The Uninvited

Tuesday, June 23, 2009 at 9:24 PM

This is an US version of South Korea's Tale of two sisters.

Dialkisahkan seorang cewek cantik pulang dari Rumah sakit dijemput sang ayah dan berharap bisa memulai hidup baru dengan ayah dan ibu tiri.
Dan seorang "kakak".

Namun kepulanganya kerumah menyisakan misteri dimana arwah sang ibu seakan memberi tahu sesuatu kepadanya, dan banyak kejadian aneh lainnya.

Bersama dengan sang kakak, dia berusaha memecahkan misteri kematian ibu mereka yang sangat mereka yakini dibunuh oleh ibu tiri mereka.

Emily Browning really caught my eyes, cantik imut dan kecil serta berparas seperti wanita Asia, she is Australian though. Arriele Kebbel juga tampil cantik difilm ini dengan mamerin bodynya.

I love the twisted ending, walaupun banyak yang bilang eksekusinya sangat jelek, since I haven't watched tale of two sisters, gue jadinya gak bisa bandingin. Dan banyak juga yang bilang kalau sintog tale of two sisters is a way better than the uninvited dimana suasana creepynya jelas lebih kerasa.

One thing for sure film ini bukanlah film hantu yang serem, for me it's more physcology (bener gak tuh nulisnya) and thriller.

Lumayan buat tontonan secara tema seperti ini jarang gue sentuh, gotta see tale of two sister in a near future sepertinya.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Keith

at 12:36 AM

Keith is not an ordinary teen flick.

Lagi lagi ini adalah film yang gue tonton jauh sebelum sakit dan lupa mereview film ini. Mohon dimaafkeun.

I gotta say Jesse McCartney should change his carreer and more focus on acting. Mungkin gak berlebihan kalo gue bilang Jesse sebenarnya berbakat didunia film mungkin mengingat film ini tak seperti teen flick lain yang ditutup dengan happy ending dan ringan.

Keith adalah film remaja yang sedikit mendewasa, so diceritakanlah seorang Keith yang bermasalah dalam hidup dan sekolah, Keith kemudian jatuh cinta dengan seorang gadis cantik dan pinter disekolahnya, yang jadi unik adalah pedekate yang sedikit diluar pattern yang berlaku menjadikan filmnya segar.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

My Sassy Girl (US)

Monday, June 22, 2009 at 10:27 PM

Bla bla bla .... Gue bisa dibilang paling telat nonton film Korea plus remake remakenya ..... Ketika versi Koreanya booming pada awal 2000-an gue malah cuek bebek ama film satu ini, dan sampe detik ini versi aslinya pun tak ada gue sentuh .. Mungkin suatu hari nanti pasti gue tonton.

Well, boleh dibilang versi USnya ini sudah sangat ngepop, ringan dan nontonnya tanpa mengerutkan dahi.

Bermula di subway dimana seorang pria baik baik ketemu dengan seorang cewek cantik yang tengah mabok, selanjutnya ketebak donk ... Jalan bareng tapi setiap ketemu selalu ada masalah yang dibuat sama cewek gelo tadi, intinya annoying dan sudah tentu ke annoyingannya sempet berpengaruh juga terhadap kehidupan dan karir si cowok. Bak dua kepribadian yang sangat berbeza tentu sangat sulit disatukan.

Yang gue suka dari film ini adalah warna filter setiap scene yang hanya didominasi warna sepia dan hijau, bener bener enak dipandang mata plus sudah tentu Elisha Cuthbertnya donk. Dan sedikit twist endingnya yang sedikit menghibur.

What I hate about this movie adalah chemistry dua aktornya yang kurang mengena, Elisha yang mestinya digambarkan tukang mabok dan rada stress tidak terlalu masuk ke character itu dan idem juga buat Jesse Bradford yang kurang cupu di film ini.

Pantesan film ini langsung rilis ke DVD yah ... Kemungkinan sudah diprediksi bakal jeblok kayaknya.

Mau sedikit santai ... Boleh kok film ini di coba.



Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Keurosing aka Crossing (South Korea)

at 9:54 PM

Gue nonton film ini sesaat sebelum sakit dbd, jadi maaf banget kalo reviewnya jadi telat setelatnya.

Kalo dibaca di imdb ternyata film ini pernah diikutsertakan untuk Oscar kategory Foreign Movie, dan terus terang sangat pas memang film ini mewakili Korea Selatan diajang bergengsi itu.

Film drama yang menyentuh ini bersetting di Korea utara dimana kita dengan gamblang di perlihatkan bagaimana pemerintahan sewenang wenang terhadap warganya, buruknya sanitasi dan kesehatan, kemiskinan, well semua yang jelek numpuk dinegara itu. Fokus film ini adalah sebuah keluarga kecil dimana sang ayah adalah mantan pemain bola terkenal mempunyai seorang istri yang sakit sakitan dan seorang anak yang masih SD.

Konflik pun dimulai ketika Istri menderita penyakit berat yang mengharuskan Sang ayah mencari obat ke China namun akhirnya terdampar di Korea selatan dan tak bisa kembali kekampung halamanya untuk memberi obat obatan kepada isteri tercinta dan menjaga anak semata wayangnya.

Sedikit annoying adalah ketika semua masalah telah mencapai puncaknya, sang ayah menyalahkan Yesus Kristus dan sempat melempar Bible dan berkata, bahwa Yesus hanya milik orang orang Korea Selatan.

Film melodrama dengan sad ending ini sangat wajib untuk ditonton. Jangan lupa siapkan cemilan dan tissue ya.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

The Fall of Trombosit.

Monday, June 15, 2009 at 4:14 AM
Hey, it's not a movie title, it was what happened to me this entire week. I gotta say this is the bad week of my life.

Awalnya hanya ngilu aja diseluruh badan dan malamnya gue mulai demam dengan suhu tubuh sekitar 39. Hari kedua malah udah pulih bener, coz I was doing all my activities. Tapi malamnya panas jadi gak turun turun sama sekali disusul besoknya. Alhasil saran dari kakak gue yang dokter di Jakarta untuk cek Lab. Dan hasilnya semua fine fine aja kecuali trombosit yang berada dikisaran 109.000.

Dengan kisaran itu sebenarnya masih masuk normal menuju turun. Tapi sorenya gue udah gak tahan badan serasa bener bener lemas dan mulai puyeng, kemungkinan semua cairan tubuh dan trombosit mulai turun.

Jam 8 malam gue diseret ke IGD Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru. Dalam keadaan panas tinggi sekitar 39 lebih. Di infus dan masuk kekamar kelas 1.

Sampe besoknya gue masih panas dan dingin, cek lab malah mencengangkan Trombosit turun sejadi jadinya menjadi 22000 saja. Tapi perasaan gue sech biasa biasa saja, yang ditakutkan adalah terjadinya perdarahan. Karena trombosit yang sudah sangat rawan, diet ketat dilakukan, makanan asam dan pedas dihindari.

Untunglah pada hari ketiga Trombosit gue naik menjadi 57000,- dengan bantuan obat obatan cina macam Angkak. Pada hari ketiga malah lebih mencengankan trombosit growing up menjadi 119.000,- Alhamdulillah.

Nah dihari kelima ini selain mendapat khabar gembira karena Trombositnya udah mulai normal, tapi diselipin kekecewaan karena Dr Alex, yang selalu menangani gue, tidak datang sampe malam hari.
Tanpa alasan yang jelas gue bener bener dikecewain sama dr Alex, dia meriksa gue tak lebih dari 5 menit dan ngambil kesimpulan untuk bisa pulang. So bayangin menunggu seorang dokter seharian untuk jawaban sebenarnya udah pasti, yaitu pulang.
Saya bener bener kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Santa Maria yang satu ini.

Dan sekarang alhamdulilah gue udah sehat kembali setelah diinfus dengan 15 tabung infus. Dan bisa memulai aktivitas semula dan mengisi blog ini. Amien.


Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Wolverine

Sunday, June 7, 2009 at 8:13 PM

Wow, this movie is so amazing, gue bukan lah penggemar berat serial XMen. Tapi mulai saat ini gue janji tidak akan melewatkan seri seri sebelumnya.

Sesuai judul film ini menitikberatkan pada karakter Wolverine, yang mempunyai nama asli Logan (Hugh Jackman) yang pacarnya dibunuh oleh saudaranya sendiri, sehingga harus rela mengikuti X Program untuk balas dendam.

Dari segi FX banyak yang bilang kalau film ini masih kurang dan kaku, gue sech gak bisa buat perbandingan, karena belum nonton seri seri sebelumnya,

Well besok besok kayaknya gue siap siap marathon buat nonton 3 seri sebelumnya ..... Telat banget yah.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

The International

Friday, June 5, 2009 at 2:11 AM

Apa yang ada dipikiran para petinggi petinggi Hollywood dengan membuat film dengan tema yang maaf ... Sudah sangat basi. Beragam film Hollywood dengan tema politik adu domba, jual senjata korupsi dsb, walaupun pesan yang disampaikan ada dan baik namun lagi lagi harus gue bilang, basi....

Clive Owen adalah seorang Agen yang ditugaskan di Eropa, membongkar keterlibatan sebuah Bank dalam transaksi penjualan senjata kepada beberapa pihak. Hasil investigasinya mendapati bahwa orang orang "Besar" dibeberapa negara terlibat dalam transaksi ini.

Sedikit yang menggelitik adalah percakapan antara Clive Owen dengan salah satu otak dari usaha illegal itu, Kalaupun kamu berhasil menghentikan IBBC melakukan transaksi ini tokh masih banyak lagi Bank di Bumi ini yang segera mengambil alih usaha ICCB ini, pesan moralnya adalah menghentikan sebuah kejahatan toh tidak akan menghancurkan kejahatan itu sendiri.

Naomi Wats hanyalah pajangan manis di film ini, aksinya pun tak ada di ending film.

Well saran gue silahkan cari film lain yang jelas jelas lebih baik dari film ini.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com