusan penting dalam hal melindungi warga Yahudi lainnya, tidak ada yang terlalu istimewa dari karakter ini, pun gue gak terlalu merasakan kepedihan yang dialami warga yahudi ini, atau mungkin sudah gue sudah mati rasa ???
Bersetting 100 persen di hutan Bellarusia melewati musim panas dan dingin, hutan kayu sampe rawa rawa, layaknya film based on true story maka di ending title di beri penjelasan singkat kehidupan karakter karakter yang berhasil selamat.
My Rate : 3/5
Sent From my iPhone 3GS Read More..
Posted In
Review Movies
|
0
comments
|
Good Will Hunting
Good Will adalah karakter Einstein dizaman sekarang, plot yang diambil hanyalah Jenius-nya saja, tapi Will hanyalah seorang pekerja cleaning service dengan kepribadian yang labil, tidak mampu membina hubungan baik dengan orang yang lebih tua dan juga wanita, tidak dapat menahan amarah, dan hanya satu yang membuatnya happy adalah tiga orang teman temannya. Cerita berawal ketika seorang proffessor memberikan soal matematika yang sangat sulit kepada mahasiswanya, tak ada satupun dapat memecahkan soal tersebut kecuali Will, sang professor terkesima dan berusaha membuat Will menjadi pribadi yang lebih baik, dibutuhkan banyak Phisikiater menangani Will, dan semuanya berakhir ricuh dan gagal, sampai ketika ia bertemu Robin Williams (lupa nama karakternya) yang sanggup membuat Will melepaskan rasa "Trauma"nya.
Kerjasama dua sahabat Matt Damon dan Ben Affleck cukup apik sebenarnya, momen momen mencengangkan ketika Will pertama kali menulis jawaban soal matematika yang paling sulit dengan santai, atau ketika adu argumen di bar dan scene "apple" memberika kepuasan tersendiri
Walau film ini tidak seperti imajinasi harapan saya, tapi senang sekali bisa menyaksikan karya Gus Van Sant yang satu ini.
My Rate : 3,2/5
Sent From my iPhone 3GS Read More..
Posted In
Review Movies
|
1 comments
|
Invitation Only
Inti tema dari film Slasher adalah "Survive" dan plot ini diterapkan pula di Invitation Only, seorang pria yang berprofesi sebagai driver diberi undangan oleh boss-nya untuk menghadiri sebuah pesta ekslusif, sebuah kartu undangan yang bertuliskan "Invitation only" dan kalimat dibelakang kartu adalah :"tuliskan mimpi terindah anda, kami akan kabulkan" dan dia pun menuliskan sebuah merk mobil mewah dikartu itu. Bersama 4 orang tamu lainnya yang baru pertama kali hadir di pesta itu mereka diperkenalkan satu persatu, selanjutnya impian merekapun dikabulkan, dan tentu saja ini menjadi hari terindah buat mereka. Tapi tunggu dulu .... Karena "pesta" sesungguhnya belumlah dimulai.
Diawal sesungguhnya gue clueless film ini produksi mana yah ??? All I know Miyabi berasal dari Jepang, tapi bahasa dan tampang aktor yang lain gak ada jepang-jepangnya sama sekali, oh ternyata "Taiwan", strategi ini sepertinya yang ditiru Maxima Pictures dengan menghadirkan Miyabi sebagai permen manis, karena toh dia hadir hanya sebentar, berbicara dalam bahasa inggris aksen amerika, scene selanjutnya dia ngedance panas di lantai dansa, dan kemudian melepas semua pakaiannya dan melakukan adegan layaknya JAV namun lebih soft, ok selanjutnya seperti yang gue ceritakan di paragraph pertama, Maria Ozawa pun lenyap tak berbekas, maka dimulailah gore gorean yang lumayan membuat gue mual.
Sebenarnya film ini cukup menjanjikan, kalaulah dibuat seabsurd mungkin, maka gue gak akan cerewet bertanya sebab dan akibat yang terjadi pada plot plot film ini, lihat saja twistnya yang lumayan menarik, tapi lihat pula alasan kenapa acara potong dan sayat tubuh ini terjadi ? Sungguh sangat lemah, alasan yang sangat tidak masuk akal, sepertinya sutradara sudah kehilangan idenya untuk plot cerita tapi tidak dengan darah, siapkan diri anda untuk menyaksikan, penis yang disetrum, wajah yang disilet silet dan ditaburi garam, atau pemenggalan kepala, dsb. At least ada dua klimaks yang dihadirkan di film ini, siapkan diri anda.
If you love slasher, then you'll love this.
My Rate : 2,9/5
Sent From my iPhone 3GS
Posted In
Review Movies
|
0
comments
|
No Country For Old Men
Bersetting di gurun Texas yang tandus, Llewelyn Moss menemukan beberapa mayat ditengah gurun, beserta satu koper berisi uang $ 2 juta, hal ini tidak ia laporkan ke Polisi dan Moss pun membawa kabur koper berisi duit tersebut, yang terjadi kemudian adalah kejar kejaran yang dilakukan Anton terhadap Moss, sementara itu seorang polisi yang hampir pensiun mati matian memperingati istri moss untuk mengembalikan uang yang diambilnya atau semuanya akan berakhir tragis.
Wah setelah gue puas dengan O Brother Where art Thou beberapa tahun lalu, maka kembali Coen Brothers mempesona gue dengan "No Country for Old Men", tapi sebelum ini gue sempet dikecewakan dengan "Burn after Reading", persis sekali Coen Brother ini membuat emosi gue naik turun dengan film film mereka. Ciri khas yang sangat dalam adalah ending yang "aneh", sinematografi yang indah, dan musik yang bagus, and I always love the music from brother, where art thou ? Sampe apal banget dikepala gue, mereka bener bener jenius.
Karakter yang paling mengena adalah Anton Chigurh yang diperankan dengan sangat pas oleh Javier Bardem, seorang penjahat yang melenyapkan nyawa orang lain hanya dengan sebuah koin, wajah yang sangar dan dingin, rambut yang aneh, lengkaplah sudah paket character ini.
This movie definetly masuk salah satu film terbaik versi gue, oo ... Sepertinya gue harus me list film film Coen Brothers yang belum gue tonton macam : The Man Who wasn't there, The Big Lebowski, Fargo, Hudsucker Proxy.
My Rate : 4,1/5
Sent From my iPhone 3GS Read More..
Posted In
Review Movies
|
1 comments
|
Night at the Museum: Battle of the Smithsonian
Film ini tidak lebih dari perpanjangan dari seri pertama, walaupun bersetting di tempat berbeda tapi masih berkutat di Museum, Larey Daley (Ben Stiller) berusaha menyelamatkan para "penghuni" Museum yang salah kirim ke gudang sebuah museum bernama Smithsonian, berkat panduan anaknya Larey masuk ke gudang bawah tanah museum dan ketika malam tiba semua penghuni museumpun kembali hidup. Sebagai pemanis cerita dihadirkan tokoh tokoh Lincoln, Kahmunrah yang sok aksi akan kembali menguasai dunia, Jedediah simakhluk kecil, Amelia Earhart (pilot wanita pertama), Albert Einstein dan sebagainya, semuanya bergerak dan melumpuhkan Kahmunrah yang berniat akan menguasai dunia.
Tidak ada yang baru dalam film ini, bahkan animasi dari makhluk penghuninya pun sudah lama kita saksikan penerapannya di film film lain.
So kesimpulannya kalau elu adalah anak kecil yang pengen hiburan, maka film ini boleh jadi pilihan, tapi kalau mau menonton film berkategori berat ... Skip it guys .. :)
My Rate : 2,5/5
Sent From my iPhone 3GS Read More..
Posted In
Review Movies
|
0
comments
|
Frost/Nixon
Berawal dari skandal Watergate yang menjatuhkan Richard Nixon dari kursi kepresidenan, namun setelah tiga tahun diam tanpa penjelasan sepatah katapun tentang kasus Watergate, seorang host Talk Show bernama David Frost berusaha melakukan interview dengan Richard Nixon dengaj tujuannya membuatnya melakukan "pengakuan" seputar kasus Watergate. 3 sesi wawancara yang cukup menegangkan, ditunggu oleh ratusan juta warga Amerika dan dunia.
Drama berat soal politik ini dikemas oleh Ron Howard semenarik mungkin, printilan printilan kecil diluar konteks ceritapun menarik perhatian, lihat saja bagaimana Nixon mengomentari sepatu buatan Italy Frost, "don't you find them too effiminate ???" Lol. Atau lihatlah apa pandangan Nixon seputar Kennedy, Frank Langella bener bener bertransformasi menjadi Richard Nixon, entahlah dengan Michael Sheen dengan karakter David Frost yang memang gak terlalu familiar buat gue.
Nah sekarang gue mulai penasaran detil kasus Watergate, anyone care to explain for me ??? Lol
My Rate : 3,8/5
Sent From my iPhone 3GS Read More..
Posted In
Review Movies
|
1 comments
|
