Velvet Goldmine (1998)

Friday, August 13, 2010 at 2:09 AM

Sebuah film Glam Rock yang memberikan gambaran kehidupan bintang Rock, obsesi dan ketenaran yang tiada batas, fashion dan music rock berpadu menjadi sesuatu yang surreal dan menarik untuk di tonton.

Berfokus pada kehidupan seorang mega bintang music rock, Brian Slade, konser terakhirnya di England diwarnai kericuhan karena sang Rocker ditembak orang tak dikenal diatas panggung, beberapa minggu kemudian tersebar rumour bahwa kejadian itu adalah Hoax atau rekayasa, sejak saat itu Brian Slade menghilang entah kemana, di plot yang lain seorang Journalist bernama Arthurt Stuart ditugaskan untuk meliput apa yang sebenarnya terjadi pada Brian Slade, penelitiannya menghasilkan banyak info menarik diantaranya kehidupan bisexual sang rock star, obsesinya terhadap penyanyi rock Amerika Curt Wild (Ewan Mcgregor) disisi lain kita juga dihadapkan dengan flash back kehidupan sang journalist yang dipenuhi dengan kebebasan berexpresi dengan music rock, lalu kemudian disudahi dengan sedikit twist menarik tentang keberadaan Brian Slade.

Empat aktor utama berperan maksimal dalam film ini, Jonathan Ryhs Meyer menjelma menjadi Brian Slade, Rock Star yang terkadang terlihat sangat feminim dengan gaya dandananya, Toni Collete menjadi wanita amerika yang bersuamikan Rock Star, Ewan McGregor menjadi rocker kelas dua yang digilai oleh Brian Slade, sedangkan Christian Bale pun dipermak menjadi journalist yang mempunyai sisi lain dalam dirinya, penampilan Jonathan Rhys Meyer dan Ewan McGregor lah yang patut di beri jempol, mereka menyumbangkan suara di sejumlah lagu di film ini, dan hasilnya Velvet Goldmine mempunyai soundtrack yang luar biasa, walaupun gue bukan pecinta musik rock sejati, tapi gue menemukan beat beat yang enak untuk didengar.

Todd Haynes memberikan filter film tahun 70-an untuk film ini lengkap dengan fashion dan accesories warna warni disetiap pendukungnya, I guess this is brilliant, nyawa film ini bener bener terlihat, ditambahkan selipan selipan video klip yang difungsikan sebagai sequence fantasy yang menarik. Bahkan sequence ini terkesan sebagai kumpulan video musiknya Brian Slade.

My Rate : 3,2/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Dear John (2010)

Thursday, August 12, 2010 at 1:37 AM

Adalah sebuah melodrama khas ala Nicholas Spark, rasanya tidak berlebihan kalau gue bilang Nicholas Spark berputar-putar dengan plot-plot yang itu saja, perkenalan, jatuh cinta, terganjal masalah perbedaan pendapat, penyakit, dalam hal ini autism menjadi plot penunjang, lalu disudahi dengan ending ala Nicholas Spark yang sad happy ending, ooh sepertinya gue harus menyudahi semua ini. Sigh

Dua karakter utama adalah John Tyresse (Channing Tatum) dan Savannah (Amanda Seyfried) keduanya bertemu secara tidak sengaja disebuah pantai di North Carolina, John yang seorang tentara tengah libur sedangkan Savannah mengunjungi ayahnya, keduanya merasa cocok dan saling tertarik, settingan pantai dan api unggun tentu saja mendukung semua ini, berjalannya waktu status mereka pun dikukuhkan, manun karena peristiwa 9/11 semua pun terbawa emosi sehingga John lebih rela ikut perang di Afghanistan ketimbang berkumpul bersama Savannah, dilain pihak Savanah awalnya setuju, surat menyurat mereka lakukan tiap hari, namun surat terakhir Savannah berisikan bahwa dia akan menikah, John yang terbawa emosi membakar semua surat Savannah tanpa memberikan sedikit pun ruang penjalasan atas rencana Savannah.

Tidak ada yang salah dari kedua akting aktornya, they got chemistry, yang salah dimata gue adalah karakternya yang terkadang unbelievable, Savannah dengan karakter ABG yang terlalu dewasa diusianya, tidak merokok dan minum alkohol, peduli penuh dengan penyandang autism, sebuah karakter yang too good to be true, sedangkan John seperti kebalikannya, walau bukan tokoh Villain tapi keputusannya yang lebih baik meninggalkan Savannah untuk tugas negara seperti sebuah drama yang terlalu dilebih lebihkan, pun dengan penjelasan ending yang terlalu aneh buat gue, sepertinya Nicholas Spark berusaha membuat ending dengan twist kecil dan tidak seperti drama romantis lainnya.

Well .. I guess I'm enuff with this kind of movies .. :)

Cast : Channing Tatum, Amanda Seyfried, Richard Jenkins, Henry Thomas

Directed By : Lasse Hallstrom

My Rate : 2,8/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Girl With The Dragon Tatoo (Sweden 2009)

Thursday, August 5, 2010 at 5:06 AM

Diangkat dari Novel Millenium trilogy dan berjudul asli "Man Som Hatar Kvinnor", mempunyai karakter Lisbeth Salander yang menarik perhatian, Multiple plot yang kuat dan durasi yang hampir 2 jam setengah, sanggup membuat gue betah dan tertegun serta terbawa ceritanya yang bagus. #lebay

Lisbeth Salander dan Mikael Blomkvist adalah dua tokoh sentral dalam film ini, Salander adalah seorang wanita dengan gaya gothic dengan tindikan dimana-mana, profesinya adalah hacker yang dapat disewa untuk mengumpulkan informasi tentang seseorang, Lisbeth punya masa lalu yang kelam dan oleh advisornya ia diperkosa, tapi Lisbeth selalu punya cara untuk balas dendam. Tokoh kedua adalah Michael Blomkvist, seorang jurnalis yang tengah bermasalah dengan hukum, keduanya disewa oleh seorang kaya raya untuk mencari wanita yang telah hilang empat puluh tahun lalu, keduanya bekerjasama dan menemukan kejahatan yang ternyata lebih besar dari mereka pikirkan.

Film ini mempunyai dua babak, babak pertama terfokus pada hidup kedua tokohnya, Michael dan Lisbeth, babak kedua adalah misi pencarian wanita yang hilang.

Yang menarik dari Lisbeth buat gue adalah karakternya yang gelap, masa lalu yang kelam dan pemerkosaan yang dialami olehnya, namun caranya balas dendam bener bener klimaks dipertengahan film, sedangkan Michael hanyalah diuntungkan oleh keadaan saja, sehingga karakternya menjadi kurang dominan dibandingkan dengan Lisbeth yang mampu memecahkan teka teki, sehingga kesimpulan yang gue ambil Michael belum tentu bisa apa apa tanpa Lisbeth.

Film Eropa emang gak ada matinya salah satu yang gue suka dari tahun 2006 adalah The Lives of Others, seakan memberikan sesuatu yang beda dibandingkan dengan film-film Hollywood yang lama kelamaan bikin muak.

Tapi seperti biasa Hollywood tidak mau tinggal diam, akhir 2011 kita akan menyaksikan "The Girl With The Dragon Tatoo" diremake oleh Hollywood dan disutradarai oleh David Fincher dan sudah dipastikan Daniel Craig bakal disulap menjadi Michael, sedangkan Lisbeth sendiri masih dalam proses audisi.

Cast : Michael Nyqvist, Noomi Rapace, Lena Endre, Peter Haber.

Directed by : Niels Arden Oplev

My Rate : 3,7/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Pocong Kamar Sebelah (2009)

Wednesday, August 4, 2010 at 2:45 AM

Kalau saja Ian Jacobs aka Nayato Fio Nuala aka Koya Pagayo aka Pinkan Utari dan aka aka lainnya dan tidak tergesa gesa dalam proses produksi dan tidak terlalu terfokus pada pakem pakem yang sudah ada, film ini bisa menjadi horror yang bagus.

Temui Felisa (Rahma Azhari) seorang mahasiwi yang pindah kost ke sebuah rumah berlantai dua yang terkesan kusam, oleh ibu kost yang sok misterius dan galak dia dituntun ke kamar dilantai dua, si ibu kost berpesan untuk tidak pernah membuka pintu kamar sebelah, selanjutnya bisa ditebak Felisa membuka pintu kamar sebelah dan terjebak dengan permainan pocong pocongan.

Baiklah gue akan curhat satu persatu, scene malam adalah scene paling menyiksa, suasana selalu digambarkan hujan petir menyambar, dengan kilatan petir
Nauzubilla lebaynya, karakter ibu kost yang aneh, lebih tepatnya terlalu dibikin sok galak dan misterius, sebagai anak kost yang baru Felicia bertanya kenapa pintu kamar sebelah tidak bisa dibuka, si ibu kost memasang muka galak dengan riasan bedak yang agak tebal berlalu pergi, sebuah scene yang benar benar bodoh, selanjutnya timeline yang rancu dan aneh, masih bersetting di rumah tua tersebut, Felicia yang kemalamam dan tidur di kamar anak ibu kost sudah terlelap itu dan itu berarti sudah tengah malam, namun scene berpindah kelantai satu dimana sang ibu kost baru saja memulai makan malamnya, sungguh aneh mengingat tidak ada scene flash back yang diterapkan, kecuali pada saat ending saja flashback dilakukan.

Tiga perempat film ini dihiasi dengan music yang terlalu berlebihan kadarnya, sepertinya sang sutradara dan komposer berusaha membangun mood penonton dengan musik yang lebay dengan tempo yang kadang tidak sesuai dengan scenenya sendiri, dan lihat juga pocongnya yang sangat banci tampil, jadi kepikiran apakah yang meranin pocongnya beneran banci ??? Lol.

Satu plot yang paling aneh adalah kenapa ketika pintu kamar sebelah belum terbuka pocongnya sudah berkeliaran dan menghantui diluar kamar, bukankah logikanya pocong itu seakang terperangkap dalam kamar. Sigh sejuta kali.

Bagi gue Rahma Azhari bukanlah artis sweetheart yang menarik perhatian, walau tampil cukup berani dengan two piecesnya, tetap terasa hambar dengan coletehan yang kurang mengena.

Endingnya pun tak kalah basinya, gue spolier dikit yah, pocong yang terperangkap adalah korban pembunuhan namun anehnya pelaku pembunuhnya sendiri tidak pernah dihantui kecuali pada saat ending, ceritanya sutradara berusaha membuat twist, tapi maaf sangat kurang mengena.

Cast : Rahma Azhari, Reza Pahlevi, Andrew Ralph.

Directed By : Ian Jacobs

My Rate : 2,4/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Pathology (2008)

Tuesday, August 3, 2010 at 2:45 AM

Apakah kalian merasa nyaman dengan scene autopsi dengan tubuh mayat yang disayat-sayat ? Kepala yang dibelah, hati yang dicopot dan kemudian ditimbang, atau melihat scene make love yang lumayan vulgar tapi tak frontal, then you'll gonna love Pathology.

Ted Grey (Milo Ventimiglia) adalah seorang dokter muda yang mendapat tugas bergabung dengan resident di Lab Phatology disebuah Rumah Sakit, kehadirannya tidak disambut hangat, Ted Grey cuek saja, namun apa yang ditemuinya kemudian adalah sebuah permainan terlarang, resident membunuh diluar jam kantor dan besok harinya resident yang lain berusaha memecahkan kasus bagaimana si mayat bisa terbunuh, Permainan yang gila.

Milo Ventimiglia terkenal karena perannya di serial Heroes, di film ini dia menjadi dokter dengan pengembangan karakter yang kurang mengena, alias labil, di scene awal dia terkesan sangat individualistik dan cuek saja ketika diganggu oleh resident lain, tapi sedetik kemudian dia malah akrab dan terperangkap dalam permainan berdarah.

Thanks to Alissa Mylano dan Lauren Lee Smith yang tanpa malu malu melepaskan pakaian mereka, raw sex ditampilkan berulang ulang, diselipkan dengan scene potong memotong mayat manusia, what else do you want ??

I put my expectation as low as I can be, dan hasilnya yah lumayan, I love the ending.

Cast : Milo Ventimiglia, Michael Weston, Alyssa Milano, Lauren Lee Smith.

Directed By : Marc Scholermann

My Rate : 3,01/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

Temple Grandin (2010)

Monday, August 2, 2010 at 2:22 AM

Gak pernah kepikiran buat gue kalau daging yang kita konsumsi sehari hari berasal dari hewan yang semasa hidupnya tersiksa dan berakhir di rumah potong dengan cara sadis ? Tapi untunglah Temple Grandin dengan kemampuan luarbisa nya menciptakan sebuah sistem yang lebih manusiawi, mengurangi rasa takut dan trauma hewan ketika hendak di sembelih, tapi tetap saja ujung ujungnya berakhir di meja makan kita :(.

Temple Grandin adalah sosok dengan autism, tidak dapat berbicara di usia 4 tahun, susah beradaptasi dan merasa risih dengan physical contact seperti berpelukan, bahkan dengan ibunya sendiri tidak pernah berpelukan, dibalik keterbatasannya sebagai penyandang autism, Temple adalah seorang yang genius, seorang dosennya menggambarkan bahwa Temple berpikir dengan gambar, imajinasinya akan bermain main jika melihat sebuah benda, keterbatasan tersebut membuat Temple menciptakan sebuah "Hug Machine" sebuah alat yang dapat memeluk tubuhnya dengan erat, sehingga akan timbul rasa nyaman dalam diri Temple, sayangnya penemuannya ini diolok olok oleh kalangan akademisi dan dikira orang gila, namun jangan salah, penemuannya ini sekarang sudah diterapkan sebagai alat psichology dalam memberi ketenanangan dalam stress.

Master dan Ph. D dalam bidang animal science di raih Temple dengan usaha yang keras, beberapa buku tentang Autism dan animal science diterbitkannya, sebuah prestasi ditengah keterbatasan.

Claire Danes bermain sangat matang dan menjelma menjadi Temple Grandin yang kaku, pemarah, labil dan rela masuk kandang sapi dan bermain diantara kotoran kotorannya, Julia Ormond menjadi ibu yang seperti malaikat berusaha terus membing Temple menjadi sukses.

Sepanjang film kita dijejali dengan scene yang tidak memberi ruang kepada gue untuk bersimpati pada Temple, walaupun Claire Danes bermain sangat bagus, namun karakter autismnya temple seperti jauh dari human affection, semua harus berusaha memahami dia, ooppsss atau mungkin juga gue yang kurang memahami autism, satu satunya orang autism yang gue kenal ya cuman Prita ... Lol.

Film semi autobiografi ini juga mengabaikan plot dimana Temple Grandin jatuh cinta, tidak ada satu pria ataupun wanita yang dicintainya, at least sebagai penonton, gue pengen melihat bagaimana Temple Grandin yang bisa mewakili penyandang autism, bagaimana mereka menghadapi suasana jatuh cinta, film ini tidak menggambarkan sama sekali. Cos we all know Temple Grandin juga manusia bukan ??? :)

Never give up hope :)

Cast : Claire Danes, David Strathairn, Catherine O'hara, Julia Ormond.

Directed By : Mick Jackson

My Rate : 3,3/5

Sent From my iPhone 3GS Read More..

The Book of Eli (2010)

Sunday, August 1, 2010 at 2:39 AM

Tahun 2043 adalah masa post apocalyptic yang konon terjadi karena adanya "The Last War", entah apa penyebab the last world ini, siapa yang berperang melawan siapa ? Masih misteri buat gue, namun efeknya luar biasa, kekurangan air, kehilangan kebudayaan dan juga agama.

Eli (Denzel Washington) sosok yang lagi lagi clueless dimata gue, selalu menenteng tasnya yang berisi buku dan ipod, aneh juga melihat ipod bisa survive ditengah kondisi seperti ini, Eli melakukan perjalanan jauh menuju arah barat untuk sebuah misi, namun misinya membawa sebuah buku yang tak lain adalah Bible terhadang oleh seorang penguasa yang ingin merampas buku tersebut, dimana mereka percaya bahwa buku itu adalah sumber kekuatan baru, suasana film yang gelap di permanis dengan kehadiran Mila Kunis yang buta aksara, mereka berdua melakukan petualangan dan perjalanan demi sebuah buku.

Memang aneh melihat fakta fakta yang dikemukakan film ini, air menjadi barang yang sangat langka, apakah manusia bisa bertahan hidup dengan air yang dijatah ? Beberapa barang peninggalan masa sebelum perang masih bisa ditemukan dan berfungsi baik, lantas kenapa esensi kehidupan manusia semacam agama, pendidikan, budaya bener bener lenyap dimuka bumi, lihat saja kagoknya Mila kunis ketika membaca doa sebelum makan, sebuah hal yang aneh buat dia, atau beberapa orang pemuda yang buta aksara mengumpulkan beberapa buku yang mereka sama sekali gak tahu isinya apa.

Sosok Eli menjadi lebih sakral dengan misinya, tapi anehnya kesakralan sosoknya yang menjaga Bible itu ternoda dengan membunuh siapa saja yang menghalanginya, sebuah perbuatan yang bahkan dilarang oleh kitab yang dihafalnya luar kepala.

Satu satu scene penggugah dalam film ini adalah ketika Bible, Alquran, Taurat dan sejumlah kitab suci lainnya ditempatkan disatu rak yang sama, Penanda sebuah era baru akan dimulai.

Cast : Denzel Washington, Gary Oldman, Mila Kunis, Ray Stevenson.

Directed by : Albert Hughes and Allen Hughes.

My Rate : 2,9/5
Sent From my iPhone 3GS Read More..

Just Blog of Mine | Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com