Before Sunrise (1995)

Tuesday, October 26, 2010 at 5:17 AM

Menonton film ini pertama kali tahun 2000 dan terus terang gue hanya betah 10 menit pertama, mengingat masa itu adalah zaman gue lagi labil labilnya, dulu menurut gue film yang bagus adalah film yang kaya akan spesial effect dan aksi, Drama seperti ini hanyalah menghabiskan waktu saja. Tapi ketika menonton film ini sebulan yang lalu, gue merasa sangat menyesal kenapa dulu gue gak menonton film ini yah ??? It is a great movie, indeed.

Berfokus hanya pada dua karakter utama, Jesse (Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy) keduanya bertemu dalam sebuah kereta menuju Vienna, Jesse adalah pria Amerika yang tengah melakukan perjalanan ke eropa, sedang si cewek adalah gadis perancis yang cantik dengan pemikiran yang sangat terbuka. Perkenalan yang membuat mereka saling bertukar pikiran dan pendapat dimulai dari masalah filosofi, seksualitas, reinkarnasi, bahasa dsb. Perkenalan yang berujung Saling ketertarikan satu sama lain, namun waktu kebersamaan mereka harus segera berakhir. Karena Jesse harus terbang kembali ke Amerika melewati Vienna.

(Spoiler) Tentu saja film ini bersetting eropa pra-facebook dan twitter, namun disini letak keromatisannya, sesaat sebelum berpisah kedua pasangan dadakan ini berjanji akan bertemu beberapa tahun lagi ditempat yang sama, memang terasa aneh, bukankah lebih gampang jika mereka saling bertukar nomor telepon dan berjanji akan bertemu kapan saja mereka mau, sepertinya memang mereka memperlakukan cinta lebih tradisional, lol.

Before sunrise tampak sangat natural dengan plotnya, semua orang yang bepergian sendiri pasti setidaknya pernah merasakan moment dimana kita bertemu seseorang merasa cocok, percakapan yang nyambung, namun sesuatu hal menghalangi kita untuk terus bersama, moment ini bener-bener diulas dengan maksimal, ditambah chemistry yang bener bener hebat antara kedua aktornya, my favorite scene adalah ketika di toko buku, keduanya hanya terdiam dan saling curi curi pandang dan berusaha menghindari eye contact, scene ini bener bener bikin romantis dan mendebarkan, lol.

Before Sunrise adalah sebuah film tentang kehidupan, cinta dan romantisme ... Oohh bahasa gue jadi lebay begini :)

I can't wait to see Before Sunset

Cast : Ethan Hawke and Julie Delpy

Directed By : Richard Linklater

My Rate : 3,9/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Martyrs (France - 2008)

Monday, October 25, 2010 at 7:51 AM

Thanks to @ouldeboy yang udah ngirim dvd-nya ke gue beberapa bulan yang lalu, sumpah gue bener - bener penasaran dengan film gore ini, sejak mendengar beberapa review dari teman dan sutradara Joko Anwar pun menjadikan film ini sebagai film gore favoritnya, lengkap sudah rasa penasaran gue, namun setelah menonton film ini gue merasa berada diantara rasa puas dan galau, puas dengan endingnya yang cukup bikin gue takjub dan merasa ajaib, plus galau dengan gore, dan sisi psikologi yang ditimbulkan akibat penyiksaan, yang ternyata lebih menyeramkan dari sesi penyiksaan itu sendiri.

Martyrs berfokus pada dua orang cewek, Anna dan Lucie yang mengalami penyiksaan pada masa kecil, namun 15 tahun kemudian Anna berencana membalas dendam akan penyiksaan yang dia alami, dimulai dengan membantai tanpa ampun satu keluarga yang mereka akui sebagai orang yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka, apa yang kemudian mereka temui adalah lapisan terluar dari sebuah organisasi yang paling bertanggung jawab atas kelamnya masa lalu mereka, ditengah itu Anna pun harus bergulat dengan sesosok makhluk yang terus meneror dan menyiksanya setiap saat, seakan membuatnya bersalah telah meninggal seseorang dimasa lalu yang seharusnya dapat ia selamatkan.

Apa yang membuat Martyrs terasa lebih ngeri bukanlah pada make up artisnya, lebih kearah efek psikologi yang timbulkan akan penyiksaan, dimana otak tidak dapat berfungsi secara maksimal dan membedakan antara ilusi dan kenyataan, dan Anna sebagai korban yang parah menghadapi masalah ini, dia berhadapan dengan "Balas Dendam" dan "Kewarasan" dirinya sendiri.

As I said before, ending film ini spektakuler, tujuan dari semua proses penyiksaan ini juga menjadi pertanyaan gue dan semua orang, how do feel when death is infront of you ??? Jawaban ini memang diwakili dengan sequence berbentuk lubang panjang layaknya memasuki sebuah pintu, dan pintu itu adalah kematian, namun visualisasi tersebut sebenarnya di sampaikan dalam bentuk kata-kata namun oleh sutradara dibuat mengambang dan menjadi misteri, sepertinya .. Setiap orang akan punya pengalaman berbeda nantinya.

Dari sisi Gorenya, gue harus bilang masih belum maksimal jika dibandingkan dengan film Perancis lain berjudul Frontier(s) dimana setelah Karakter Yasmine di siksa abis abisan dan kemudian selamat dia berjalan dengan terengah engah sembari tremor, seakan psikologinya bener-bener terguncang, sesuatu yang bisa membuat penikmat Gore sejati orgasme.

Cast : Morjana Alaoui, Mylene Jampanoi, Catherine Begin, Robert Toupin, etc

Directed By : Pascal Laugier

My Rate : 3,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Dawn of Dead (2004)

Sunday, October 24, 2010 at 4:04 AM

Dan ini adalah remake dari film zombie berjudul sama produksi tahun 1978 karya sutradara George Romero, can't compare between the two karena versi aslinya belum pernah gue tonton, namun yang pasti adalah zombie di film ini pun semakin lapar dan berjalan dengan kencang, at least adrenalin kebangun dengan bagusnya, tidak hanya itu pertikaian antar karakter pun cukup kuat dibangun, hasilnya boleh donk kalau gue bilang Dawn of Dead adalah film zombie terbaik yang pernah gue tonton, o wait ... Gue khan nonton film zombies hanya berapa biji doank. Lol

Diawali scene seorang nurse yang pulang kerja, bercinta dengan pacarnya, tidur dan paginya diserang oleh seorang anak kecil, beruntung dia sempat melarikan diri, kota chaos seketika namun kemudian ia terjebak di sebuah mall bersama manusia manusia yang belum tergigiti oleh Zombie, plot sederhananya adalah seperti itu, tapi yang menarik adalah mengamati kehadiran zombie yang tak terduga, transformasi manusia mati yang kemudian hidup kembali dalam bentuk zombie, serta trik bagaimana menghabisi zombie dengan tuntas, ditambah drama antar karakter yang terjebak dalam mall tersebut.

Wajar gak yah kalau gue ngebandingin film ini dengan semisal Rec Series ataupun Shaun of Dead ? Secara yang gue tonton memang hanya baru itu, Rec tampil lebih fresh dengan gaya dokumentasinya , sedangkan Shaun of dead adalah film zombie dengan genre comedy tapi semua film ini memberikan kepuasan sendiri.

Cast : Sarah Polley, Ving Rhames, Jake Weber and Mekhi Phifer etc

Directed by : Zack Snyder

My Rate : 3,6/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

We Own The Night (2007)

Friday, October 22, 2010 at 7:50 AM

Opening scene dibuka dengan menampilkan tubuh Eva Mendes yang polos tengah diubek-ubek oleh Joaquin Phoenix, sebuah awal yang cukup menjanjikan, or at least ini adalah kali pertama gue menyaksikan keberanian Eva Mendes dalam meng-explor tubuhnya secara maksimal, selanjutnya .... Basi.

Good Cop, black sheep of family, drug dealer dan cinta adalah formula film ini, Mark Warlbergh dan Joaquin Phoenix disandingkan sebagai dua saudara yang berbeda profesi, Mark Walbergh adalah seorang polisi sedangkan Phoenix bekerja pada mafia Russia sebagai manager di sebuah nite club, tentu saja dunia gemerlap sangat dekat dengan bisnis obat terlarang, tentu saja ini menjadi pemicu bentrok dua bersaudara, dengan latar keluarga polisi, Phoenix merasa terpojokkan, karena suatu peristiwa dramatis maka ia harus memutuskan untuk membela keluarga ataukah Mafia Russia.

Mark Walbergh sebagai seorang polisi, tentunya mengingatkan gue dengan The Departed, sayang sekali memang gak secemerlang di film the departed, pun dengan Eva Mendes yang kebagian peran hanya sebagai pemanis, gue sebagai penonton berharap karakternya kemungkinan punya andil besar dalam membuat cerita lebih kuat dan berwarna, Phoenix adalah karakter yang belakangan menjadi "pahlawan" dalam film ini lumayan bermain dengan porsi yang tepat.

Beberapa scene action memang ditawarkan dan jawaranya ada pada 3/4 film alias klimaks pertama dimana Phoenix menjadi mata-mata polisi dalam mencari pabrik narkoba, selanjutnya cerita mengalami penurunan drastis dan kemudian diakhiri dengan aksi menarik diladang jagung. Jangan harapkan ada twist menarik karena gue hanya digiring untuk menonton film ini tanpa harus menganalisa karakter-karakternya, sebuah karya yang terasa hambar.

Cast : Joaquin Phoenix, Eva Mendes, Mark Walbergh, Robert Duvall, Danny Hoch, etc

Directed By : James Gray

My Rate : 2,9/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Edge of Darkness (2010)

Thursday, October 21, 2010 at 3:41 AM

Menonton film ini sepertinya Mel Gibson hanya bermain main ditengah kekosongan proyek film yang serius, apa yang perlu diharapkan dari film aksi balas dendam seorang ayah dengan background kejahatan sebuah perusahaan besar. KLISE banget yah plotnya.

Mel Gibson adalah seorang detective polisi di Boston, suatu hari kedatangan putrinya yang tinggal di luar kota, kenyataan sangat pahit harus diterimanya ketika sang putri ditembak orang tidak dikenal persis didepan matanya, kematian putri yang jarang ia temui cukup membuat ia hancur, namun tekad membalas dendam sangat kuat hingga ia mampu membongkar pelaku pembunuhan beserta sebuah perusahaan besar yang mendalangi semua ini.

Entah apa di pikiran Mel Gibson ketika menerima tawaran film ini, dengan plot yang klise dan twist basi film ini hanya menjadi film sampah yang tak berkesan. Lihatlah plotnya yang bolong bolong, dimana istrinya ketika moment itu terjadi ? Dengan melakukan balas dendam sendiri itu berarti dia tidak mempercayai pihak kepolisian yang merupakan perkerjaan utamanya, ok indahkan saja plotnya, mari berfokus pada aksi Mel Gibson yang pun serasa setengah hati bermain difilm ini, tidak ada ketegangan baru, satu yang lumayan menyentil ketika seorang tokoh penjahatnya berkata "Bagaimana rasanya kehilangan seorang putri dan menyaksikannya didepan mata?"
Berkaca pada film Liam Neeson berjudul Taken (2008) yang juga mempunyai plot yang kurang lebih sama, tapi jauh lebih menegangkan dibading EoD.

"That's illegal in Massachusetts." "Everything's illegal in Massachusetts."
One good humor from Edge of Darkness

Cast : Mel Gibson, Ray Winstone, Danny Huston, Bojana Novakovic.

Directed By : Martin Campbell

Sent From my iPhone 3GS Read More..

I Love You Phillip Morris (2009)

Saturday, October 16, 2010 at 6:59 AM

Jika dari judulnya mengingatkan kita dengan produsen rokok semacam Malrboro maka ekspektasi akan dihadapkan dengan (mungkin) sejarah produsen rokok maka kita salah besar, Phillip Morris adalah karakter seorang kriminal kelas cupu. Lantas apa yang membuat film ini bener-bener memakai namanya ???

Tokoh sentral dalam film ini sebenarnya adalah Steven Russel, seorang pria beristri yang 5 menit pertama durasi film telah mengakui ke-gay-annya, itu pun dengan menghadirkan scene dua orang pria tengah 'having sex'. Selanjutnya adalah Steven Russel hidup dalam dunia gay yang glamour, menghambur-hamburkan duit sebanyak banyaknya, namun dengan pendapatan seminim minimnya, alhasil penipuan kartu kredit pun dilakukannya, kejahatan ini lah yang membawanya ke penjara dan bertemu dengan seorang pria sedikit kemayu bernama Phillip Morris, inilah cerita drama cinta Steven Russel, dimana Phillip Morris adalah cinta matinya.
Usaha mati-matian dan penuh taktik dilakukan Steven hanya untuk dapat hidup bersama dengan Phillip Morris.

Jim Carrey adalah Steven Russel, dan sudah sejak lama gue menobatkan diri sebagai anggota 'Jim Carrey Hater", entah kenapa muka plastik dan aktingnya bener bener ganggu dan bikin muak, semua filmnya gak drama, gak komedi selalu menampilkan akting muka plastik, film bagus seperti "Eternal Sunshine of Spotless Mind" pun bikin gue geregetan, dibeberapa scene akting muka plastiknya tetep aja diberdayakan, lain halnya ketika ia bermain The Mask, plot film sangat memungkinkan dia untuk berakting seperti itu, intinya, I just hate him.

Balik ke "I Love You Phillip Morris", Film ini hanyalah sebuah bukti keberanian aktornya untuk beradegan sesama jenis, karena dari segi cerita, film ini sangat amburadul, bahkan tidak enak ditonton, I don't mind gay themes, tapi melihat splapstick-an, drama dan komedi-nya, sangat membuat gue mencak mencak sepanjang 1 jam 45 menit, berusaha menjadi Brokeback Mountainya versi komedi pun film ini gagal total.

Oh wait dijajaran produser nama Luc Besson terpampang, gue gak tahu apa dipikirannya ketika memproduseri film ini.

FAIL ... !!!

Cast : Jim Carrey, Ewan McGregor, Leslie Mann, Rodrigo Santoro.

Directed By : Glenn Ficcara and John Requa.

My Rate : 2,3/5


Sent From my iPhone 3GS Read More..

Oliver Twist (2005)

Friday, October 15, 2010 at 9:18 AM

Roman Polanski mengangkat film ini dari karya besar Charles Dickens, menggambarkan perihnya kehidupan seorang yatim piatu bernama Oliver Twist yang terombang ambing di kota London.

Ini adalah film bertema survival yang sedikit membuat gue termehek-mehek, rasanya tidak sanggup mengkondisikan diri seperti Oliver Twist, terombang ambing di panti asuhan, terjebak di kejamnya orang tua asuh, berjalan selama seminggu menuju kota London dengan lapar dan dinginnya cuaca, terjebak dalam kawanan pencopet cilik dan terakhir terlibat drama perebutan dirinya oleh seorang kaya yang baik dengan ketua pencopet. Lengkap drama ini menindas dan membanting banting Oliver Twist.

Dan film ini adalah perkenalan gue dengan Roman Polanski yang kedua setelah The Pianist yang sangat masterpiece, walaupun tidak secemerlang film The Pianist tapi gaya bertutur Roman Polanski yang teratur dan ditutup dengan ending yang berpihak pada audiens menjadikan film ini sangat likeable.

Setting London pada masa lampau juga cukup memikat, daerah kumuh pun dijejal, fenomena pencopet cilik terlatih sepertinya sudah ada sejak zaman dulu kala, wajah wajah innocent diberdayakan kejalan yang salah, sepertinya fenomena yang sama juga terjadi di kota kota besar Indonesia dimana anak anak di eksploitasi.

Oliver Twist hadir dengan warna sepia yang cukup dominan, mungkin Roman Polanski berusaha memadukan unsur cerita dengan suasana hati Oliver twist yang sedih sehingga beberapa scene memang terasa sangat suram.

Diantara semua karakter, selain tokoh utama Barney Clark, ada nama besar lainnya yaitu Ben Kingsley yang menjelma menjadi orang tua yang mengajarkan Twist mencopet dengan tekhnik sangat halus dan cepat, Ben Kingsley berubah, bahkan gue sendiri sampe tidak bisa mengenalnya, he is a really good actor.

Btw, Film ini wajib tonton, dan inget siapkan tisue :)

Cast : Barney Clark, Ben Kingsley, Harry Eden, etc

Directed by : Roman Polanski

My Rate : 3,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Youth in Revolt (2009)

Thursday, October 14, 2010 at 5:59 AM

Michael Cera adalah Nick Twisp, Francois Dillinger dan Carlotta. Tiga karakter yang berbeda kepribadian dan terperangkap dalam satu tubuh. O wait ini bukan parodi Identity dimana John Cusack punya banyak identitas, tapi lebih ke alter ego seorang Michael Cera. Film ini memang tidak sememorable "Super Bad" dan "Juno" tapi beberapa scene sanggup membuat gue ngakak, sepertinya Michael Cera berhasil membuat film komedi "aneh" ini terasa lebih ringan.

Nick Twisp adalah karakter remaja smart, lugu, penasaran akan semua hal dan VIRGIN, berasal dari keluarga broken home, at least diawal penggambaran Nick Twisp masih terlihat seperti anak abg lainnya, pertemuan dengan seorang cewek cantik di area camping membuat Nick berubah, alter egonya yang bernama Francois Dillinger muncul, gue gak tahu apakah ini merujuk ke John Dillinger yang merupakan Public Enemy no. 1 atau tidak, tapi at least karakter alter ego tersebut hadir dengan gaya klimis, dengan tindakan tindakan sangat kriminal dan menghebohkan kota, namun alter ego ini sangat membantu mengangkat keberanian Nick Twisp dalam melakukan hal hal gila untuk mendapatkan cewek idamannya, pun alter ego lainnya Carlota, seorang perempuan jangkung tinggi bersuara aneh yang hadir di salah satu scene adalah wujud lain dari Nick Twisp untuk berusaha menemui cewek idamannya.

Youth in revolt bukanlah drama psikologi berat, tapi sebuah drama komedi gelap yang tidak perlu dianalisa mendalam, Michael Cera dengan karakter karakternya adalah bentuk dari revolusi karakter remaja yang labil dan berubah ubah tergantung situasi yang menguntungkan.

Beberapa scene cukup mengundang tawa, semisal ketika Nick Twisp malu menyebut nama belakangnya yang janggal, dan berkenalan dengan memakai nama "John Dillinger" dan ketika dia berpakaian wanita berbuah menjadi Carlotta, walau kelihatan seperti slapstick-an ala Warkop,
Namun kelihatan sangat wajar dan dodols.

Memang tidak semua scene di film ini gemilang, beberapa scene terasa hambar dan tidak mengena, bahkan terkadang sampe membosankan, at least ur a fans of Michael Cera dan butuh komedi yang berbeda dibandingkan komedi ala Adam Sandlers, film ini jawabannya.

Cast : Michael Cera, Portia Doubdleday, Jean Smart, Steve Buscemi.

Directed By Miguel Arteta

Rate : 3,1/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Veronika Decides to Die (2009)

Wednesday, October 13, 2010 at 6:14 AM

Memang pantas sekali film ini langsung masuk home video aka rilis dvd tanpa melalui bioskop, selain Sarah Michelle Gelar tidak mampu mengangkat kekuatan cerita, pun terdapat plot hole yang cukup membuat gue resah dan bertanya tanya ada apa dengan Veronika, dan segampang itukah keputusannya untuk bunuh diri ?

Veronika adalah tipikal wanita karier tangguh, cantik, dan punya segalanya, namun pada satu titik dia merasa himpitan masalah bener bener menggunung, dan momen inilah dia memutuskan bunuh diri, dengan menenggak banyak sekali pil, tapi ternyata ini bukan saatnya dia "pergi", beberapa minggu kemudian dia terbangun di sebuah rumah sakit jiwa dengan keadaan hati yang rusak, oleh dokter dia diberitahu bahwa kali ini nyawanya tertolong tapi tidak dengan kondisi hati yang rusak, dalam proses penantian kematian, Veronika yang keturunan Slovenia beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit dan bertemu pasien lain yang mengubah wajah dan hidupnya selanjutnya.

Scene opening ini lumayan menarik untuk ditonton, Veronika digambarkan menjadi sosok New Yorker yang stylish, tangguh, tapi tidak didalam, scene ketika minum pil dan menenggak alkohol serta kemudian dia santai sembari membaca majalah sembari menunggu kematian lumayan memberi kesan bagus, tapi selanjutnya scene dirumah sakit seakan basi, tidak ada perubahan emosional mendalam ketika menatap Veronika, sosok yang tampil di otak gue adalah Buffy Vampire Slayer, atau sepertinya Sarah Michelle Gellar belum bertransformasi total menjadi Veronika, membandingkan dengan pendatang pendatang baru sepertinya Gellar sudah sangat tenggelam, pun di scene dia membuka baju dan bermasturbasi di depan seorang pria, sungguh adegan ini bisa menjadi sangat sensasional dan mengangkat pamornya, tapi Gellar hanya rela di shoot sepenggal leher dan backless, itu saja. Dan pun tanpa penjiwaan penuh. Btw, ini bukan berarti gue setuju dengan pornografi, tapi kerangka dan plot film ini sebenarnya sangat kuat namun eksekusinya sungguh setengah hati.

Film psichology ini pun serasa tidak lengkap, sebuah faktor pemicu Veronika untuk bunuh diri adalah suaminya, namun tak ada satu scene pun yang menghadirkan suaminya, bahkan tidak ada konfrontasi dan simpati dari suaminya, mengingat diawal scene dia menyebut suaminya, namun sampe ending karakter itu menjadi semacam ilusi saja.

Diangkat dari novel Paolo Coelho, andai saja diadaptasi menjadi lebih surreal dan absurd, mungkin film ini menjadi lebih menarik.

Cast : Sarah Michelle Gellar, Jonathan Tucker, Erika Christensen, Melisa Leo, Florencia Lozano, David Thewils.

Directed by : Emilie Young

Rate : 2,8/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Yatterman (Japan - 2009)

Tuesday, October 12, 2010 at 5:32 AM

Setelah menonton film ini, gue bertanya-tanya apakah Lady Gaga terinspirasi dari film ini ? Lihat saja Bra multifungsi yang runcing, plusnya di film Yatterman, Bra runcing tersebut adalah senjata yang cukup mematikan. Dan tunggu bukan itu saja gadget aneh di film ini, at least ada 50 jenis senjata aneh yang ditampilkan di film ini.

Film fantasy atau anime atau apapun sebutannya memang bukan lahapan gue, pun difilm ini gue kewalahan melahap nama-nama karakter yang sangat asing, untunglah plotnya dibuat simple dan kocak, alhasil film ini sangat menghibur sekali, bahkan sequence sequence yang sangat fantastis diantaranya menghilangkan gedung gedung tinggi, jembatan dan landmark lainnya, bahkan penggambaran headquarter Yatterman yang berada dibawah sebuah gedung pusat penjualan permainan anak anak, bayangkan sebuah gedung besar yang membelah dan dari undergroundnya keluar sebuah robot yang dapat terbang dengan cepat, dan please jangan bandingkan dengan Transformers yang sangat "sempurna", Karena Yatterman lebih bersifat parodi yang bagus.

Yatterman adalah superheroes, isinya adalah dua orang abg yang pacaran dan sebuah robot kecil dan robot induk, tugas mereka sudah pasti menyelamatkan bumi dari pengaruh jahat, musuh utamanya adalah seorang perempuan cantik dengan dua orang pengawalnya, kasus yang dipecahkan adalah hilangnya landmark kota kota ternama, gedung tinggi, menara eiffel, jembatan di tokyo dan banyak lagi, dan ini pengaruh dari sebuah batu yang mempunyai kekuatan gaib, plot yang sederhana dan sangat universal yah, namun Takashi Miike sang sutradara menambahkan kisah cinta segitiga diantara para karakternya.

Jualan utama dalam film ini sudah pasti bukan plot ceritanya, melainkan sequence, gadget yang 'aneh' dan spesial effek yang terkadang sangat bagus namun terkadang sangat 'vintage', semua rasa digabungin sama Takashi Miike, hasilnya sebuah film yang "unik dan gak logic" murni hanya sebuah hiburan semata.

Cast : Kyoko Fukada, Sadao Abe, Sho Sakurai, Saki Fukuda

Directed By : Takashi Miike

My Rate : 3,2/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Swing Girls (Japan - 2004)

Sunday, October 10, 2010 at 1:51 AM

Music Jazz terasa lebih ringan dan fun disajikan oleh 16 cewek dan 1 orang cowok di film Swing Girls ini, not to mention aksi konyol mereka yang sanggup bikin constant smile plastered on my face.

Awalnya gue meletakkan ekspektasi yang terlalu serius untuk film ini, dipikiran awal gue plotnya pasti seorang cewek yang tergila gila music jazz namun terkendala beberapa hal dan harus memperjuangkan impiannya secara berdarah-darah, so serius. Namun yang ada adalah cewek cewek cantik sekolah menengah yang alay dan labil tertantang membentuk sebuah band Jazz hanya karena menggantikan posisi band asli yang seluruh crewnya sakit keracunan makanan.

Cerita diawali dengan sekelompok abg cewek yang dilanda rasa bosen tingkat tinggi di sekolah, mereka berusaha kabur dengan alasan mengantarkan makan siang untuk temen mereka yang tergabung dalam marching band, ketololan dan kelalaian mereka makanan jatuh dan kecebur alhasil satu marching band harus dilarikan ke rumah sakit. Situasi ini akhirnya yang memaksa mereka untuk bergabung dan membentuk band jazz.

Film ini bukanlah film yang kompleks, tidak ada plot masalah keluarga, tidak ada problema cinta remaja, bahkan tokoh antagonis pun nyaris tidak ada, hasilnya bukanlah drama menye menye, sutradara konsentrasi dengan tema utama film ini dan hasilnya adalah Feel Good Comedy with Saxophone, trombone dan trumpet.

I highly recommend this movie.

Cast: Juri Ueno, Yuta Hiraoka, Shihori Kanjiya, Yuika Motokariya, Yukari Toyoshima, Miho Shiraishi, Naoto Takenaka, Fumiyo Kohinata, Eriko Watanabe, Mutsuko Sakura, Kei Tani, Hana Kino, Naomi Nishida, Masaaki Takarai.

Directed By : Shinobu Yaguchi

My Rate : 4,1/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

9 (2009)

Saturday, October 9, 2010 at 3:35 AM

Awalnya film ini adalah animasi pendek yang kemudian di produksi ulang menjadi sebuah film panjang, di animasi pendeknya yang belum gue tonton film ini tidak menampilkan satu line pun, namun ketika pengembangan cerita menjadi sebuah film, karakter yang tadinya hanya nonverbal dan kuat berekspresi berubah menjadi boneka boneka hidup yang berbicara dan berusaha menyelamatkan dunia yang tengah hancur.

And I'm not a big fans of animation, tapi film ini cukuplah menghipnotis gue, melihat karakter yang unik, sepintas lalu karakter boneka hand made lengkap dengan resleting dan buah baju mengingatkan gue dengan "Coraline" yang dark, dan ternyata emang gak salah sentuhan tangan Tim Burton dan Timur Bekmambetov selaku produser di film Coraline setidaknya mempengaruhi karakter dan jalan cerita film ini. I always love Tim Burton's work.

Opening diawali dengan menampilkan dunia yang hancur pasca perang, dimana mesin menjadi penguasa dunia, disudut sebuah rumah seonggok boneka terbangun dan merasa asing dengan dirinya, hanya saja dia identitaskan sebagai #9, karena penasaran dengan dirinya dan dunia yang sudah hancur, #9 menulusuri rongsokan dan menemukan teman temannya, dan ternyata satu kesalahan yang dilakukan #9 malah membuat kehidupan mereka dan dunia terancam.

Tentu saja ceritanya gak bakal sesimple itu, perjuangan #9 dan kawan kawan diliputi perjuangan, kesalahan dapat menimbulkan bencana yang lebih besar, film ini menampilkan post apocalyptic dengan lebih "gelap". suasana gelap dibeberapa scene membuat ngeri, beda dengan suasana bumi di Wall-E yang watchable untuk anak anak, 9 tampil dengan sisi yang lebih berat dan berisi, secara ceritapun dibuat kuat dengan tidak menggampangkan plot cerita ditambah dengan ending yang lebih masuk akal, film ini berpotensi bagus jika saja hadir lebih awal dari Wall-E (it's not that I compare yah) dan mengurangi scriptnya atau menjadi non verbal animation seperti Wall-E dan tentu saja kembali kekonsep awal film pendeknya.

Sebagai film animasi yang diperuntukkan ke semua umur, 9 menyodorkan banyak pesan yang memang terlalu klise dan standar buat gue, misal keadaan seseorang yang lemah dari luar belum tentu lemah didalamnya aka from zero to hero dan yang jahat pasti akan kalah. What else you can get ???

Btw, did I mention kalo sutradaranya Shane Acker adalah Visual Effect untuk film The Lord of The Ring : The Return of the King ... So no wonder yah.

Cast :
#9 Elijah Wood
#1 Christopher Plumber
#7 Jennifer Connelly
#5 John C. Reilly
#3 dan #4 non verbal twins
#6 Crispin Glover
#2 Martin Landau

Directed By : Shane Acker

My Rate : 3,95/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com