The Flight of The Red Ballon

Tuesday, May 5, 2009 at 7:54 AM
Terinspirasi dari film lawas berjudul The Red Balloon, namun tak lantas membuat film ini jadi istimewa.

Dikisahkan seorang single parent, Suzanne (Juliette Binoche) mempunyai dua orang anak. Kesibukannya sebagai pengisi suara untuk acara Puppet, membuat ia tidak bisa membagi waktu buat menjaga anaknya, maka dihadirkanlah Song Fang, seorang Taiwan yang tengah kuliah di perancis untuk menjadi Nanny, keseharian keduanya pun dilalui secara normal normal saja, menjemput kesekolah, jalan jalan di cafe seputaran perancis dan kembali kerumah.

Lalu apa konfliknya, sampe detik ini tidak ada, bahkan di hadirkannya Marc sebagai penyewa rumah Suzanne yang tidak membayar sewa rumah pun jadi konflik basi.

Peranan Ballon hanyalah sebatas imaginasi, balon merah digambarkan mengikuti kegiatan Simon sang anak dan Nannynya, Song Fang.

Selain nama Juliette Binoche, tidak ada nama lain yang tenar mengisi film ini, at least dari pengetahuan gue. Pace yang sangat lambat membuahkan film yang sangat membosankan dan camera angle yang itu itu aja melengkapi kebosanan film ini.

Mau buang waktu percuma, silahkan nonton film ini.



Read More..

Ashes of Time, bukan Masterpiece WKW

at 4:39 AM
Nama besar Wong Kar Wai mungkin sudah menyihir gue, walaupun menunai kekecewaan dengan 2014.
Gue tetep maksa untuk nonton Ashes of Time. dan seperti yang gue rasa dengan 2014 gue juga
menuai rasa yang sama.

Bersetting di zaman dahulu kala, menceritakan ttg kehidupan seorang Hitman, pekerjaannya dan sudah
tentu kisah cintanya.
banyak sekali philosophy dari film ini yang gak gue ngerti, untunglah durasinya tak lebih dari 90 menit.
Masih mengandalkan Tony Leung CHihuahua di film ini sebagai Blind Swordsman, dan beberapa aktor
Hongkong lainnya.

Yang paling menarik dari film ini adalah scene scene yang indah, sinematografi yang keren, warna kuning
mendominasi film ini, dan setiap object mempunyai warna lebay namun indah.

WKW hanya mampu memuaskan saya dengan My Blueberry Nights, Chungking Express dan In the Mood For Love.




Read More..

Videsh, Heaven on Earth

Sunday, May 3, 2009 at 7:51 AM

Terakhir gue nonton film berbau india adalah Slumdog Millionaire dan Water yang kontroversi karena mengusung tema janda dalam budaya india Hindu.

Kali ini pun Videsh kembali menuai rasa kagum gue, jauh dari mainstream Bollywood yang selalu dihiasi dengan tema polisi korup, balas dendam dan cinta segitiga, dan sudah tentu juga joget joget dan tarian yang selalu ada. Jadi inget tulisan disebuah koran tentang film bollywood, semua permasalahan dalam film akan dapat terpecahkan dengan joget dan nyanyian.

Film ini pun sebenarnya dihiasi nyanyian dan joget, tapi masih dalam kerangka cerita kok, yaitu prosesi pernikahan ala hindu.

Cerita berawal dari seorang Chand (Preity Zinta) yang dijodohkan dengan seorang india yang telah berimigrasi ke Kanada. Tentunya ia tak tahu menahu siapa yang akan dijodohkan kepadanya, yang ia tahu adalah masa depannya pasti akan lebih cerah setelah menikah nanti di Kanada. Namun kenyataan berbanding terbalik dari harapan, sang suami bertemperamen kasar melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) so cliche ya. Tapi tunggu ketika ia mulai berusaha menenangkan diri setelah di perlakukan kasar oleh suaminya, ditengah kesedihan yang teramat sangat dia mulai berimajinasi tentang ibu, kampung halamannya serta suaminya yang pasti akan berubah jadi baik.

Disinilah letak konflik sebenarnya, walau penjelasannya tidak logis karena melibatkan kepercayaan , gue masih menganggap film ini punya nilai lebih walau di imdb di rate sangat rendah.

Preity Zinta memang bener bener cantik luar dalam. Tutur katanya bahasa tubuhnya bener bener sempurna untuk menggambarkan seorang wanita yang teraniaya.

Satu kata buat Videsh : puas...

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Body of Lies

at 2:00 AM

Lagi lagi dihadapkan dengan tema counter terrorist, bersetting di Jordania. Leonardo Dicaprio bertugas disana sedangkan Russel Crowe yang menjadi atasannya mengendalikan semua kegiatan ferris (Dicaprio) lewat satelit mata mata yang sangat canggih.

Sepertinya tidak ada yang istimewa dalam cerita film ini, tidak ada ending yang membelalakan mata, tadinya gue berharap adanya hidden agenda yang dilakukan oleh Crowe. Tapi ternyata tidak. Yang gue tangkap hanyalah perbedaan nyata antara boss dan bawahan, Crowe yang sangat nyaman tinggal di Amerika sedangkan Dicaprio harus mati matian dalam menjalankan tugasnya.

Isu SARA sudah pasti dikupas disini, mulai dari pernyataan nyeleh tentang sholat dsb. Namun yang lucu adalah ketika ferris di siksa oleh seorang teroris. Percakapan mereka kurang lebih begini :

Ferris : "There is no place in the koran for the murder of innocent people and suicides"

Terorist : "But the koran says "do no say those slain in the cause of God are dead, they are alive but you are not aware of them."

Ferris : "So you misinterpret the one book you believe in, but you are pure or are you just as corrupt as the capitalist westeners that you despise ?"

Entah apa maksud dari kalimat ini, keberpihakan terhadap islamkah ? Atau sekedar ingin menyelamatkan diri ?

Yang pasti Leonardo semakin matang di film filmnya, Revolutionary Road juga menampilkan kematangan aktingnya, Russel Crowe yang porsinya digambarkan sangat nyaman dengan daily lifenya di USpun mampu menggambarkan semua itu, kacamata tebal dan perut sedikit buncit.

Salah satu part dari cerita ini adalah meledakkan properti milik US yang dilakukan sendiri oleh ferris (baca CIA) dan mengkabing hitamkan seorang arsitek asal timur tengah dengan tujuan tertentu. Membuat saya merenung apakah ada kemungkinan terror bom dibeberapa tempat didalangi sendiri oleh Amerika ???

Who knows

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Red Cliff Part 1

Friday, May 1, 2009 at 12:17 PM
Dari 100 film yang gue tonton, film silat dan film Asia bertemakan perang kolosal macam Flying Dagger bisa di itung dengan jari dan entah kenapa gue beli film ini.>

Secara cerita tidak ada yang istimewa, Intinya adalah "perebutan kekuasaan" dan "Mempertahankan wilayah dan harga diri"

Yang membuat istimewa adalah Nama nama besar yang ada di film ini macam John Woo sebagai sutradara dan Tony Leung Chihuahua (sengaja diplesetkan) Serta Takeshi Kaneshiro, Dua aktor yang sebenarnya gue suka, Tonny Leung dengan film film Wong Kar Wainya plus Lust Caution serta Kaneshiro dengan beberapa filmnya yang agak kurang gue ingat Judulnya

Tidak ada konflik berlapis, Peperangan inti utamanya bahkan kisah romance hanya sedikit di part satu ini, entahlah kalau dipart dua nantinya.

Melihat review teman teman di forum sepertinya banyak sekali yang suka, sepertinya saya tidak terlalu suka. walaupun mata akan dimanjakan dengan Effect ala Hollywood yang dibeberapa bagian masih terkesan kaku, seperti scene ditengah tengah teluk dimana terdapat ribuan kapal perang, mata gue tidak terlalu nyaman melihat effectnya yang sangat lebai.

Kekuranganpun terjadi pada durasinya yang lebay, Part 1 ini lebih dari 2 jam, dan tiba tiba kita dihadapkan dengan kata "to be continued" untunglah saya tidak sampe melempar laptop seperti ketika menonton Eden Lake. (lebay neh sebenarnya)

Jadi belum ada kesimpulam apa apa tengtang film ini, minggu depan rencana gue mau nyari part 2 nya
Read More..

Telkomsel Bedebah

at 11:18 AM

Bedebah ….!!!

Begini ceritanya …..

Beberapa bulan ini gue perhatiin billing statement gue selalu naik tidak jelas arah, dikarenakan gue pindah kepekanbaru alhsasil untuk mendapatkan billing statement, gue harus ke Ghrapari Telkomsel. Sebenarnya beberapa hari yang lalu gue udah curiga pasti ada yang tidak beres, kecurigaan pun akhirnya jadi nyata.

Gue make kartu Halo sejak 1998 dan sepertinya sangat sayag kalau no ini di non aktifkan, walhasil sebelum make no ini lagi untuk Blackberry gue hanya minimum pemakaian saja yaitu 45k. sedangkan untuk kepentingan nelpon dan sms gue make kartu Simpati.

Rencana awal adalah No ini hanya dipake untuk Blackberry plus sedikit sms. Otomatis perkiraan gue tagihan tidak akan melewati 200k. karena detilnya adalah 180k untuk blackberry dan 20k maksimal untuk sms dan telpon. Namun kenyataan tagihan selalu diatas 200k, dan bulan ini jadinya RP.250.250 …. WTF

Pas mengecek print-an Billing nya, disana tertera GPRS yang walaupun sedikit namun sangat mencurigakan dan setelah gue cek di tagihan bulan lalu ternyata hal yang sama juga ada disana. Jadi apakah sebenarnya tagihan Gprs itu mengingat gue khan subscribe paket unlimited Blackberry dari telkomsel.

Sungguh unlimited yang limited
Kembali kepokok pembahasan awal, mestinya tagihan gue adalah 200k paling banyak, setelah dicek ternyata sms dan telpon hanya berkisar 12.000 , jadi kenapa mesti bengkak jadi 250k.

Penjelasannya adalah :

CS di Menara Mulia yang cantik cantik itu tanpa perasaan tidak menjelaskan kepada saya detil kebobrokan Telkomsel. Padahal saya sudah menjelaskan bahwa saya punya beberapa nomor, dan no ini saya peruntukan hanya untuk subscribe BIS-nya Blackberry dan tidak akan memakai sms dan telpon kalau tidak terpaksa.
Dikarenakan saya mengambil paket bebas bicara maka biaya Abonemennya adalah 45k diluar BISnya Blackberry yang 180k. alhasil saya harus membayar 180k plus 45k biaya Abonemen, padahal pemakaian sms dan telpon maksimal hanya 12.000,-
Sungguh hal yang aneh mengingat total pemakaian saya sudah melebihi 45.000.
Dan pada billing Statement tertera Selisih penggunaan Minimum Rp.23.000,-
Kesimpulan pertama adalah Minimun pemakaian untuk paket bebas bicara sebesar 45k tetap dikenakan walaupun jumlah total tagihan sudah melewati ketentuan.

Kedua, tidak ada sedikitpun penjelasan kepada saya bahwa bahwa paket BISnya Blackberry untuk Kartu Halo belum termasuk pajak. Jadi BISnya Blackberry ditotal dengan Pajak sungguh menjadi yang PALING MAHAL diantara semua operator yaitu Rp.198.000. Dan hal ini baru saya ketahui hari ini dari CS Iin di Grapari Telkomsel Sudirman Pekanbaru.

Ketiga, adanya pemakaian Gprs Rp 8.130 dijawab dengan gampang oleh saudari Iin yang cantik dengan jawaban SMS Banking Mandiri, Jadi setiap Transaksi SMS Banking Mandiri baik itu cek saldo ataupun Transfer saya dikenai biaya sms Rp.500 plus biaya gprs. Dengan sedikit marah saya jawab “mbak, saya ini sangat awam masalah SMS Banking tapi logika bodoh saya menganalisa Internet Banking dan SMS Banking adalah 2 hal yang berebeda, kalaupun misal saya melakukan transaksi dengan Mobile Internet Banking seharusnya saya tidak di Charge toh itukan sudah masuk service BISnya Blackberry. Kalaupu iya, saya mau baca Term and Condition untuk SMS Banking sekarang juga.
Akhirnya si Mbak Iin berubah sedikit airmukanya, dan permisi sebentar kebelakang. Pada saat ini saya menelpon temen yang bekerja di Bank Mandiri Gatot Subroto. Dan Penjelasannya adalah “TIDAK ADA BIAYA GPRS UNTUK SMS BANKING” emosi gue sempet meledak karena itu.
Walhasil ketika mbak Iin itu balik lagi kalimatnya dibuka dengan “Pak, ternyata setelah saya konfirmasi tidak kena biaya GPRS untuk SMS Banking..”
Doorrrrrrr….. itupun tanpa ada kata maaf karena telah memberi penjelasan yang sama sekali salah.
Dipikiran saya adalah sangat mudahnya CS memberi penjelasan tanpa ada bukti yang jelas, kemungkinan supaya saya puas dengan jawaban itu dan pulang.

Ketiga, Saya terus mendesak apa itu extra gprs yang di bebanin kesaya, dia bilang kemungkinan bapak mendownload mp3 dan menonton video streaming, lagi lagi alasan seenak udel. Saya jawab “ Mbak, saya punya Flash (produk telkomselex juga) jadi saya gak perlu pake ini untuk mengunduh mp3, dan itupun tidak pernah saya lakukan karena bisa dibayangkan waktu yang dipake untuk satu lagu dengan kekuatan gprs, kedua jangan kan masuk youtube, masuk ke site yang ada link video streamingpun browser bawaan saya tidak bisa, kalau ada Video maka akan tertulis [flash:blalalalalxxxxx] yang artinya browser saya tidak support untuk puter video. Nah Loh …
Dan lagi lagi saya diberi alasan bodoh kemungkinan ada picture yang kena gprs….. dodol sedodolsnya kalau alasan yang satu ini.
Logikanya semua site yang saya kunjungi punya image dan kalo itu kena kenapa harus sedikit saya membayar mestinya diumpakaan satu halaman site punya image berukuran 18kb maka kalikan dengan Rp.5 …. So itung sendiri berapa kelebihan gprs yang harus saya bayar ??? dan kalikan lagi dengan berapa kali saya browse setiap harinya. Sungguh alasan yang sangat bodoh. Dan beberapa kali bb gue dibawa kedalam untuk dicek applikasinya, dan dia sempet complaint kemungkinan saya kena extra gprsnya karena ngaskus dan masuk forum Movies. ( ada bookmark Forum Movies Kaskus) di browser saya. Satu lagi penjelasan bodoh.

Setelah tidak menemukan titik solusi, saya dibuatkan laporan permintaan print detil penggunaan gprs selama sebulan karena tidak puas saya meminta Manager on Duty untuk ketemu dengan saya, dijawab sudah pulang pak. Kalau gitu saya bikin appointment saja untuk senin pagi, dijawab lagi “wah gak bisa pak, datang aja pagi pagi, biasa ada kok …” setan alas .. lebih gampang ketemu ama Tukul Ketimbang Manager CSnya Telkomsel.

Kesimpulannya adalah Saya Butuh Penjelasan yang jelas sejelas jelasnya, saya gak mau ada tagihan gprs siluman di tagihan saya berikutnya.
Mungkin tagihannya sangat sedikit, tapi terbayangkah oleh anda, kalau bukan saya saja yang menerima tagihan seperti ini. Dan sekali lagi saya minta Untuk para CS asal jangan menjawab seenak udel hanya untuk membuat saya pergi dan puas, maaf IQ saya tidak sejongkok itu.
Ditengah pembicaraan dengan CS Iin saya bilang ..”saya tahu saya sudah sangat menyebalkan tapi ini harus saya lakukan karena saya tidak mau di pecundangi lagi oleh Telkomsel”

Satu lagi pengalaman buruk saya dengan Telkomsel adalah ketika saya complaint soal Flash dari no simpati saya dan no ini hanya diketahui oleh keluarga saja bahkan teman pun tidak ada yang tahu, saya menelpon ke CSnya bicara panjang lebar, selang beberapa menit saya dapet sms dgn isi mengajak kenalan, dan nama saya dipanggil sesuai nama saya yang teregister di telkomsel mengingat orang selalu mengenal saya dengan nama panggilan, sungguh sangat tidak sopan dan ingat CSnya adalah seorang cowok.

Sekian dulu Curhat emosinya.

Read More..

Rachel's Getting Maried

at 5:43 AM
It caught me by suprise, this movie is awesome. Gue gak nyangka kalau filmnya akan sangat natural. Problematika tentang seorang wanita muda bernama kym (Anne Hathway) yang pulang sebentar dari rehab ketergantungan obat untuk menghadiri pernikahan kakaknya, Rachel.

Kym yang selalu jadi masalah dalam keluarga kembali membuat "onar". Tapi tentunya keonaran yang dibuat oleh kym sebenarnya sangat dapat dimaklumi, rasa bersalah yang teramat sangat pada masa lalu membuat pribadinya gampang goyah. Ditambah konflik dimana Rachel sang kakak seperti dihadapkan pada buah simalakama, setengah hati ingin melindungi sang adik, sisi lain ingin rasanya mengusir kym dari kehidupannya.

The acting is terrific. Anne Hathway mempersembahkan akting terbaiknya, not to mention aktor lain yang juga total disini. Yang belum terbiasa dengan handheld camera pasti kurang nyaman dengan gambar gambar yang ditampilkan. Tapi tenang kameranya tidak seperti film Cloverfield kok.

Dengan pemakaian tekhnik sebenarnya mendekatkan kita semua pada sosok Kym yang sangat goyah.
My favourite scene adalah ketika semua berargumen dan meninggalkan kym dalam keadaan putus asa karena masa lalunya, dan ketika kym pergi dari ruangan keluarga dalam keadaan menangis sedetik kemudian sang ayah pun terisak isak. Itu detik dimana gue sangat terharu.

Lagi lagi film ini harus gue rekomendasikan buat semua pecinta film dan ingat film ini sangat natural dari segi cerita dan akting dan jangan harapkan ada akting lebay lebayan, semua hadir dalam porsi yang pas.

Powered by Telkomsel BlackBerry® Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com